-->

    Wednesday, 25 April 2018

    Vitamin C dalam Perikanan

    Struktur kimia
    Vitamin C menurut IUPAC  memiliki nama kimia asli  L-theo-2hexenono-1,4-lactone, bukan singkatan L-ascorbic acid (AA). Hanya gugus 2OH dan 5/6OH yang diteliti sebagai sumber vitamin C pada ikan yakni Ascorbate -2- sulphate (AS), Ascorbate-2-monophosphate (AmP), ascorbate-2-polyphosphate (ApP), Ascorbyl palmitate (APt) [5]. Bentuk aktifnya adalah putih, tidak berbau, komponen kristal, laruta dalam air namun tidak larut dalam lemak [8].

    L ascorbic acid (kiri) dan struktur yang teroksidasi (kanan) (Halver et al 2002)

    Sifat
    Vitamin C bersifat larut dalam air. Vitamin C juga sensitive terhadap suhu, cahaya, dan waktu penyimpanan [5]

    Sumber
    DI alam, vitamin C dapat diperoleh dari buah citrun, kubis, hati, dan ginjal. Tingginya vitamin C pada ikan ditemukan di jaringan glandular/ kelenjar [8]

    Penyimpanan
    Pakan mengandung vitamin C yang disimpan pada suhu ruang (20oC) akan kehilangan hampir semua asam ascorbate dalam 16 minggu. Sedangkan sebanyak 70% nya akan hilang setelah 24 minggu penyimpanan pada suhu 4oC. Wadah juga mempengaruhi lamanya peluruhan asam ascorbate. Wadah yang terang/ bening akan membuat asam ascorbate hilang lebih cepat [2]

    Stabilitas
    Vitamin C (L ascorbic acid) banyak disebut sangat tidak stabil. Autooksidasi adalah penyebab utama hancurnya asam amino dalam pakan. Vitamin C yang juga bersifat larut air menjadi suatu masalah besar bagi perikanan sebab akan larut ketika terekspos ke dalam lingkungan perairan. Sebanyak 10% asam ascorbate dalam pakan akan hilang dalam 10 detik di air dan sebanyak 99% akan hilang setelah 5 menit perendaman. Tak hanya itu, bahkan setelah diproses dan 6 minggu penyimpanan pada suhu ruang membuat sebanyak 20-1280 asam ascorbat/kg hilang dalam suplemen pakan (Yamamoto 1982 dan Hilton et al., 1977 dalam Soliman, 1987). Dua bentuk vitamin C lainnya yakni ascorbic acid-2 suphate dan glyceride-coated ascorbic acid (GCAA) dinilai lebih stabil saat pemrosesan dan penyimpanan dibandingkan L-ascorbic acid. Dan dari berbagai eksperimen, GCAA  lebih stabil jika digunakan dalam pakan ikan[2].
    Manfaat dan penggunaan vitamin C bagi ikan
    Asam ascrobat atau vitamin C dibutuhkan oleh sel eukaryotic namun kemampuan mensintesis dari invertebrate, primate, dan ikan tidak ada [4]. Biosintesis vitamin C tidak dapat terjadi pada ikan karena kurangnya enzim untuk proses biosintesis yakni L gulonolactone oksidase [9]. Asam ascorbat berfungsi sebagai cofaktor bagi hidroksilasi katalisa enzim prolin dan lisin dalam biosintesis kolagen. Fungsi lainnya adalah untuk perbaikan luka serta reproduksi. Transportasi dan redistribusi zat besi yang berfungsi sebagai pemicu pertumbuhan juga diatur oleh keberadaan asam ascorbate [5]. Vitamin C juga berperan dalam pembentukan kartilago (tulang rawan), pembentukan tulang, perbaikan tulang, dan luka [8].  Vitamin C ampuh untuk menurunkan toksisitas, mencegah penyakit, dan meningkatkan toleransi terhadap stress [4]. Pada ikan, fungsi sekunder vitamin C adalah biosintesis katekolamin yakni suatu bagian system endokrin yang meresmpon stess [9]. Sebanyak 500mg/kg pakan asam ascorbate mampu meningkatkan toleransi terhadap stress lingkungan serta menurunkan toksisitas ochratoxin pada ikan nila. Ochratoxin adalah mikotoksin yang dihasilkan oleh Aspergillus ochraceus [4]. Vitamin C terlibat dalam proses degradasi tyrosine. Vitamin C juga melindungi sel dari kerusakan oksidatif dan meregenerasi vitamin C melalui metabolisme bentuk aktifnya [9]

    Vitamin C dan penyakit
    Dalam berbagai literature disebutkan bahwa vitamin C berfungsi sebagai immunostimulan bagi ikan. Vitamin C dirasa mampu mencegah munculnya penyakit serta membantu meningkatkan kekebalan tubuh ikan. Vitamin C pada studi dengan uji tantang menggunakan Aeromonas pada ikan  mampu menimbulkan resistensi terhadap penyakit  dengan mempercepat respon keradangan dan mekanisme kekebalan pada ikan [3]. Suplementasi 30mg/kg vitamin C pada ikan channel catfish mampu mendukung pertumbuhan, mencegah defisiensi, dan meningkatkan resistensi terhadap Edwardsiella tarda [5]. Peningkatan jumlah vitamin C dalam pakan tidak berpengaruh terhadap aktifitas hemolisis dan titer antibody, namun resistensi terhadap penyakit mnejadi meningkat [6]. Vitamin C juga dapat memicu kekebalan dalam melawan parasit [5].

    Kebutuhan vitamin C pada ikan
    Kebutuhan vitamin C pada ikan akan menurun seiring bertambahnya usia/ ukuran [5]. Pada ikan-ikan dengan luka membutuhkan 1000mg asam ascorbate/ kg pakan untuk perbaikan jaringan luka [5]. Vitamin C dibutuhkan pada ikan dengan kondisi yang  memicu stress sepeerti handling, grading, vaksinasi, luka, outbreak penyakit, pemindahan ke laut (pembesaran) [9].

    Ikan
     dosis

    Parrot fish
    118mg AA/kg pakan
    L-ascorbyl 2 monophosphate
    Rainbow trout
    50-100mg/kg pakan

    Salmon muda
    40-100mg/kg pakan

    Coho salmon
    100mg/kg

    D. Labrax  (tokolan)
    20mg/kg pakan
    Asam ascorbat
    S. Maximus
    20mg/kg pakan
    Asam ascorbat
    Udang windu
    20mg/kg pakan
    Asam ascorbat
    Udang vaname
    130mg/kg pakan
    Asam ascorat
    Larva ikan laut
    400-500mg/kg dalam artemia/ rotifer yang diperkaya

    Sumber : [1], [7], [10]

    Referensi

    1. Wang, X., Kim, KW., Bai, S.C., Huh, MD., Cho, BY. 2003. Effects of the different levels of dietary vitamin C on growth and tissue ascorbic acid changes in parrot fish (Oplegnathus fasciatus). Aquaculture 215 (2003) 203–211
    2. Soliman, A.K., Jauncey, K., Roberts, R.J. 1987. Stability of L-Ascorbic Acid (Vitamin C) and its Forms in Fish Feeds During Processing, Storage and Leaching. Aquacultire 60 (1987) 73-83
    3. Sobhana, K.S., Mohan, C.V., Shankar, K.M. 2002. Effect of dietary vitamin C on the disease susceptibility and inflammatory response of mrigal, Cirrhinus mrigala (Hamilton) to experimental infection of Aeromonas hydrophila. Aquaculture 207 (2002) 225-238
    4. Shalaby, A.M.E. The Opposing Effect Of Ascorbic Acid (Vitamin C) On Ochratoxin Toxicity In Nile Tilapia (Oreochromis Niloticus)
    5. Sandnes, K. 1991. Vitamin C in Fish Nutrition – A Review.  Fisk.Dir.SKr.Ernaering Vol IV No 1, 3-32
    6. Liu, P.R., Plumb, J.A., Guerin, M., Lovell, R.T.1989. Effect of megalevels of dietary vitamin C on the immune response of channel catfish Ictalurus punctatus in ponds. Disease of Aquatic Organisms vol 7 191-194
    7. Mercgie, G., LAvens, P., SOrgeloos, P. 1997. Optimization of dietary vitamin C in fish and crustacean larvae: a review. Aquaculture 155 (1997) 165-181
    8. Halver, J.E. dan Hardy, R.W (Ed). 2002. Fish Nutrition 3rd Edition. Academic Press: California USA
    9. Trichet, V.V., Santigosa, E., Cochin, E., Gabaudan, J. 2015. The effect of Vitamin C on Fish Health in Dietary Nutrients, Additives, and Fish Health. John Wiley & Sons : New Jersey
    10. Einen, O., Alne, H., Grisdale-Helland, B., Helland, S.J., Hemre, GI., Ruyter, B., Refstie, S., Waagb, R. Feed Nutrition and Feeding in Aquaculture Research: From Cage to Consumption

    No comments:

    Post a Comment