-->

atas

    Sunday, 16 May 2021

    Penyimpanan pakan ikan dan udang

    Penyimpanan pakan merupakan hal penting yang tidak dapat diabaikan. Pengetahuan penyimpanan pakan akan menjamin bahwa pakan yang disimpan dalam kurun waktu tertentu memiliki kualitas yang masih baik. Sebelum melakukan penyimpanan pakan, ada baiknya untuk selalu memeriksa tanggal pembuatan pakan dan cara penanangannya. Periksa secara cermat pada saat membeli pakan. Upayakan membeli pakan yang kering, tidak berjamur, dan tidak berkutu. Dalam melakukan penyimpanan pakan, beberapa kondisi harus diperhatikan untuk mengurangi kerusakan seperti kondisi kimiawi pakan dimana kandungan air tidak lebih dari 12% dan lemak kurang dari 5%, kondisi fisik yakni kemasan yang tahan lama, kondisi biologi yakni pakan tidak mudah tercemar, dan kondisi penyimpanan yang memenuhi persyaratan.

    Persyaratan wadah penyimpanan

    Biasanya pakan dibungkus dalam sak-sak. Namun adapula yang mengemas dalam karung plastik, kertas semen, plastik tebal, dan aluminium foil. Inti dalam pengemasan pakan adalah wadah dapat melindungi pakan, tidak mempengaruhi atau mengotori isi, memiliki daya tahan selama penyimpanan dan pengangkutan. Secara fungsi, wadah memiliki fungsi teknis yakni praktis dan mampu melindungi serta fungsi komersial yakni menarik, mudah dikeluarkan dan mudah dikenali.

    Persyaratan tempat penyimpanan

    Pakan sebaiknya ditempatkan pada sarana yang sesuai. Penempatan pakan yang tidak memadai akan mengakibatkan turunnya kualitas pakan yang dapat berdampak pada buruknya pertumbuhan, kurangnya nutrisi, munculnya masalah kesehatan bahkan kematian. Secara umum, kerusakan bahan dan formulasi pakan disebabkan oleh jamur. Berbagai mikroorganisme seperti yeast, bakteri, jamur, dapat tumbuh pada suhu kamar dengan kelembaban pakan 12% atau lebih.

    a. Bangunan

    Bangunan penyimpanan pakan harus kedap air, aman, dan dapat dikunci. Di dalamnya hanya khusus digunakan untuk pakan, tidak untuk penyimpanan lainnya atau digunakan untuk tempat beristirahat. Area di sekitar bangunan juga harus bersih, bebas dari kotoran dan banjir. Bangunan disarankan berbahan baja atau semen.

    b. Atap

    Atap sebaiknya rapat dan mampu melindungi pakan dari sinar matahari secara langsung dan hujan.

    c. Pencahayaan

    Sak pakan tersebut harus dihindarkan dari sinar matahari atau dingin secara langsung. Vitamin, protein, dan lemak adalah bahan yang sensitive terhadap panas dan dapat terdenaturasi bila disimpan dalam ruangan bertemperatur tinggi.

    d. Kelembaban

    Fasilitas penyimpanan harus kering dan memiliki kelembaban rendah. Kelembapan tinggi dapat memicu tumbuhnya jamur dan dekomposisi pakan. Penggunaan pakan yang berjamur dapat mengakibatkan kematian ikan akibat keracunan.

    e. Ventilasi

    Ventilasi yang disarankan adalah yang sejuk dan mampu mengontrol kelembaban ruangan. Beri mesh untuk menghalangi masuknya debu. Penanganan pakan yang kurang baik dapat menghancurkan pellet sehingga tidak dapat termakan oleh ikan.

    d. Aman dari hewan dan bebas pengerat dan pengganggu

    Tikus, mencit, dan hewan lainnya juga harus dicegah masuk ke area penyimpanan. Pakan yang telah dibuka sebaiknya diikat kuat untuk mencegah hama masuk ke dalam pakan.

    h. Lokasi penyimpanan mudah dijangkau

    i. Langit-langit

    Langit-langit dibuat dari bahan yang tahan terhadap serangan hama dan diberi lapisan anti debu.

    Apabila tidak memungkinkan untuk membuat ruangan khusus untuk penyimpanan pakan, sebagai alternatif dapat dibuat suatu wadah/lemari khusus yang didesain memenuhi persyaratan untuk penyimpanan pakan. Jika pakan yang disimpan jumlahnya tidak banyak, bisa juga menggunakan wadah seperti drum atau kotak kayu. Wadah semacam ini juga dapat digunakan untuk menyimpan pakan yang telah diberi suplemen untuk kebutuhan satu minggu.

    Penempatan pakan

    Pakan ditempatkan tidak bersinggungan langsung dengan tanah. Hal ini bertujuan untuk menghindari penguapan tanah dan kerusakan oleh jamur. Pakan ditempatkan jauh dari bahan kimia. Pakan disusun dalam tumpukan, tidak boleh disusun lebih dari 10 tumpukan. Antar tumbukan harus diberi sekat. Susun pakan sedemikian rupa sehingga pakan lama tidak terhalangi oleh pakan baru. Pakan baru selalu disusun di belakang atau dibawah pakan lama. Hal ini bertujuan agar pakan lama yang dipakai terlebih dahulu. Bagian alas biasanya diberi palet kayu atau plastik untuk memudahkan. Pakan juga tidak boleh disusun menempel pada dinding. Sisakan sekat sekitar 30cm antara tumpukan dengan dinding. Hal ini untuk mencegah pakan lembab dan bakteri/jamur tidak mudah tumbuh.


    Gb. alas dan cara menyusun pakan (source: FAO)

    Lama penyimpanan

    Pakan ikan sebaiknya disimpan tidak lebih dari 90-100 hari.  Bahkan lebih baik lagi kurang dari 2 bulan dari waktu pembuatan. Masa penyimpanan yang lebih pendek akan menguntungkan, sebab biaya penyimpanan berkurang dan untuk pakan segar kualitasnya juga lebih baik. Khusus pakan yang lembab seperti ikan rucah dan pelet dengan tingkay kelembaban tinggi disarankan untuk disimpan maksimal satu minggu pada suhu rendah (-20oC). Lebih baik lagi jika digunakan segera setelah pembelian. Untuk menghindari penyimpanan terlalu lama, gunakan prinsip first in first out. Atau apabila ada wadah yang rusak maka harus digunakan lebih awal. Bila perlu buat catatan masa kadaluarsa sebagai panduan atau beri label khusus agar mempermudah identifikasi pakan lama.

    Manajemen Tempat penyimpanan pakan

    Disamping memiliki fasilitas penyimpanan yang baik, fasilitas secara berkala juga penting untuk menjaga ruangan tetap ideal sebagai tempat penyimpanan. Lantai, dinding, atap, harus selalu bersih. Bila ada tempat sampah harus dikosongkan setiap hari. Area disekitar pakan juga harus kering. Dan ruangan harus dibersihkan sebelum memasukkan pakan baru. Usahakan juga agar semua pintu tertutup dengan baik. Bila pakan membutuhkan suhu tertentu, gunakan termometer untuk mengontrol suhu ruang atau wadah penyimpanan yang diperiksa secara berkala.

    Referensi

    Agriculture, Fisheries,and Conservation Department. Good Aquaculture Practices Series 1: Fish Feed Management. 2009. Aquaculture Fisheries Division 32hal.

    Atter, A.,Anyebuno,G,Oduro-Obeng,  H.  Amponsah,  S.K.  Arthur,W. Tandoh, I and Agyakwah,S.K. 2017. Training manual on fish feed storage and handling. Council for Scientific and Industrial Research,CSIR-FRI/MA/AA/2017/002, Accra, Ghana.16 pp.

    Craig.S. 2009. Understanding Fish Nutrition, Feeds, and Feeding. Virginia Cooperative Extension publication 420-256

    Manual on Simple Methods for Aquaculture (Pond construction for freshwater fish culture, FAO Training Series)

    Murtidjo, B.A. 2001. Meramu pakan ikan. Penerbit Kanisius: Yogyakarta

    Sim, S.Y., Rimmer, M.A., Toledo, J.D., Sugama, K., Rumengan, I., Williams, K.C., Phillips, M.J. 2005. Pedoman Praktis Pemberian dan Pengelolaan Pakan untuk Ikan Kerapu yang dibudidaya. NACA, Bangkok, Thailand. 18 ha

    Tim Penulis CMK & B. Prasetya W. 2015. Paduan praktis pakan ikan konsumsi. Penebar Swadaya: Jakarta 116hal.

     

     

    No comments:

    Post a Comment