-->

atas

    Sunday, 11 February 2018

    Dropsy pada Ikan


    Nama lain
    Ascites [1], abdominal swelling [2], edema, oedema, penyakit pine-cone [3], matsukasa, penyakit kerucut cemara [6], kembung air [7], penyakit gembur atau bengkak [8], penyakit sisik nanas

    Definisi
    Dropsy merupakan suatu kondisi dimana terdapat timbunan (akumulasi) cairan di rongga perut dan jaringan kulit [3]

    Etiologi
    Dropsy secara umum disebabkan oleh infeksi pada peritoneum (selaput pembungkus rongga perut) oleh virus, bakteri, atau parasite. Dropsy juga dapat disebabkan oleh gangguan metabolisme (gagal ginjal), tumor, obesitas, atau retensi telur [2]. Infeksi bakteri sistemik seperti Aeromonas, mycobacteriosis, dll
    dapat menimbulkan dropsy pada ikan hias [3]. Referensi lain menyebutkan bahwa bakteri jenis Pseudomonas dan Corynebacterium dapat berperan [4]. Dropsy yang disebabkan oleh tumor biasanya terjadi pada ikan berumur lebih tua. Sedangkan dropsy yang disebabkan oleh bakteri paling sering terjadi pada ikan muda [3]. Pada ikan indukan betina, gambaran dropsy juga dapat mencirikan bahwa ikan tersebut siap untuk dipijahkan [2].

    Spesies rentan
    Dropsy paling sering menyerang ikan air tawar [3]

    Faktor resiko
    Lingkungan yang buruk (padat, kualitas air buruk) atau stressor lain (nutrisi buruk, handling, dll) [3]

    Gejala klinis
    Dropsy umumnya menjadi salah satu ciri atau tanda bahwa ikan dalam keadaan sakit. Dropsy dapat diamati dimana bagian perut ikan tampak membesar secara bilateral. Pada ikan bersisik, dropsy menyebabkan sisik ikan menjadi terangkat [2,3]. Sisik yang terangkat dimulai pada bagian tertentu kemudian menyebar di seluruh tubuh. Terkadang  bercak-bercak darah muncul [4]. Gejala lain yang mengikuti kejadian dropsy adalah exopthalmia [3], kotoran ikan menjadi lebih panjang dan berwarna pucat [6].
    Gb Dropsy pada ikan hias (picture from https://myaquariumzone.com)
    Diagnosa
    Diagnosa dropsy dilakukan dengan melihat sejarah penyakit, kualitas air, (suhu, salinitas, pH, ammonia, nitrit, nitrat, alkalinitas, oksigen), dan kondisi lingkungan. Pengamatan dilakukan secara langsung di akuarium atau kolam serta dengan pengamatan klinis. Pemeriksaan parasite dibutuhkan untuk melihat ada tidaknya parasit. Pemeriksaan feses dilakukan untuk mengetahui parasit dalam usus. Jika memungkinan untuk dilakukan, pemeriksaan radiografi dan USG akan sangat membantu mengidentifikasi penyebab membesarnya perut. Sampel cairan dari abdomen dapat diambil untuk pemeriksaan sitologi dan pewarnaan tahan asam. Isolasi bakteri dibutuhkan untuk mengetahui dugaan penyebab. Nekropsi dan histopatologi dapat dilakukan apabila memang dibutuhkan pada beberapa kasus [3]

    Diagnosa diferensial
    Diagnosa banding dari dropsy adalah tumor, retensi telur, kista granuloma (pada kasus polycystic kidney disease), dan obesitas. Dropsy pada kasus-kasus ini disebabkan oleh adanya suatu massa, bukan oleh akumulasi cairan/edema. Ektoparasit tertentu dapat menyebabkan sisik terangkat. Akan tetapi pada kasus tersebut sisik  yang terangkat hanya unilateral (satu sisi saja) [3].

    Prognosis
    Prognosis pada dropsy adalah buruk. Terkadang ikan tidak merespon terhadap treatmen [3]. Biasanya ikan tidak dapat hidup lebih dari seminggu setelah gejala ini muncul [5].

    Penanganan
    Penanganan termudah adalah dengan memperbaiki kondisi lingkungan, menurunkan stress, dan mengobati penyebab utama. Pengurangan kepadatan dan penggantian air dapat membantu kualitas air menjadi lebih baik. Penambahan garam 0,1% hingga 03% pada ikan yang toleran terhadap garam dapat menurunkan stress osmosis. Infeksi bakterial diobati dengan antibiotik yang sesuai [3]. Bahan lain adalah kalium permanganat atau PK yang dilarutkan dengan dosis 1ml untuk 1 liter air selama 30 menit selama 30 hari [8]

    Akan tetapi, banyak ekspert menyatakan bahwa dropsy sangat sulit diobati dan apabila telah ditangani dalam 3 hari namun tidak ada perbaikan, segera di pisahkan dan lebih humanis jika dieradikasi atau dieuthanasi [5]


    Referensi

    1.      Parasite of catfish

    2.     Noga, Edward J. 2010. Fish disease : diagnosis and treatment / Second Edition. Blackwell Publishing

    3.      Mayer, J. dan GDonnelly, T.M (Ed). 2013. Cinical Veterinary Advisor Birds and Exotic Pets. Elsevier

    4.      Bassleer, G. 2004. Disease. in Marine Aquarium Fish: causes - development- symptoms- treatment  3rd Edition. Bassleer Biofish: Belgium

    5.      Skhomal, G. 2007. Freshwater Aquariums, 2nd Edition. Howel Book House

    6.      Prayugo, S (ed). 2008. Koi: Panduan Pemeliharaan, Galeri Foto, dan Tips Tampil Cantik. Penebar Swadaya: Jakarta

    7.     Lesmana, D.S. 2015. Ensiklopedia Ikan Hias Air Tawar. Penebar Swadaya Grup: Jakarta

    8.      Apin. 2005. Memilih Anakan & Meningkatkan Kualitas Arwana. Agromedia




    4 comments:

    1. Pada kata "penambahan garam 0,1%" itu garam ikan apa garam dapur.trus antibiotiknya merk apa.larutan pk itu apa

      ReplyDelete
    2. garam ikan. Antibiotiknya bisa pakai yg spectrum luas seperti golongan oxytetracycline. Untuk merek usahakan menggunakan yang sudah teregistrasi dari KKP, bisa dari S**be. PK itu kalium permanganat, antiseptic, biasa di rumah sakit/ puskesmas kadang juga bisa dipakai sebagai disinfektan. PK dijual umum. Pada penggunaan, takaran harus sesuai, tidak boleh berlebih sebab PK punya sifat yang mengiritasi jaringan. Jadi untuk aplikasi pada ikan sangat disarankan untuk diberikan aerasi kuat atau penggunaannya hanya sekedar celup singkat saja.

      ReplyDelete
    3. dropsy sama potbelly sekilas hampir sama ya kalo di ikan koi

      ReplyDelete
      Replies
      1. pada koi potbelly itu disebabkan oleh overfeeding. secara kasat mata gambarannya sangat mirip sekali

        Delete