-->

    Sunday, 7 October 2018

    Nocardiosis

    Nama lain:  -

    Etiologi/ penyebab
    Bakteri Nocardia spp. Bakteri gram positif, berfilamen [1]. Nocardia seriolae paling sering berkaitan dengan penyakit ikan budidaya [2]. Disamping itu terdapat dua spesies lagi yakni Nocardia salmonicida dan N. asteroids  [4]

    Hospes
    Jade perch [1] Tigerfish [2], seabass/ kakap putih, bawal bintang [3], Teleostei dan shellfish [5]. N. arteroides dilaorkan menimbulkan infeksi pada neon tetra, rainbow trout, formossa snakehead, dan largemouth bass. N. salmonicida menyerang blueback salmon. Sedangkan N. seriolae  memiliki hospes lebih luas lagi termasuk kerapu, chub mackerel, amberjack, Japanese flunder, dan yellowtail [5]

    Stadium rentan
    Semua usia [7] namun usia mudah lebih sering terutama pada akhir musim panas dan awal musim gugur [9]


    Epizootiologi:
    Nocardiosis tersebar di Amerika selatan, Amerika Utara, Asia Selatan, dan Australia [1]. Pertama kali N asteroides dilaporkan pada ikan tropis air tawar pada tahun 1963 oleh Valdez dan Conroy. Kondisi yang serupa selanjutnya ditemukan oleh ilmuwan yang berbeda pada ikan rainbow trout, brook trout, largemouth bass, dan formosa snakehead [9].  Patogen ini menyebar melalui lesi kulit. Namun bisa juga dari insang, otot, dan lokasi yang terinfeksi. Pada uji coba, mortalitas melalui intradermal tidak begitu tinggi bila dibandingkan dengan intraperitoneal dan perendaman. Sedangkan rute oral sama sekali tidak efektif [5].

    Faktor pendukung
    Nocardia adalah patogen oportunistik yang infeksinya dapat dipicu oleh fasilitas budidaya. Padat tebar yang tinggi berpotensi mempengaruhi kekebalan tubuh dan meningkatkan resiko infeksi bakteri ini [1]

    Gejala Klinis
    Stadium awal nocardiosis tidak menunjukkan gejala [1]. Infeksi oleh N. asteroids menyebabkan ikan berenang tak terarah. Hal ini berkaitan dengan lesi pada otak dan otot. Disamping itu ikan juga mengalami anoreksia, emasiasi, dan pelebaran mulut serta abdomen, dan terdapat granuloma pada berbagai organ. Lesi akut ditandai dengan nekrosis otot [5]. Pada ikan jade perch, gejala klinis ditandai dengan perubahan tubuh menghitam, ulcer kulit, dan nodul pada ginjal, hati, jantung, dan organ lain [1]. Nodul juga dapat ditemukan pada insang dan limpa [3]. Nodul pada kulit bersifat multifocal dan biasanya mengalami rupture serta eritema dan pus kuning bila dipotong. Nodul ini berdiameter 1-5mm [2]. Pada ikan snakehead, infeksi N. seriolae menyebabkan anoreksia, emasiasi, dan gangguan renang tanpa lesi eksternal [5].

    Gb. Limpa dengan bercak putih berjumlah banyak
    (pict from thefishsite.com)
    Perubahan patologi
    Pada pemeriksaan histopatologi, ikan jade perch yang diinfeksi oleh Nocardia menunjukkan granuloma pada organ ginjal, hati, dan limpa [1]. Granuloma pada berbagai organ merupakan ciri utama histopatologi nocardiosis [1]. Granuloma ini tersusun dari area nekrosis dengan debris sel dan agregat bakteri [5].

    Diagnosa banding
    Granuloma yang disebabkan oleh Nocardia menyerupai dengan infeksi oleh Mycobacterium [1]. Morfologi Nocardia membedakan dengan Mycobacterium dimana bentuknya cocobasil, panjang, dan bercabang [8].

    Metode Diagnosa
    Diagnosa dilakukan dengan isolasi dan identifikasi, histopatologi, pewarnaan ziehl neelsen, molekuler [1], LAMP [5]. Bakteri ini tumbuh pada agar Lowenstein Jensen setelah 21 hari [8].

    Pencegahan dan Pengendalian
    Penanganan sangat menghabiskan biaya dan tenaga dengan hasil yang rendah dan dapat muncul kembali [1]. Pada ujicoba sensitivitas terhadap antibiotik, strain yang berasal dari spotted butterfish pada studi yang dilakukan oleh Wang et al (2014) menunjukkan bahwa bakteri sensitive terhadap erithromycine, doxycycline, spiramycine, neomycine, dan streptomycine namun resisten terhadap tetracycline [4]. Pada publikasi oleh Maekawa et al (2017) menyebutkan bahwa benzalkonium klorida dan beberapa antibiotik (trimethoprim, sulphamethizole, dan sulphamethaxazole) efektif melawan infeksi N. arteriodes [5]. Hal ini juga serupa dengan yang disebutkan pada studi Chang et al (2016) dimana oxytetracycline, trimethoprim atau erythromycin, florfenicol, thiamphenicol baik unyuk menangani infeksi N. seriolae. Oxytetracycline dan trimethoprim dianjurkan sebagai pilihan pertama pada nocardiosis ikan  [6]

    Pengembangan vaksin terhadap N. seriolae. Didapatkan bahwa vaksin dengan formalin-killed cells (FKC) atau heat-killed bacterial cells tidak memberikan perlindungan setelah uji tantang pada yellowtail. Vaksin lain, yakni  Mycobacterium bovis Bacillus Calmette–Guerin (BCG), vaksin tuberculosis pada manusia malah efektif untuk melawan berbagai infeksi termasuk nocardiosis. Percoabaan terhadap Japanese flounder menunjukkan proteksi terhadap N. seriolae. Vaksin lain yang dikembangkan antara lain DNA vaccines using Ag85-like gene of Nocardia seriolae, recombinant interferon c, dan recombinant interleukin 12 dan  Formalin-killed bacteria [5]

    Pengobatan nocardiosis secara herbal pernah dipelajari oleh Ismail dan Yoshida (2017) secara in vitro. Hasil studi menunjukkan bahwa minya esensial thyme dan kayu manis (baik secara tunggal maupun campuran) memiliki potensi untuk mengatasi nocardiosis ikan [10]

    Referensi

    1. Wang, F., Xuguang W, Chun L., Ouqin C., Yongyong F., Lang J., Kaibin L. 2017. Nocardia seriolae infection in cultured jade perch, Scortum barcoo. Aquacult Int (2017) 25:2201–2212 DOI 10.1007/s10499-017-0184-4

    2. Wang, P-C.,  S-D Chen., M-A Tsai., Y-J Weng., S-Y Chu., R-S Chern., S-C Chen.2009. Nocardia seriolae infection in the three striped tigerfish, Terapon jarbua (Forsska° l). Journal of Fish Diseases 2009, 32, 301–310 doi:10.1111/j.1365-2761.2008.00991.x

    3. Vu-Khac, H.,Van Q.B.D., Shih-Chu C., Trung H.P., Thi T.G.N., Thi T.H.T. 2016. Isolation and genetic characterization of Nocardia seriolae from snubnose pompano Trachinotus blochii in Vietnam. Disease of Aquatic Organisms. Vol. 120: 173–177, doi: 10.3354/dao03023

    4. Wang, P-C., Ming-Ai T., Yu-Chi, L., Yanting C., Shih-Chu C. 2014. Nocardia seriolae, a Causative Agent of Systematic Granuloma in Spotted Butterfish, Scatiphagus argus, Linn.  African Journal of Microbiology Research Vol 8(38) pp 3441-3452

    5. Maekawa, S., T Yoshida, P-C Wang, S-C Chen. 2017. Current knowledge of nocardiosis in teleost fish.  Journal of fish disease DOI: 10.1111/jfd.12782

    6. Chang, H-Y., Jyh-Mirn L., Jiann-Hsiung W. 2016. The Minimum Inhibitory Concentration Of Antibiotics Against Nocardia Seriolae Isolation From Diseased Fish In Taiwan. Taiwan Veterinary Journal, Vol. 42, No. 2 (2016) 1–4

    7. Austin, B. dan Austin, D.A. 2007. Bacterial Fish Pathogens Diseases of Farmed and Wild Fish Fourth Edition. Praxis Publishing: UK

    8. Noga, E J. 2010. Fish disease : diagnosis and treatment / Second Edition. Blackwell Publishing

    9.  Roberts, R.J (Ed). Fish Pathology 4th Ed. Wiley-Blackwell: UK


    10. Ismail, TF dan Yoshida, T. 2017. In vitro activity of some essential oils alone and in combination against the fish pathogenNocardia seriolae. DOI 10.1515/pjvs-2017-006





































    No comments:

    Post a Comment