-->

atas

    Tampilkan postingan dengan label Mycobacteriosis. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Mycobacteriosis. Tampilkan semua postingan

    Senin, 17 Maret 2025

    Mycobacteriosis pada Ikan Hias

    Nama lain: Atypical Tuberculosis, Fish Tuberculosis, Fish TB, Piscine tuberculosis

    Etiologi/ penyebab:
    Mycobacterium marinum, M.fortuitum, M. chelonae. Bakteri ini merupakan bakteri gram positif, berbentuk batang, tahan asam, tidak berspora [1,3]

    Hospes :
    Pada ikan hias ditemukan pada anggota sygnathids (kuda laut). Ikan family anabatidae (betta dan gurame hias), characidae (tetra), cyprinidae (barb, danios, koi, dan ikan mas), beberapa cichlidae (angelfish tawar) rentan terhadap infeksi mycobacterium[6]. Jahnel dalam Rehulka et al (2006) menyebutkan bahwa mycobacterium ditemukan pada spesies black tetra (Gymnocorymbus ternetzi), pearl danio (Danio albolineatus), spottedsail barb (Puntius phutunio), malabar danio (Devario malabaricus), Egyptian mouth-brooder (Pseudocrenilabrus multicolor multicolor), bloodfin tetra (Aphyocharax anisitsi), dwarf gourami (Colisa lalia) dan genus Xiphophorus[7]. Outbreak mycobacterium pernah terjadi pada fancy veiltail guppies (Lebistes reticulatus). Mycobacteriosis juga pernah ditemukan pada ikan zebra (Brachydanio rerio)[4]

    Kamis, 31 Januari 2019

    Mengenal penyakit zoonosis (foodborne) dalam bahan pangan asal perikanan

    Zoonosis merupakan sebuah istilah yang diartikan sebagai penyakit yang dapat  itularkan ke manusia dari hewan (baik yang liar maupun telah terdomestikasi). Penyakit zoonosis dalam perikanan membutuhkan atensi lebih karena makin tingginya perdagangan antar negara yang meningkatkan resiko keamanan pangan asal perikanan ini. Faktor pemicu yang mempengaruhi resiko infeksi yang berkaitan dengan hewan akuatik dan produknya meliputi lokasi budidaya, spesies yang dibudidayakan, suhu air, sistem budidaya, proses pasca panen, dan kebiasaan dalam menghidangkan makanan, serta konsumsi. Zoonosis dari hewan akuatik dapat terjadi melalui ingesti (memakan) dan topikal (kontak langsung dari luka terbuka).  

    Minggu, 07 Oktober 2018

    Nocardiosis

    Nama lain:  -

    Etiologi/ penyebab
    Bakteri Nocardia spp. Bakteri gram positif, berfilamen [1]. Nocardia seriolae paling sering berkaitan dengan penyakit ikan budidaya [2]. Disamping itu terdapat dua spesies lagi yakni Nocardia salmonicida dan N. asteroids  [4]

    Hospes
    Jade perch [1] Tigerfish [2], seabass/ kakap putih, bawal bintang [3], Teleostei dan shellfish [5]. N. arteroides dilaorkan menimbulkan infeksi pada neon tetra, rainbow trout, formossa snakehead, dan largemouth bass. N. salmonicida menyerang blueback salmon. Sedangkan N. seriolae  memiliki hospes lebih luas lagi termasuk kerapu, chub mackerel, amberjack, Japanese flunder, dan yellowtail [5]

    Stadium rentan
    Semua usia [7] namun usia mudah lebih sering terutama pada akhir musim panas dan awal musim gugur [9]

    Rabu, 10 Mei 2017

    Mycobacteriosis pada ikan


    Nama lain: Atypical Tuberculosis, Fish Tuberculosis, Fish TB, Piscine tuberculosis

    Etiologi/ penyebab: Mycobacterium marinum, M.fortuitum, M. chelonae. Bakteri ini merupakan bakteri gram positif, berbentuk batang, tahan asam, tidak berspora [1,3]. Adapula yang menyebutkan spesie M. piscium  namun spesies ini dipercaya merupakan M. marinum. Isolat dari M. anabantid dan M. platypoecilus juga  termasuk M. marinum [6].

    Hospes : ikan air tawar, ikan laut, ikan hias. Mycobacterium marinum telah dilaporkan pada ikan air tawar dan laut serta perairan tropis. Sedangkan M. fortuitum pada perairan tropis dan hangat. M. chelonae dilaporkan pada hatcheri budidaya salmon pasifik [5]. Pada perairan tawar bakteri ini menyerang striped bass dan hibridnya. Pada perairan laut ditemukan pada sea bass, turbot, florida pompano, dll. Sedangkan pada ikan hias ditemukan pada anggota sygnathids (kuda laut) [6]. Beberapa spesies yang dilaporkan pernah terinfeksi mycobacteriumantara lain; European seabass (Dicentratrchus labrax), gilthead seabream (Sparus aurata), snakehead (Channa striata), channel catfish (Ictalurus punctatus), striped bass (Morone saxatalis), turbot (Scophthalmus maximus), Atlantic salmon (Salmo salar), European tench (Tinca tinca) and Atlantic guitarfish (Perca fluviatilis) [8].

    Bercovier dan Vincent (2001) menyebutkan spesies yang dapat terinfeksi oleh Mycobacterium marinum yakni pada ikan laut dan air tawar. Chinook salmon (Oncorhyncus tshawytscha), striped bass (Morane saxatilis), cod (Gadus morhua L.), tilapia (Oreochromis mossambicus), European sea bass (Dicentrarchus labrax), rabbitfish (Siganus nivulatus), sturgeon (Acipenser spp.), angelfish (Pomacanthus paru dan P. arcuatus), rock beauty (Holacanthus tricolor), cherubfish (Centropyge argi), princess parrotfish (Scarus taeniopterus), blue chromis (Chromis cyaneus), balloonfish (Diodon holocanthus), whitespotted filefish (Cantherhines macroceros), doctorfish (Acanihurus chirurgus), reef butterflyfish (Chaetodon sedentarius), foureye butterflyfish (Chaetodon capistratus).

    Epizootiologi:
    Pertama kali penyakit ini ditemukan pada ikan carp pada tahun 1897 namun tercatat pada lebih dari 167 spesies ika air tawar, ikan liar, dan ikan budidaya [3]. Penyakit ini dapat ditularkan secara langsung melalui makanan, remah-remah yang terkontaminasi [1]. Bakteri juga dapat menginvasi melalui kulit yang luka, jaringan insang, tanah, air, dan melalui transovarian (penularan secara vertikal). [2]. Hewan akuatik seperti kutu air, siput, kura-kura dapat menjadi reservoir bagi bakteri [10]

    Penyakit bersifat kronis- subakut [5]. Tingkat infeksi dalam suatu populasi dapat bervariasi dari 10-100% [1]. Infeksi M. marinum bersifat kronis dimana bakteri menyerang dan berkoloni di organ dalam. Ikan biasanya lemah dan mati (mortalitas 50%) untuk jangka waktu panjang. Pada ikan budidaya atau di hatcheri, penyakit ini terjadi selama bertahun-tahun [9]. Tingkat insidensi pada ikan liar dapat tinggi. Prevalensi sebesar 8% ditemukan pada ikan di laut di Washington, Amerika Serikat [10].

    Minggu, 13 Maret 2016

    Mycobacteriosis pada ikan hias

                Mycobacteriosis

    Penyebab : M. marinum, M. fortuitum. Penyakit ini bersifat zoonosis.

    Gejala klinis : ulcer, diare, mata menonjol, anoreksia, udem, warna pucat, sirip terlipat. Secara internal terlihat adanya granul atau nodul pada berbagai organ dalam. Nodul ini berwarna kelabu dan hanya terlihat pada kasus berat. Penyakit ini sulit didiagnosa pada specimen hidup.
     
    from aquariumpondsanswer.com