-->

atas

    Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

    Minggu, 30 Agustus 2026

    Melanomakrofag Dan Perannya pada Ikan

    Melanomakrofag adalah salah satu bentuk sel kekebalan yang khusus terdapat pada ikan teleostei [1]. Bentukan ini tidak teramati pada vertebrata tingkat tinggi [2].  Melanomakrofag tersusun dari berbagai pigmen seperti hemosiderin, lipofuscin, ceroid (kuning-pink hingga kecoklatan) dan melanin (hitam). Sel-sel ini umumnya bersifat soliter pada ikan salmon. Namun demikian pada ikan teleostei, melanomakrofag biasanya terkapsulasi dan disebut dengan melanomakrofag center (MMC). MMC sering ditemukan pada tepi pembuluh darah dan ditemukan di organ hematopoietik (pembentuk sel darah) terutama limpa dan ginjal. Namun demikian, melanomakrofag juga dapat ditemukan pada organ hati, gonad, timus, dan lainnya [1,9]. 

    Sabtu, 10 Januari 2026

    Hemoglobin pada ikan

    Hemoglobin pada ikan Hemoglobin merupakan suatu protein globular yang tersusun dari 4 rantai globin dan grup prostetik heme yang saling berikatan satu sama lain. Hemoglobin berfungsi untuk mentransportasikan oksigen dari organ pertukaran gas ke jaringan perifer. Hemoglobin penting dalam adaptasi ikan untuk menghubungkan organisme dan lingkungan. Hemoglobin akan mendistribusikan okesigen melalui pertukaran udara menuju jaringan perifer.

    Jumat, 30 Mei 2025

    Sistem kardiovaskular pada ikan

        Jantung merupakan organ utama pada sistem kardiovaskuler ikan yang bertugas dalam memompa darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Darah yang bersirkulasi dari jantung menuju arkus insang teroksigenasi oleh difusi melalui epitel lamela insang. Darah kemudian dipompa dari aorta dorsal menuju arteri, mengalir ke kapiler perifer sebelum kembali melalui sistem vena. Jantung pada teleostei memiliki empat ruang dimana darah mengalir dalam sebuah alur sederhana: sinus venosus, atrium, ventrikel, dan bulbus arteriosus.

    Gb. Gambaran bagian-bagian dari jantung ikan

    Senin, 24 Maret 2025

    Limpa pada Ikan

    Limpa merupakan salah satu organ dalam yang penting pada ikan. Organ ini berwarna merah gelap atau hitam dan pada kondisi sehat biasanya memiliki tepi yang tajam [2]. Berlokasi di dekat kurvatora mayor lambung atau flexura usus. Meskipun biasanya terdapat tunggal, pada beberapa spesies dapat terbagi menjadi dua atau beberapa bagian kecil, misalnya pada kelompok ikan elasmobranchii [2,4].

    Organ ini memiliki peran dalam kekebalan tubuh ikan. Limpa berfungsi sebagai organ hematopoietik tambahan,  tempat filtrasi darah, dan penghancuran sel serta penyimpanan eritrosit [2].  Limpa terlibat dalam keradangan sistemik, gangguan hematopoietik umum, dan gangguan metabolisme. Organ ini merupakan target utama dari penyakit. Limpa merupakan satu-satunya organ menyerupai nodus limfatikus yang ditemukan pada ikan [2]

    Permasalahan utama yang dihadapi ahli biologi kesehatan ikan saat memeriksa limpa berkaitan dengan ukuran, warna, dan tekstur. Limpa dapat terlihat dalam dua ukuran, terlalu besar dan terlalu kecil, banyak variasi warna, merah tua hingga ungu gelap, serta tekstur yang kenyal hingga lunak [2]. Mayoritas pemeriksaan limpa pada nekropsi adalah normal. Hal yang perlu diingat adalah limpa mampu menyimpan banyak darah namun dalam jumlah yang bervariasi. Pada beberapa spesies, pankreas berlokasi di lapisan subkapsular limpa [2].

    Permukaan limpa tertutupi oleh membran atau kapsula yang tersusun atas ajringan ikat, epitel kuboid dan makrofag [5]. Arteri yang masuk ke limpa akan bercabang menjadi pembuluh darah kecil kemudian membentuk kapiler. Limpa berfungsi sebagai tempat penyaringan darah, penghancuran sel, dan penyimpanan eritrosit. Limpa juga terlibat dalam proses peradangan sistemik, gangguan yang melibatkan hematopoietik, dan metabolisme. Namun demikian, sangat jarang ditemukan limpa menjadi organ target utama penyakit. Pada ikan, limpa adalah satu-satunya nodus limfatikus [2].

    Gb, Histologi Limpa: kotak - MMC, panah putih - pulpa putih; panah hitam - pulpa merah

    Secara histologi, limpa pada tersusun oleh pulpa putih, pulpa merah, pembuluh darah, dan ellipsoid [3]. Pada ikan, kapiler dan ellipsoid dapat dibedakan [4]. Pulpa limpa tersusun atas jaringan fagositik sinusoid dimana sel darah merah dalam jumlah besar sebagai penyusun utama dan jaringan hematopoietik sebagai penyokong [2]. Limpa ikan teleostei berbeda dibandingkan dengan limpa mamalia dimana area pulpa merah dan putih merata dan tidak begitu berbeda serta jalinan jaringan ikatnya tidaklah mencolok. Ketika area pulpa merah terisi dengan sel darah merah, nodulus pulpa putih yang utamanya adalah jaringan limfatik akan terlihat dengan mudah [2]. Pulpa merah merupakan sistem interkoneksi splenic cord dan kapiler sinusoid (kapiler terbuka), terdiri atas sel erithroid dan trombosit, dan biasanya menyusun sebagian besar parenkim limpa. Splenic cord merupakan jalinan sel serupa fibroblast dengan foki dari berbagai sel darah. Pulpa putih terdiri atas sel limfoid yang biasanya mengelilingi pembuluh darah arterial, dan melanomakrofag center (MMC) dan elipsoid atau bentukan kelompok kecil di parenkim [3]. Selubung limfoid periarterial (Periarterial lymphoid sheath/PALS) pada pulpa putih  tersusun atas banyak limfosit, dan banyaknya sel plasma berkaitan dengan produksi imunoglobulin [4].

    Melanomakrofag (MM) merupakan karakteristik tipe sel imun dari teleostei dan umum terdapat di limpa. MM adalah fagosit yang mengandung berbagai pigmen, termasuk melanin (hitam-coklat), hemosiderin, ceroid atau lipofuscin (kuning-pink hingga coklat keemasan) terlokalisir dalam vakuola. MM dan MMC juga ditemukan di ginjal dan limpa [1,3]. Ellipsoid merupakan jalinan kapiler berdinding tebal dengan lumen sempit yang terbuka ke pulpa merah. Beberapa spesies tidak memiiki ellipsoid. Benda asing, selain dapat terlihat pada jalinan retikuler atau dalam makrofag, juga dapat terjebak ellipsoid [3]. Benda asing dari sirkulasi akan diperangkap dalam sel fagositik dan eritrosit limpa. Makrofag kemudian akan bereplikasi dan bermigrasi dari ellipsoid ke melanomakrofag center [5].

     

    Referensi

    [1] Genten .F., Eddy Terwinghe, Andri Danguy. 2009. Atlas of Fish Histology. Science Publisher: USA

    [2] Mumford, S., J. Heidel., C. Smith., J. Morrison., B. MacConnell., V. Blazer. 2007. Fish Histology and Histopathology. USFWS-NCTC

    [3] Mokhtar, D.M. 2017. Fish Histology: from cells to organs. Apple Academic Press: Canada

    [4] Kirschbaum, F. & Formicki, K (Ed). 2020. The histology of fishes. CRC Press: Boca Raton

    [5]. Roberts, R.J (Ed). 2012. Fish Pathology 4th Ed. Wiley-Blackwell: UK

     

    Kamis, 16 Januari 2025

    Ablasi dan dampaknya pada udang

    Seiring dengan meningkatnya budidaya udang, panti benih harus mampu menyediakan benur sesuai dengan permintaan. Hal ini tidaklah mudah sebab pada proses pembenihan udang terdapat tantangan dalam mematangkan gonad udang. Diketahui, induk udang  membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai kematangan gonad secara alami. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu metode yang umum digunakan adalah ablasi.

    Ablasi memiliki tujuan untuk mempercepat pematangan gonad betina.dengan cara menghilangkan atau menghancurkan organ X – kelenjar sinus kompleks yang ditemukan di tangkai mata. Organ X berfungsi untuk mengendalikan fisiologis udang dengan gonad inhibiting hormone (GIH). Hormon ini dihasilkan oleh sel sekretori organ X dan disalurkan ke kelenjar sinus untuk disimpan maupun dilepaskan. Dengan hilangnya organ X, sumber dari GIH akan hilang dan proses maturasi menjadi lebih cepat dimana kerja organ Y sebagai penghasil Gonad Stimulating Hormone (GSH) menjadi tidak terhambat.

    Sabtu, 13 Juli 2024

    Pentingnya karotenoid untuk ikan

    Karotenoid merupakan suatu pigmen precursor vitamin A yang penting untuk fotosintesis dan perlindungan cahaya pada tanaman. Karotenoid merupakan lipid yang mengandung unit isoprenoid. Karotenoid berasal dari struktur akrilik C40H56 dan pigmen tanaman atau alga yang bertanggung jawab terhadap warna merah cerah, kuning, oranye. Terdapat lebih dari 600 jenis karotenoid di alam yang diklasifikasikan menjadi karoten dan xanthophil.

    Pada ikan, karotenoid berkaitan erat dengan astaxanthin dan canthaxanthin sebagai pemberi pigmen merah hingga jingga pada daging salmon dan bagian luar udang dan lobster. Pigmen karotenoid  pada beberapa spesies ikan dapat juga terdeposit pada telur yang berasal dari mobilisasi daging salmon dan terdeposit pada jaringan ovarium saat dewasa kelamin.

    Rabu, 03 Juli 2024

    Pigmen pada Ikan

    Warna atau pigmentasi merupakan hal penting dan menjadi bagian dari mekanisme pertahanan setiap hewan. Warna pada tubuh ikan ikan memiliki fungsi untuk persembunyian, penyamaran, dan pemberitahuan. Warna tubuh dapat melindungi dari radiasi sinar UV atau serangan parasit, menyokong reproduksi dan interaksi sosial. Beberapa larva sidat memanfaatkan warna tubuh yang transparan untuk menghidari predator. Ikan pelagis cenderung memiliki warna tubuh sederhana, keputih-putihan pada perut, perak di sisi bawah tubuh sampai biru atau kehijauan di sisi atas dan hitam pada punggung. Sedangkan ikan demersal memiliki warna yang cenderung menyesuaikan substrat hidupnya.

    Warna pada tubuh ikan dipengaruhi oleh schemachrome (konfigurasi fisik) dan biochrome (pigmen pembawa warna).

    1. Schemachrome
      Warna putih ditemukan pada rangka, gelembung renang, sisik, testis. Sedangkan warna biru ditemukan pada iris, dan warna pelangi pada mata, sisik, membran anus

    2. Biochrome
      Pigmen yang termasuk biochrome adalah carotenoid (kuning, merah, dll), chromolipoid (kuning – coklat); indigoid (biru, merah, hijau), melanin (hitam dan coklat), flavin (floresen kehijauan), purin (putih atau perak), pterin (putih, kuning, merah, jingga).

    Kamis, 23 Maret 2023

    Anatomi Terumbu Karang

    Terumbu karang merupakan suatu ekosistem kompleks dengan spesies yang bervariasi. Secara tampilan terlihat seperti batu [2]. Terumbu karang terbentuk dari kalsium karbonat atau batu kapur, yang berasal dari air oleh organisme karang: koloni polip karang dan alga coralline serta pasir dari alga dan cangkang hewan [1,2]. Polip tumbuh membangun rangka tulang berbentuk mangkok. Karang berada di atas lapisan kalsium karbonat, yang ketika mati, rangka kalsium karbonat akan tertinggal, menambah struktur dari terumbu [3].  Terumbu karang tersusun dari berjuta-juta rangka yang kecil tersebut [4].

    Kamis, 02 Maret 2023

    Terumbu Karang: Apa dan Mengapa

    Banyak orang salah kaprah dalam mendefinisikan karang dan terumbu karang. Ada yang mengira bahwa terumbu karang adalah tumbuhan bahkan bukan makhluk hidup. Hal ini sangatlah wajar, karena tampilan terumbu karang tidak terlihat seperti organisme pada umumnya yang aktif bergerak. Terumbu karang terlihat hanya seperti seonggok batu yang berada di lautan. Lalu apakah terumbu karang itu sebenarnya?

    Gb. Terumbu karang (Pict by Francesco Ungaro)

    Kamis, 17 Maret 2022

    Stress pada udang

    Budidaya perikanan kerap menghadapi permasalahan, terutama dari adanya penyakit. Dalam suatu kejadian penyakit, salah satu hal yang memegang peranan penting adalah stress. Stress mengakibatkan komoditas budidaya rentan terhadap penyakit dan berdampak terhadap munculnya penyakit. Stress kerap terjadi dalam budidaya akibat adanya perubahan dari lingkungan. Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat memicu stress dalam perikanan [4,6,8].

    Minggu, 06 Februari 2022

    Stress pada ikan

    Stress merupakan suatu kondisi ketidaknyamanan secara fisik maupun psikologis yang menimbulkan pelepasan hormone terkait stress. Stress dapat terjadi pada berbagai makhluk hidup. Stress pada ikan didefinisikan sebagai terancamnya homeostasis ikan yang dibentuk oleh srespon adaptif yang kompleks. 

    Durasi Stress pada ikan
    Stress dapat berlangsung dalam jangka waktu singkat maupun panjang. Stress jangka pendek cenderung memiliki dampak terhadap Kesehatan yang lebih serius dibandingkan jangka panjang. Pada kondisi stress jangka pendek, ikan lebih sering mengalami sakit dan kematian. Stress jangka pendek dapat disebabkan oleh proses transportasi atau handling. Stres yang terjadi jangka panjang menyebabkan adanya kesempatan masuknya patogen yang dalam kondisi normal tidak berbahaya. Penyebab adanya stress jangka panjang berasal dari perubahan kualitas air dan manajemen budidaya yang buruk. Stress jangka panjang kerap kali ditandai dengan perubahan perilaku seperti perubahan cara berenang, ketidakmampuan merespon predator, penurunan pola makan, dan menyendiri.

    Senin, 22 Februari 2021

    Fungsi dan Fisiologi Ginjal pada Ikan

    Fungsi

    Ginjal ikan adalah organ yang kompleks sebab merupakan gabungan elemen hematopoietik, retikuloendothelial, endokrin, dan eksretori. Ginjal pada ikan memiliki fungsi yang sedikit berbeda dibandingkan dengan vertebrata lainnya. Organ ini juga turut berperan dalam homeostasis cairan tubuh. Ginjal pada ikan terbagi menjadi dua bagian, cranial pronefros (head/ anterior) dan caudal mesonefros (tail/ posterior). Secara umum pada ikan teleostei, bagian anterior ginjal memiliki fungsi sebagai jaringan hematopoietik yang mana juga mengandung elemen kromafin dan endokrin adrenokrtikal.

    Rabu, 10 Februari 2021

    Anatomi dan Histologi Ginjal pada Ikan

    Anatomi

    Organ ini berlokasi di retroperitoneal, melekat di bagian ventral/bawah columna vertebralis ikan, di atas dari gelembung renang. Organ ini memanjang di rongga abdomen, sering bersisian dengan esofagus dan di belakang dari cranium. Ginjal pada kelompok pari dan hiu berukuran lebih kecil. Ginjal pada ikan termasuk dalam organ yang sulit diambil. Bentuk dari ginjal cukup bervariasi, tergantung pada bentuk tubuh dan tiap-tiap spesies memiliki kekhasannya masing-masing. Pada sebagian besar ikan bertulang sejati, organ ini berbentuk sangat ireguler karena perlekatannya pada tulang belakang. Ginjal umumnya berwarna coklat kemerahan gelap atau coklat terang, gelap, hitam kecuali pada hiu dan pari yang berwarna lebih merah terang. Teksturnya juga lembut dan rapuh.

    Senin, 28 Oktober 2019

    [PROFIL] Ikan Mola-Mola

    Ikan mola-mola (pict credit to FAO, 2005)

    Taksonomi
    (ITIS)

    Kingdom           Animalia
    Subkingdom      Bilateria
    Infrakingdom    Deuterostomia
    Phylum             Chordata
    Subphylum       Vertebrata
    Infraphylum     Gnathostomata
    Superclass        Actinopterygii
    Class                Teleostei
    Superorder       Ostariophysi
    Order               Cypriniformes
    Superfamily     Cyprinoidea
    Family             Cyprinidae
    Genus              Hypophthalmichthys
    Species           Hypophthalmichthys molitrix (Valenciennes in Cuvier and Valenciennes, 1844)
    Hypophthalmichthys molitrix

    Kamis, 17 Oktober 2019

    Sistem Respirasi Ikan: Insang

    Kebanyakan kelompok teleostei menggunakan insang sebagai organ utama pada sistem pernafasan, meskipun beberapa memiliki alat bantu nafas seperti kulit, faring, dll [1].

    Lokasi
    Insang berlokasi bilateral di area posterior kepala atau yang disebut dengan branchial chamber/ opercular chamber [3].

    Fungsi
    Insang bertanggungjawab dalam pertukaran garam dan air serta berperan dalam mengeksresikan produk buangan nitrogen [2]. Dalam melakukan pertukaran gas, oksigen berdifusi sepanjang epitel lamella, sedangkan karbondioksida diekskresikan sebagai gas terlarut melalui lamella atau dalam bentuk bikarbonat oleh sel penghantar ion [5]

    Sabtu, 28 September 2019

    Sistem Indra pada Ikan: Mata

    Mata pada sebagian besar ikan serupa dengan manusia, kecuali strukturnya yang hampir tidak memiliki kelopak dan iris yang bekerja lebih lamban. Meskipun minim kelopak mata, pada ikan hiu, terdapat struktur serupa kelopak yang disebut membrana nictitans yang berfungsi melindungi mata [4]. Beberapa spesies laut dalam memiliki mata yang tidak proporsional untuk mengoptimalkan cahaya yang terbatas [8].

    Penglihatan menjadi bagian penting bagi ikan. Sebagian besar ikan memiliki penglihatan jarak pendek namun ikan memiliki sudut pandang hampir 360o. “Blank spot” bagi ikan hanyalah titik yang hampir tepat di belakang ikan. Ikan juga mengenali warna, merah, hijau, biru, dan kuning. Beberapa ikan juga memiliki ketertarikan terhadap warna tertentu [3]. Ikan laut sensitif terhadap cahaya dengan bias biru. Sedangkan ikan air tawar sensitif terhadap cahaya dengan bias kemerahan. Beberapa ikan memiliki dua tipe pigmen penglihatan yang proporsinya berubah sesuai dengan migrasi antara air tawar dan laut [6]. Mata pada ikan juga sensitif terhadap perubahan intensitas cahaya yang cepat. Hal ini akan mengakibatkan ikan buta sementara [4].

    Rabu, 26 September 2018

    Hematologi ikan - bagian 2

    A. Stem Sel
    B. Eritrosit
    C. Trombosit

    Hematologi ikan bagian - 2

    D. Leukosit

    a. Agranulosit
    Sel ini merupakan yang paling dominan pada Teleostei dan elasmobranchii. Pada proses pembentukannya, terdapat dua bentuk sel yaitu:

    - Limfoblast
    Merupakan diferensiasi dari hemoblast limfoid kecil dan serupa dengan proerythroblast. Perbedaannya adalah sitoplasma yang tercat merata

    - Prolimfosit
    Sel spheroid ini berdiameter 7-15nm dengan sitoplasma tercat azure tanpa granulasi azurophil. Nukleusnya di pusat, bulat, memiliki lekukan tapi tidak menyentuk membrane sel. Membrane nuleus, material kromatin, dan nucleoli cukup mencolok. Sel ini bukanlah sel fagosit namun aktif bermitosis. Keberadaanya pada pembuluh darah perifer mengindikasikan adanya kondisi patologis. Rasio sitoplasma dengan nucleus adalah 1,25-2:1

    Minggu, 23 September 2018

    Hematologi Ikan - bagian 1


    Darah merupakan salah satu komponen dalam tubuh yang dapat menjadi alat bantu diagnostik yang penting bagi hewan termasuk ikan. Pada dunia hewan terrestrial, darah telah diaplikasikan sebagai pendukung diagnosa dalam berbagai kasus penyakit. Hal yang serupa pun kini diadaptasi terhadap hewan eksotik seperti amfibi, reptil, burung, dan tidak menutup kemungkinan pada ikan. Namun demikian, pada ikan, data hematologi darah kurang memberikan banyak informasi. Hal ini disebabkan adanya faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi perubahan nilai hematologi. Oleh karenaanya ketika hematologi dijadikan suatu dasar diagnosa penyakit, beberapa faktor harus menjadi pertimbangan, seperti spesies, jenis kelamin, asal ikan, suhu air, kimia air, pakan, umur ikan, tehnik sampling, tehnik perhitungan darah, tehnik pewarnaan, dan personel yang menguji. 

    Fungsi dan komponen darah pada ikan
    Darah pada ikan, sebagaimana pada hewan tingkat tinggi lainnya tersusun atas sel darah dan plasma darah. Sel darah sendiri terdiri dari kelompok sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah (trombosit). Sedangkan plasma darah mengandung fibrinogen dan ion-ion anorganik dan komponen organik yang berperan dalam metabolisme. Fungsi penggumpalan darah dan produksi antibody menjadi salah satu fungsi darah. Darah juga membantu membawa substansi penting tubuh dan mendistribusikannya melalui sistem peredaran darah. Sel darah merah membawa oksigen , sel darah putih melindungi tubuh, dan kombinasi trombosit dan fibrinogen membantu menghambat kebocoran pembuluh darah sekaligus mempertahankan aliran darah.

    Rabu, 12 September 2018

    [Profil] Ikan Discus

    Gb. Ikan discus
    (picture from http://www.hollywoodfishfarm.co.nz)
    Taksonomi
    Termasuk dalam keluarga cichlid genus Symphysodon (pertumbuhan gigi mengalami reduksi pada simfisis rahang , area depan mulut merupakan pertemuan kedua rahang).

    Kingdom              Animalia 
    Subkingdom       Bilateria                
    Infrakingdom     Deuterostomia  
    Phylum                 Chordata 
    Infraphylum       Gnathostomata                 
    Superclass           Actinopterygii 
    Class                      Teleostei               
    Superorder         Acanthopterygii                 
    Order                    Perciformes 
    Suborder             Labroidei   
    Family                   Cichlidae   
    Genus                   Symphysodon Heckel, 1840        
    Species                 Symphysodon discus Heckel, 1840

    Distribusi
    Ikan ini berasal dari Amazon di Brazil, Colombia, dan Peru. Ikan biasa berada pada badan air yang mengalir, berpasir, atau yang dasarnya tidak memiliki sedimen dengan debris daun atau kayu yang mengalami dekomposisi.

    Minggu, 24 Juni 2018

    Anatomi Eksternal Kuda Laut


    Bentuk tubuh
    Kuda laut memiliki tubuh bizzare, upright shape, yang didesain cukup untuk menyelip diantara terumbu karang. Bentuk ini juga ideal untuk berkamuflase diantara terumbu karang dan sea fan.

    Kulit
    Kulit pada kuda laut berbentuk seperti baju baja.

    Coronet
    Merupakan garis-garis di bagian kepala kuda laut. Setiap kuda laut memiliki pola coronet tersendiri, seperti sidik jari pada manusia.

    Snout
    Merupakan bagian mulut, berukuran panjang, digunakan sebagai penghisap hingga menghancurkan makanan.