-->

    Friday, 20 October 2017

    Gyrodactyliasis pada Ikan Hias


    Nama lain:  skin fluke [1]



    Etiologi/ penyebab: parasite monogenean Gyrodactylus bullatarudis [5], G. Turnbulli, G. Katherineri [6]. Parasit bersifat vivipar (beranak ) [1]. G. gurleyi terdapat pada ikan maskoki. Sedangkan G. elegans pada ikan stickleback []. Parasit ini berukuran kecil (panjangnya kurang dari 1mm), memiliki dua anchor central dan 16 kait marginal pada opisthohaptor. Tidak memiliki eyespot dan terkadang terlihat juvenil di uterus cacing dewasa [2]



    Hospes : ikan hias air tawar seperti ikan mas koki, discus, dan angel fish  [1], guppy [5], koi, molly, platy, swordtail [6], dan ikan hias air laut [2]


    Gyrodactylus (pic from classconnection.s3.amazonaws.com)


    Siklus hidup

    Parasit melepaskan telur ke dalam air yang kemudian akan melepaskan stadium yang berenang bebas (oncomirasidium) untuk mencari hospes [1].



    Gejala Klinis

    Ditandai dengan menggosok-gosokkan tubuh, megap-megap, letargi, sirip geripis, produksi mucus berlebih, ulcerasi kulit, hilangnya sisik, dan kematian pada infestasi berat. Cacing dapat berlokasi di ulcer sekunder, penyakit bacterial dan terkadang mengakibatkan kerusakan epitel akibat perlekatan dan cacing yang menghisap [1]



    Perubahan patologi

    Perubahan histopatologi akibat Gyrodactylus pada insang dan kulit serupa dengan Dactylogyrus sp [4]



    Metode Diagnosa

    Metode wet mount sitologi pada insang atau kulit sering digunakan untuk mendiagnosa infestasi monogenean. Gyrodacylus tidak memiliki eyespot dan seringkali terlihat memilki embrio di dalamnya. Parasit juga dapat teramati memiliki kait dan sedang menghisap atau memanjang pendekkan tubuhnya [1]

     

    Pencegahan dan Pengendalian

    Penanganan parasit ini tidak jauh berbeda dengan parasit monogenea lainnya. Formalin dan metilin biru dapat digunakan selain dengan organofosfat. Dapat pula digunakan mebendazol dan praziquantel. Pada ikan hias laut penggunaan air tawar dapat dicobakan. Upaya penanganan juga termasuk disinfeksi alat dan wadah [2]

    Sumber: [3], [7], [9]
    Pengobatan herbal
    Telah dilakukan percobaan pengujian pengobatan Gyrodactylus pada ikan guppy dengan menggunakan bahan dari bawang putih. Bubuk bawang putih kering-beku, flakes bawang putih kering-beku, dan allyl disulfida memiliki potensi melawan G. Turnbulli [8]
     Referensi
    1.       Roberts, .H.E, Palmeiro, B., Weber, E.S. 2009. Bacterial and Parasitic Disease of Pet Fish. Vet Clin Exot Anim 12 (2009) 609–638 doi:10.1016/j.cvex.2009.06.010
    2.       Wildgoose, W.H (ed). BSAVA Manual of Ornamental Fish Second Edition. British Small Animal Veterinary Assosociation.
    3.       Roberts, H.E. 2010. Fundamentals of ornamental fi sh health. Blackwell Publishing
    4.       Mohammadi, F., Mousavi, S.M., Rezaie, A. 2001. Histopathological study of parasitic infestation of skin and gill on Oscar (Astronotus ocellatus) and discus (Symphysodon discus). International Journal of the Bioflux Society Vol 5 Issue 1
    5.       Koyuncu. C.E. 2009. Parasites of ornamental fish in Turkey. Bull. Eur. Ass. Fish Pathol., 29(1) 2009,  25
    6.       Iqbal, Z. Dan Haroon, F. 2014. Parasitic Infections of Some Freshwater Ornamental Fishes Imported in Pakistan. Pakistan J. Zool., vol. 46(3), pp. 651-656, 2014.
    7.       Koyuncu, C.E. dan Toksen, E. researchgate.net/publication/268293598
    8.       Schelke, B., Snellgrove, D., Cable, J. 2013. In vitro and in vivo efficacy of garlic compounds againstGyrodactylus turnbulli infecting the guppy (Poecilia reticulata). Veterinary Parasitology 198 (2013) 96– 101
    9.       Goven, B.A. dan Amend, D.F. 1981. Mebendazole/Trichlorfon Combination: A New Anthelmintic For Removing Monogenetic Trematodes From Fish. J Fish Biol (1982) 20, 373-378

    No comments:

    Post a Comment