-->

atas

    Wednesday, 12 September 2018

    [Profil] Ikan Discus

    Gb. Ikan discus
    (picture from http://www.hollywoodfishfarm.co.nz)
    Taksonomi
    Termasuk dalam keluarga cichlid genus Symphysodon (pertumbuhan gigi mengalami reduksi pada simfisis rahang , area depan mulut merupakan pertemuan kedua rahang).

    Kingdom              Animalia 
    Subkingdom       Bilateria                
    Infrakingdom     Deuterostomia  
    Phylum                 Chordata 
    Infraphylum       Gnathostomata                 
    Superclass           Actinopterygii 
    Class                      Teleostei               
    Superorder         Acanthopterygii                 
    Order                    Perciformes 
    Suborder             Labroidei   
    Family                   Cichlidae   
    Genus                   Symphysodon Heckel, 1840        
    Species                 Symphysodon discus Heckel, 1840

    Distribusi
    Ikan ini berasal dari Amazon di Brazil, Colombia, dan Peru. Ikan biasa berada pada badan air yang mengalir, berpasir, atau yang dasarnya tidak memiliki sedimen dengan debris daun atau kayu yang mengalami dekomposisi.


    Habitat
    Di habitat aslinya, ikan discus yang berwarna solid hidup pada suhu hanyat 27-30oC.

    Morfologi
    Discus bertubuh ramping dengan sirip yang pendek dan perut yang kecil. Ikan ini memiliki berbagai corak seperti turquoise, pigeon, pigeon snake, leopard, leopard snake, pigeon checkerboard. Discus yang berwarna solid pun ada seperti red, melon, golden, ogon, red white, blue diamond, white diamond. Umumnya ikan berukuran hingga 20cm dan berat 150-250gram. Jantan dan betinanya sulit dibedakan. Keduanya memiliki warna dan ukuran yang hampir serupa. Sexing dapat dilakukan ketika pemijahan yakni dengan melihat papilla genital yang lancip pada jantan dan membulat pada betina.

    Sifat dan karakter
    Ikan discus senang hidup berkoloni dari kecil hingga dewasa. Bila berpasangan maka akan hidup soliter dengan pasangannya. Ikan ini berenang di kolom dan dasar. Ikan ini membutuhkan lingkungan yang tenang, dapat dipelihara Bersama dengan angel fish, Corydoras dan tetra ukuran medium.

    Budidaya dan pemeliharaan
    Hal terpenting pada pemeliharaan ikan ini adalah suhu yang harus stabil dan baiknya berada di dalam ruangan. Idealnya akuraium berukuran 1m diisi dengan 10-15 ekor diskus ukuran 2cm. akurarium dapat ditambahkan batu dan kayu agar menyerupai lingkungan alamiahnya. Filtrasi air dibutuhkan untuk menjaga kualitas air.

    parameter
    Nilai ideal
    Suhu (oC)
    26-30
    pH
    6-6,6 / 6-7,5 (cenderung agak asam)
    Ammonia (mg/l)
    0,02*
    Nitrit (mg/L)
    0,2*
    Alkalinitas (odH)
    0-12
    *hanya mampu mentoleransi jangka pendek

    Pakan
    Di alam discus memakan perifiton, tanaman, atau material dari detritus yang jatuh dan insekta. Ikan ini merupakan karnivora. Ikan diberi pakan bloodworm dan burger  (jantung sapi diblender). Pakan hidup atau beku lebih disarankan. Namun pemberian pakan flakes juga diperbolehkan. Discus mencari makan hampir sepanjang hari. Pada pemeliharaan, ikan discus dapat diberi makan 2-3 kali sehari. Larva discus memakan ‘mukus’ dari induknya. Mukus dapat mengandung nutrisi esensial atau fungsi digesti sehingga larva dapat tumbuh dan berkembang. Mukus discus diketahui mengandung asam amino seperti lysin, isoleusin, dan fenilalanin. Perilaku larva memakan mucus ini berlangsung hingga hari ke 12-15 kehidupannya. Lepas itu larva dapat diberi pakan artemia, spirulina, dan rotifer.

    Reproduksi
    Ikan ini sulit dipijahkan kecuali bila antar pasangan ingin memijah. Telur diletakkan pada daun atau permukaan yang datar (biasanya kaca akuarium). Benih harus dipelihara dengan induk, setelah menetas benih ini makan dengan mendekat pada lender tubuh ikan dewasa. Induk ini akan memelihara ‘anak-anaknya’.

    Penyakit
    Permasalahan utama berasal dari kualitas air yang mempengaruhi perilaku yang ditunjukkan dengan sirip melipat, penurunan nafsu makan, gerakan berenang tidak seimbang, dan bernafas di permukaan. Kasus lain yang dapat dijumpai adalah discus plague yang ditandai dengan turunnya berat badan, tubuh menghitam, produksi mucus berlebih, pernafasan cepat, dan letargi. Bakteri yang pernah dilaporkan menyerang pada ikan discus yakni Aeromonas hydrophila, Aeromonas jandaeni, Mycobacterium fortuitum. Parasit yang dikenal banyak menyerang ikan discus antara lain Spironucleus, cyrptobia, dan Capillaria. Spironucleus sp merupakan parasite internal dan kerap menyerang ketika ikan dalam kondisi stress. Parasit ini dapat ditangani dengan pemberian metronidazole dan magnesium sulfat secara oral dan perendaman. Pada literatur lain menyebutkan bahwa metronidazole tak begitu berpengaruh membasmi parasite, namun dimetridazole (80mg/L selama 24 jam diulang 3 hari) atau 2-amino-5 nitrothiazole (10mg/L selama 24 jam diulang 3 hari) dapat menurunkan infeksi parasite. Kasus HITH (hole in the head)/ HLLS juga dapat terjadi pada discus.

    Peraturan perundangan terkait
    -


    Referensi

    Jepson, L. 2016. Exotic Animal Medicine A Quick Reference Guide 2nd Edition. Elsevier: Missouri

    Livengood, E.K., Ohs, C.L., Chapman, F.A. 2018. Candidate Species for Florida Aquaculture: Discus Symphysodon spp., a Profitable but Challenging Species for Florida Aquaculture. UF/IFAS: Florida

    Buller, N.B. 2014. Bacteria and Fungi from Fish and Other Aquatic Animals 2nd Edition: A Practical Identification Manual.  CABI

    OATA. 2013. Discus. Brochure

    Sandford, G. 1999. Aquarium Owner's Guide. Colourscan: Singapura

    Surya, A. 2016. Discus Si Raja Ikan Air Tawar. Majalah Nusatic edisi 01 volume 1 no 1

    https://www.itis.gov






    No comments:

    Post a Comment