-->

    Wednesday, 27 December 2017

    Nutrisi Makanan bagi Ikan


    Nutrisi yang baik akan menyokong produksi daging yang berkualitas, sehat, dan ekonomis. Pakan  menjadi salah satu factor penting dalam budidaya. Pakan sendiri menjadi hal yang kritis sebab 40-50% biaya produksi dalam budidaya ikan berasal dari pakan. Dalam industri perikanan, pakan telah banyak dikembangkan dengan komposisi yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan bagi ikan.

    Secara umum, ikan mampu mencari makan sendiri di alam bebas. Namun demikian pada ikan peliharaan pakan ikan tetap harus ditunjang untuk mencapai target produksi. Pakan secara penuh disiapkan apabila ikan tersebut dipelihara secara indoor dengan kepadatan tinggi. Pakan bersifat suplemen bila ikan dipelihara di kolam tanah.

    Komposisi pakan ikan umumnya mengandung protein (18-50%), lemak (10-25%), karbohidrat (15-20%), abu< 8.5%), fosfor (< 1.5%), air (<10%), dan sejumlah vitamin serta mineral. Tampilan fisik pakan menjadi bagian penting pada budidaya ikan. Pelet yang diproduksi harus stabil dalam air hingga dikonsumsi oleh hewan. Stabilitas yang baik penting untuk spesies yang lambat makan seperti udang. Ukuran partikel juga penting untuk memastikan bahwa pakan tersebut sesuai untuk dikonsumsi.

    Protein
    Protein merupakan komponen utama dalam pakan ikan. Protein membentuk otot dan menghasilkan energi bagi ikan. Protein terdiri dari 50% karbon, 16% nitrogen, 21,5% oksigen, dan 6,5% hydrogen. Ikan dapat mencerna kadar protein tinggi. Namun kadar yang melebihi 65% akan terbuang sebagai bahan buangan. Protein juga tersusun dari banyak asam amino esensial. Di alam terdapat 200 jenis asam amino, namun hanya 20 yang umum ditemukan dan 10 diantaranya tidak dapat disintesis oleh ikan. Oleh  karenanya 10 asam amino ini harus ditambahkan dalam pakan ikan. Sepuluh asam amino ini antara lain metionin, lisin, leusin, valin, phenylalanine, arginin, triptopan, histidine, isoleusin, threonine. Kebutuhan protein setiap ikan berbeda-beda, bergantung pada jenis, umur, manajemen budidaya (kepadatan, suhu, kualitas air), dan genetik. Disamping itu kebutuhan protein juga ditentukan oleh nilai energi yang terkandung dalam pakan serta kualitas protein (kecernaan)

    ·         Kadar protein pada udang laut adalah 18-20%, lele 28-32%, nila 38-42%.

    ·         Kadar protein cukup rendah pada ikan herbivora dan omnivore.

    ·         Kadar protein tinggi dibutuhkan pada kolam kepadatan tinggi

    ·         Ikan kecil membutuhkan protein dalam kadar tinggi sebab ikan sedang bertumbuh, jika tidak maka   protein hanya dapat digunakan untuk hidup saja

    ·         Ikan karnivora membutuhkan protein dan lemak lebih banyak daripada ikan omnivore dan herbivora.

    ·         Ikan laut membutuhkan protein dan lemak lebih banyak daripada ikan air tawar

    Lemak
    Lemak merupakan bahan nutrient yang dapat digunakan untuk menggantikan protein. Lemak mampu menghasilkan energi dua kali lebih banyak seperti protein dan karbohidrat. Lemak pada pakan ikan sebesar 15% yang akan mengsuplai asam lemak esensial (essential fatty acid/EFA) dan sebagai transporter untuk vitamin larut lemak. Penggunaan lemak dalam kadar tinggi dalam pakan tidaklah selalu baik. Permasalahan deposit lemak berlebih dalam hati akan mengganggu metabolisme dan kualitas ikan. Ikan laut membutuhkan n-3 HUFA 0,5-2% pakan untuk pertumbuhan dan kesehatan optimal. Dua EFA dalam kelompok ini adalah eiosapentanoic acid (EPA: 20:5n-3) dan decosahexanoid
    acid (DHA:22:6n-3). Ikan air tawar tidak membutuhkan HUFA rantai panjang, namun membutuhkan asam lemak 18 karbon n-3, asam linoleate (18:3-n3) sebesar 0,5-1,5% dalam pakan. Asam lemak ini tidak dapat diproduksi tubuh ikan air tawar, oleh karenanya harus disuplai dari pakan. Kebanyakan ikan air tawar memiliki enzim yang dapat memanjangkan rantai hidrokarbon lalu mendesaturasi (menambahkan ikatan ganda) hingga menjadi rantai hidrokarbon yang panjang. Melalui sistem ini ikan air tawar dapat membentuk rantai panjang n-3 HUFA, EPA, dan DHA. Enzim semacam ini tidak dimiliki oleh ikan laut sehingga membutuhkan HUFA n-3 rantai panjang dalam bahan pakannya. Ikan jenis lain seperti nila membutuhkan asam lemak kelompok n-6, karper ataupun lele membutuhkan kombinasi asam lemak n-3 dan n-6.


    Karbohidrat
    Kebutuhan karbohidrat bukanlah yang utama dalam pakan ikan. Namun penambahan karbohidrat dalam pakan akan membuat produksi pakan lebih ekonomis. Tepung yang dimasak saat proses pembuatan pakan akan membantu proses pengikatan pakan. Hal ini penting untuk pakan jenis terapung. Disamping itu, proses pemasakan juga akan membantu ikan secara biologis. Karbohidrat pada ikan disimpan dalam bentuk glikogen dan digunakan sewaktu membutuhkan energi lebih saja. Ikan tidak mampu menggunakan karbohidrat secara efisien. Hanya 20% karbohidrat dalam pakan yang mampu digunakan oleh ikan. Ikan memiliki sistem enzim yang mampu mencerna dan mengabsorbsi karbohidrat dalam jumlah terbatas, tergantung pada spesies, stadium, suhu, kadar dan jenis karbohidrat, serta tingkat prosesing pakan. Sebagian besar karbohidrat sulit tercerna oleh ikan laut karnivora seperti kerapu, red snapper, dan mangrove snapper.

     Karbohidrat dapat diperoleh dari tepung jagung, gandum, atau apapun yang dapat dibuat sereal. Ikan dapat tumbuh dengan baik dengan pakan yang mengandung karbohidrat tercerna. Namun demikian harus ada penyesuai dengan kebutuhan protein dan energi. Karbohidrat dalam tubuh ikan disimpan dalam bentuk glikogen dan bagian yang membentuk struktur kitin dan selulosa. Kadar karbohidrat yang berlebih akan mengakibatkan penurunan efisiensi pakan dan perubahan metabolism karbohidrat. Kadar karbohidrat yang berlebih dalam jangka panjang akan menyebabkan stress, perubahan fungsi kekebalan, dan penurunan ketahanan terhadap penyakit. Karbohidrat berlebih hanya akan dieliminasi dalam feses. Hal ini juga menyumbang peran dalam pencemaran lingkungan budidaya.



    Vitamin

    Vitamin tidak dapat diproduksi oleh tubuh ikan. Oleh karenanya harus dibantu dari pakan. Ada empat jenis vitamin yang larut dalam lemak yang dibutuhkan oleh ikan yakni vitamin A, D, E dan K dan sebelas jenis vitamin yang larut dalam air. Vitamin C dibutuhkan dalam sistem imun ikan dan sebagai antioksidan. Vitamin A untuk penglihatan, vitamin D untuk integritas tulang; vitamin E sebagai antioksidan; vitamin K untuk integritas kulit dan pembekuan darah. Jumlah vitamin yang dibutuhkan oleh ikan adalah 1-2,5% dalam pakan kering. Defisiensi vitamin dapat menimbulkan gangguan pada ikan. Gangguan pertumbuhan adalah salah satu gejala umum defisiensi vitamin. Skoliosis, tubuh menghitam dapat disebabkan defisiensi asam askorbat dan asam folat. Kebutuhan vitamin pada ikan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: ukuran/umur, laju pertumbuhan, suhu air dan komposisi pakan.



    Mineral

    Mineral dibutuhkan dalam pakan untuk fungsi normal tubuh. Ikan biasanya mendapatkan mineral secara langsung dari air melalui kulit dan insang. Terdapat sekitar 20 mineral termasuk kalsium, fosfor, magnesium, besi, copper, mangan, zinc, iodin, dan selenium. Kebutuhan mineral pada pakan ikan adalah 1-2,5% dari pakan kering. Kebutuhan mineral bervariasi, bergantung kepada jenis ikan, stadia, status reproduksi, jenis pakan alami yang biasa dimakan, lingkungan hidup dan kemampuan ikan tersebut dalam menyerap mineral dari lingkungan hidupnya.


    Referensi


    AFCD. 2009. Fish Feed Management. Aquaculture Fisheries Division Good Aquaculture Fisheries Series

    Craig.S. 2009. Understanding Fish Nutrition, Feeds, and Feeding. Virginia Cooperative Extension publication 420-256

    Lee, C.S., Lim, C., Gatlin III., D.M., Webster, C.D (Ed). 2015. Dietary Nutrients, Additives and Fish Health, First Edition. John Wiley & Sons, Inc.

    Lio-Po. G.D. dan Inui, Y. 2014. Health Management in Aquaculture Second Edition. Southeast Asian Fisheries Development Center, Aquaculture Department.

    Pandey, G. 2013. Feed Formulation and Feeding Technology for Fishes. International Research Journal of Pharmacy 4(3)

    Yulfiperius. Nutrisi Ikan


    No comments:

    Post a Comment