-->

atas

    Sunday, 22 March 2020

    Anestetika pada ikan


    Tujuan prosedur anestesi pada ikan
    Penggunaan anestesi atau pembiusan pada perikanan ditujukan untuk berbagai keperluan, misalnya pembedahan, sortir induk, pengukuran dan tagging. Pada ikan budidaya, anestesi bertujuan untuk mempermudah handling.

    Persyaratan anestetika
    Penggunaan anestetika pada ikan setidaknya harus memiliki syarat sebagai berikut:

    • Mampu menginduksi stadium 4 anestesia dalam 3 menit
    • Aman digunakan pada ikan selama 30 menit
    • Rekoveri terjadi dalam 20 menit
    • Pemberian mudah
    • Mudah larut dalam air dan stabil
    • Efektif pada dosis rendah
    • Analgesia cukup baik
    • Sedasi / anestesi dapat diprediksi
    • Mudah mengatur stadium yang diinginkan
    • Margin keamanan cukup lebar
    • Murah
    • Tidak menginduksi stress
    • Aman bagi operator
    • Withdrawal time pendek
    • Tidak berbahaya bagi lingkungan

    Persyaratan tersebut relevan untuk ikan yang akan dilakukan prosedur pembedahan, tidak untuk ikan komersial. Waktu induksi pada tiap individu ikan akan bervariasi karena perbedaan kecepatan air yang mengalir pada insang dan bergantung pada konsentrasi anestetika yang digunakan. Perbedaan spesies dan ukuran ikan juga dapat mempegaruhi konsetrasi atau penentuan jenis obat yang digunakan.

    a. Hipotermia
    • Kecepatan pendinginan diketahui dan dapat dikendalikan
    • Dapat melakukan pengaturan suhu
    • Mortalitas rendah atau tidak ada


    b. Obat-obatan
    Berbagai jenis bahan kimia telah diujicobakan sebagai anestetika dengan hasil yang sebagian besar kurang memuaskan.

    Jenis obat
    Keterangan
    Nikotin, garam
    Tidak efektif
    Halotan, sodium thiomylal
    Letal atau di bawah dosis efektif
    methyl-pentynol, chlorbutanol
    Toksik pada ikan kecil
    Etomidate, metomidate, propanidid,piscaine
    Recoveri panjang; namun masih dapat digunakan sebagai sedativa. Metomidate lebih sebagai hipnosis daripada anestetika. Etomidate menyebabkan hemolisis.

    Dari berbagai obat-obatan yang digunakan, setidaknya ada 4 jenis anestetika yang memenuhi persyaratan, antara lain:
    Jenis obat
    Keterangan
    MS 222/ tricaine methane sulfonate
    Anestesi umum untuk ikan air tawar dan laut. Terakumulasi pada ikan
    Benzocaine (ethyl para amino benzoate)
    Anestesi umum. Terakumulasi pada ikan
    Phenoxyethanol (phenoxetol, 2-phenoxy ethanol)
    Dapat digunakan untuk jangka panjang, tidak terakumulasi.
    Quinaldine sulfate
    Reflek responsif sering tidak kembali
    karbondioksida
    Rekoveri panjang, namun masih cukup aman. Membutuhkan peralatan khusus
    Clove oil / eugenol, isoeugenol, methyleugenol
    Aman untuk koi dan ikan mas. Sulit larut dalam air.

    c. Elektroanestetika
    Tehnik ini digunakan untuk mematikan dan menangkap ikan liar. Disamping itu juga dapat digunakan untuk mobilisasi ikan hasil tangkapan.
    Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan anestetika ini pada ikan
    • waktu induksi
    • waktu recovery
    • batas aman tinggi (misal rasio dosis efektif dan dosis letal)
    • efek reflex atau spontan
    • dampak kesehatan bagi ikan dan pengguna

      
    Referensi terkait 

    Ostrander, G. (Ed). 2000. The Laboratory Fish 1st Edition. Academic Press

    Ross, L.G., B. Ross., B. Ross. 2008. Anaesthetic and Sedative Techniques for Aquatic Animals Third Edition. Blackwell Publishing: UK


    Roberts, H.E (Ed). 2010. Fundamentals of ornamental fi sh health. Blackwell Publishing

    Mitchell, M.A dan Tully, T.N.2009. Manual of Exotic Pet Practice. Saunders Elsevier: Missouri

    Treves-Brown, K.M. 2000. Apllied Fish Pharmacology. Kluwer Academic Publishers:Netherlands



    No comments:

    Post a comment