-->

atas

    Minggu, 30 November 2025

    Metode pengamatan mikroskopis hepatopankreas pada udang dan interpretasinya

    Metode 1 (wet mount)

    Tujuan: pengamatan lemak, abnormalitas, parasit, virus

    Alat dan bahan:

    • Mikroskop dengan perbesaran 10-100x
    • Objek glass
    • Cover glass
    • Air laut atau gunakan NaCl
    • Pipet Pasteur
    • Alat bedah

    Prosedur

    • Ambil HP dan letakkan pada objek glass
    • Belah hepatopankreas pada bagian tengah
    • Ambil sedikit bagian medial HP dan letakkan pada objek glass yang telah ditetesi air laut/ gunakan NaCl
    • Tutup dengav cover glass
    • Amati dengan mikroskop adanya:
    1. Droplet lemak (lakukan penilaian)
    2. Melanisasi tubulus HP
    3. Abnormalitas dalam jumlah tinggi seperti bakteri batang berjumlah banyak
    4. Tropozoit gregarine
    5. Badan oklusi baculovirus
    6. atrofi
    7. nekrosis

    Apabila diduga mengarah ke penyakit virus, bakteri lakukan pemeriksaan dan penanganan sampel sesuai metode terkait. 


    Metode 2 (tehnik smear dengan fiksasi dan staining)

    Tujuan: untuk pengamatan badan inklusi virus MBV, HPV, BP, BMNV (terutama pada infeksi berat). Hepatopankreatitis sepsis (vibriosis), mycobacteria (pewarnaan gram), ricketsiosis (pewarnaan giemsa), NHP (giemsa, modified Steiner’s Silver Stain)

    Alat dan bahan

    • Objek glass
    • 1% asam asetat glacial
    • Hematoxylin
    • Eosin
    • Etanol 50%, 70%, 95%, 100%
    • Entellan/ Canada balsam/ sejenisnya
    • Cover glass
    • Mikroskop

    Prosedur

    • Ambil HP dan letakkan pada objek glass
    • Beri setetes larutan fiksatif modified Davidson’s
    • Lakukan smear, dan keringanginkan
    • Rendam slide dalam asam asetat glasial 1% dalam distilled water/ gunakan aquades
    • Lakukan pewarnaan H&E
    • Rendam Hematoxylin 4-6menit
    • Bilas dalam air mengalir selama 15menit
    • Rendam dalam eosin/ phloxine 2menit
    • Dehidrasi etanol 50% 10 celup
    • Dehidrasi etanol 70% 10 celup
    • Dehidrasi etanol 95% 10 celup
    • Dehidrasi etanol 100% 10 celup
    • Dehidrasi etanol 100% 10 celup
    • Rendam dalam xylene 10 celup
    • Rendam dalam xylene 10 celup
    • Mounting dengan entellan atau sejenisnya
    • Amati 

     

    Interpretasi: 

    Abnormalitas bentuk tubulus hepatopankreas (Paul Cheng, GB-HQ-TST)

    1. Normal
    2. abnormal pada ujung
    3. atrofi/mengerut
    4. Strangulation
    5. Nekrosis/worm shape

     


    Setelah dilakukan pemeriksaan, tingkat kerusakan hepatopankreas dapat dinilai dengan parameter sebagai berikut (Morales-Covarrubias, 2013) 

    Pengamatan hepatopankreas secara wet mount

    Tingkat kerusakan tubulus HP

    Setelah dilakukan pemeriksaan, tingkat kerusakan hepatopankreas dapat dinilai dengan parameter sebagai berikut (Morales-Covarrubias, 2013)


    atau menurut Olivaz-Valdez et al (2010)

    1. Seragam, tanpa pembengkakan atau pengerutan dan vakuola lipid yang mencolok
    2. Dinding tubulus mengerut atau melekuk (Strangulasi) dan jumlah lipid sedikit
    3. Strangulasi 2-5 tubulus, epitel menebal dan lipid sedikit
    4. Tubulus yang mengalami strangulasi lebih dari 5 dimana ada lebih dari satu lekukan per tubulus. Epitel tubulus terlihat makin menebal, lipid sedikit atau tidak ada
    5. Granuloma nekrosis coklat tipis pada lumen, terlihat tekstur serupa edema.

      

    Referensi:

    Alaya de Graindrage, V. dan Flegel, T.W. 1999. Diagnosis of shrimp diseases, with emphasis on the black tiger shrimp (Penaeus monodon). FAO: Roma

    Grobest. 2019. Prosedur Pengamatan Hepatopankreas dan Midgut Udang. Product Development team 002/SOP/HP/TPD/19

    Lightner, D.V (Ed). 1996. A Handbook of Shrimp Pathlogy and Diagnostic Procedures For Diseases of Cultured Penaeid Shrimp. The World Aquaculture Society

    Morales, V. y J. Cuéllar-Anjel (eds.).  2008.  Guía Técnica - Patología e Inmunología de Camarones Penaeidos.  Programa CYTED Red II-D Vannamei, Panamá, Rep. de Panamá. 270 pp.

    Saurabh, S. V. Kumar, S. Karanth, G. Venkateshwarlu. Selection of high -health postlarvae: a perquisite for sustainability of the Indian shrimp industry. Aquaculture Asia 9(2): 9

    S. Morales-Covarrubias1, J. Cuéllar-Anjel, A. Varela-Mejías, C. Elizondo-Ovares. 2018. Shrimp Bacterial Infections in Latin America: A Review Asian Fisheries Science 31S: 76–87

    Olivas Valdez, J.Á., J.C. Martinez, R.V. Yeómans. 2010. Patógenos que afectan el cultivo de Litopenaeus vannamei en ambiente marino y dulceacuícola en el estado de Baja California, México. REDVET. Revista Electrónica de Veterinaria 11(3): 1-25

    Lozano‑Olvera, R., S.M.Abad‑Rosales, S.A. Soto‑Rodriguez., K.G.Aguilar‑Rendón. 2024. Time course of acute hepatopancreatic necrosis disease (AHPND) in the Pacific white shrimp Penaeus vannamei by wet mount analysis. Aquaculture International 32:2313–2329

    Chalor Limsuwan Dr. Niti Churchird Dr. Natthinee Munkong Wongsiri Dr. Carlos A. Ching. 2014. Hepatopancreas colors predict survival of shrimp to EMS. Global Aquaculture Advocate

    Panchana, F., Sotomayor, M., Melena, J. 2011. Atlas de Histopatología de Penaeus vannamei: Volumen II (Bacterias, hongos y parásitos). Revista Tecnológica ESPOL – RTE, 24(1)

     


    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar