- Ikan
- Udang
- Ikan Hias
- Moluska
- Lobster
- Mamalia Laut
- Coral
- Rumput Laut
- Lingkungan
- Nutrisi
- Lab
Jumat, 20 Juni 2025
Mengenal bahaya bakteri Vibrio vulnificus bagi konsumen Seafood
Kamis, 26 Desember 2024
Mengenal Cryptosporidium, parasit asal makanan laut dan potensi keberbahayaan pada manusia
Cryptosporidium parvum merupakan parasit kelompok protozoa yang termasuk dalam filum apicompexa. Parasit ini dapat menyerang berbagai hewan darat, termasuk buruk, mencit, dan manusia. Terdapat 44 spesies Cryptosporidium yang menginfeksi ikan, amfibi, reptil, burung, dan mamalia. Parasit ini menimbulkan sakit dengan cara masuk dan bereproduksi di saluran pencernaan serta sel lainnya. Ikan berperan sebagai karier mekanik dari Cryptosporidium. Infeksi Cryptosporidium pada ikan mungkin saja terjadi dan harus dikonfirmasi melalui histologi. Dalam tubuh ikan, siklus hidup yang dialami oelh Cryptosporidium meliputi:
Sabtu, 26 Oktober 2024
Konsep penggunaan antibiotik yang bertanggung jawab dalam perikanan
Perikanan menjadi sebuah industri dengan segmen yang cukup luas mencakup berbagai komoditas. Seiring dengan pekembangan industri perikanan, permasalahan penyakit selalu menjadi ancaman terbesar dari kerugian ekonomi akibat kematian massal. Pengendalian penyakit pada perikanan tidak jauh berbeda dengan yang digunakan pada peternakan. Antibiotik banyak dipakai sebagai bahan pengendali dari penyakit terutama yang disebabkan oleh infeksi bakterial. Tidak semua antibiotik diperkenankan digunakan untuk ikan konsumsi. Penggunaan antibiotik punsangat dibatasi dengan peraturan. Hal ini berkaitan dengan adanya residu dan resiko resistensi antibiotik.
Rabu, 16 Oktober 2024
Mewaspadai Vibrio parahaemolyticus pada produk perikanan
Bakteri vibrio, termasuk Vibrio parahaemolyticus umum ditemukan di air laut. Bakteri ini termasuk bakteri laut gram negatif yang dapat dengan mudah diisolasi dari air, sedimen, endapan, plankton, ikan, udang, kerang, cumi-cumi, lobster, abalone, kepiting, dan spesies air laut lainnya. Bakteri ini tidak hidup di perairan dalam, dan optimal hidup pada suhu 7-10oC hingga 44oC, salinitas 3-4%. Bakteri ini memiliki karakteristik oksidase, katalase, indol, citrat positif, memfermentasi glukosa, manosa, maltosa, mannitol, arabinosa dan tidak memfermentasi sukrosa, laktosa, dan salicin. Bakteri V. parahaemolyticus kurang tahan panas, mati pada suhu 60oC selama 15 menit, rentan pengeringan, akuades, dan cuka dalam beberapa menit, namun dapat tetap hidup saat dibekukan atau didinginkan.
