-->

    Sunday, 15 July 2018

    Pemeriksaan parasit pada ikan


    Tujuan
    Mengetahui jenis dan mengidentifikasi parasit pada ikan

    Alat dan bahan
    -          Ikan
    -          Aquades
    -          NaCl
    -          Anestetika (jika perlu)
    -          Objek glass
    -          Cover glass
    -          Pipet Pasteur
    -          Mikroskop
    -      baki

    Metode
    Pemeriksaan parasit pada ikan meliputi pemeriksaan ektoparasit dan endoparasite.

    a. Ektoparasit
    metode: wet mount
    organ target: sirip, insang, dan kulit/ permukaan tubuh/ lendir.

    b. Endoparasit

    metode: wet mount
    organ target: lambung, usus, ginjal, kandung kemih, jantung, otot

    Prosedur:
    - lakukan anestesi atau euthanasia secara humanis
    - lakukan pemeriksaan klinis terhadap sirip, sisik, kulit, insang














    Teteskan aquades atau NaCl di atasnya
    Tutup dengan cover glass
    Lakukan pengamatan dengan mikroskop perbesaran 4x hingga 100x

    Interpretasi:
    Pada pengamatan, dapat teramati cacing monogenean dalam kondisi hidup ataupun berbagai jenis protozoa. Untuk parasite berukuran besar, dapat terlihat secara kasat mata. Parasite yang ditemukan selanjutnya dapat diamati ataupun diawetkan. Untuk melakukan identifikasi ataupun taksonomi parasite, dibutuhkan buku referensi dan pengamatan secara mendetil pada karakteristik parasite yang diamati.


    Pemeriksaan wet mount (atas) dan pemeriksaan pada insang (bawah)

    Endoparasit:
    Dilakukan setelah pemeriksaan ektoparasit
    - Lakukan pembedahan terhadap ikan mengikuto prosedur nekropsi
    - Setelah bagian dalam terkuak, lakukan pengamatan terhadap organ (massa, kista, lokasi, cairan dll)















    Teteskan aquades/ NaCl, tutup dengan coverglass
    Lakukan pengamatan dengan mikroskop perbesaran 4x hingga 100x

    Interpretasi:
    Pada pemeriksaan endoparasite dapat ditemukan cacing dan beberapa jenis protozoa pada organ dalam dan otot. Pada jantung dapat ditemukan parasite sanguinicolid.

    Catatan: pemeriksaan parasite paling baik dilakukan jika ikan dalam kondisi hidup.


    Referensi

    Afrianto, E. dan Liviawaty, E. 1992. Pengendalian Haman & Penyakit Ikan. Pernerbit Kanisius: Yogyakarta

    Anshary, H. 2016. Parasitologi Ikan: Biologi, Identifikasi, dan Pengendaliannya.  Deepublish: Yogyakarta

    Lukistyowati, I. 2005. Tehnik pemeriksaan Penyakit Ikan. Unri Press: Pekanbaru

    Shaharom, F. 2012. Fish Parasites of Lake Kenyir, Peninsular Malaysia. Penerbit UMT: Terengganu

    Wildgoose, W.H (Ed). 2001. BSAVA Manual of Ornamental Fish. British Small Animal Veterinary Association




    No comments:

    Post a Comment