-->

atas

    Tampilkan postingan dengan label Keamanan pangan. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Keamanan pangan. Tampilkan semua postingan

    Jumat, 20 Juni 2025

    Mengenal bahaya bakteri Vibrio vulnificus bagi konsumen Seafood

           Salah satu bakteri yang menimbulkan dampak berbahaya bagi manusia adalah Vibrio vulnificus. Bakteri ini mudah ditemukan di perairan laut dan kerang. Infeksi V. vulnificus ini banyak terjadi di daerah subtropis seperti belahan bumi barat, Samudera Atlantik, Thailand, dan Jepang. Di teluk Meksiko, bakteri ini ditemukan dalam konsentrasi tinggi pada bulan April hingga Oktober. Peningkatan kasus bakteri ini berkaitan erat dengan kenaikan suhu bumi yang merupakan suhu optimal pertumbuhan V. vulnificus.
        

    Kamis, 26 Desember 2024

    Mengenal Cryptosporidium, parasit asal makanan laut dan potensi keberbahayaan pada manusia

    Cryptosporidium parvum merupakan parasit kelompok protozoa yang termasuk dalam filum apicompexa. Parasit ini dapat menyerang berbagai hewan darat, termasuk buruk, mencit, dan manusia. Terdapat 44 spesies Cryptosporidium yang menginfeksi ikan, amfibi, reptil, burung, dan mamalia. Parasit ini menimbulkan sakit dengan cara masuk dan bereproduksi di saluran pencernaan serta sel lainnya. Ikan berperan sebagai karier mekanik dari Cryptosporidium. Infeksi Cryptosporidium pada ikan mungkin saja terjadi dan harus dikonfirmasi melalui histologi. Dalam tubuh ikan, siklus hidup yang dialami oelh Cryptosporidium meliputi:

    Sabtu, 26 Oktober 2024

    Konsep penggunaan antibiotik yang bertanggung jawab dalam perikanan

    Perikanan menjadi sebuah industri dengan segmen yang cukup luas mencakup berbagai komoditas. Seiring dengan pekembangan industri perikanan, permasalahan penyakit selalu menjadi ancaman terbesar dari kerugian ekonomi akibat kematian massal. Pengendalian penyakit pada perikanan tidak jauh berbeda dengan yang digunakan pada peternakan. Antibiotik banyak dipakai sebagai bahan pengendali dari penyakit terutama yang disebabkan oleh infeksi bakterial. Tidak semua antibiotik diperkenankan digunakan untuk ikan konsumsi. Penggunaan antibiotik punsangat dibatasi dengan peraturan. Hal ini berkaitan dengan adanya residu dan resiko resistensi antibiotik. 

    Rabu, 16 Oktober 2024

    Mewaspadai Vibrio parahaemolyticus pada produk perikanan

    Bakteri vibrio, termasuk Vibrio parahaemolyticus umum ditemukan di air laut. Bakteri ini termasuk bakteri laut gram negatif yang dapat dengan mudah diisolasi dari air, sedimen, endapan, plankton, ikan, udang, kerang, cumi-cumi, lobster, abalone, kepiting, dan spesies air laut lainnya. Bakteri ini tidak hidup di perairan dalam, dan optimal hidup pada suhu 7-10oC hingga 44oC, salinitas 3-4%. Bakteri ini memiliki karakteristik oksidase, katalase, indol, citrat positif, memfermentasi glukosa, manosa, maltosa, mannitol, arabinosa dan tidak memfermentasi sukrosa, laktosa, dan salicin. Bakteri V. parahaemolyticus kurang tahan panas, mati pada suhu 60oC selama 15 menit, rentan pengeringan, akuades, dan cuka dalam beberapa menit, namun dapat tetap hidup saat dibekukan atau didinginkan.

    Minggu, 15 Maret 2020

    Bivalvia sebagai Filter Feeder


    Bivalvia merupakan salah satu spesies filter feeder di laut disamping spesies herring, teritip, rebon, dan paus baleen. Bivalvia mampu bekerja sebagai penyaring estuarina, menjernihkan perairan pantai, dan menghilangan nitrogen serta nutrien yang berasal dari perairan eutrofik. Kebanyakan bivalvia yang dibudidayakan mampu menyaring partikel air 1-4 L/jam/individu. Bivalvia menyaring partikel sesuai dengan nilai nutrisinya, memakan partikel tersebut lalu dilepaskan sebagai kotoran berselaput mukus (pseudofeses). Partikel yang tersuspensi, fitoplankton dan detritus mampu difilter bivalvia. Bivalvia mampu mensuspensi bahan berukuran antara 1-7 mikron, bergantung spesies dan dikeluarkan dalam bentuk pelet besar berukuran 500-3000 mikron. Oleh karena kemampuan bivalvia inilah, bivalvia berpotensi digunakan sebagai penjernih air, mengendalikan fitoplankton, dan meningkatkan pencahayaan dalam air.

    Kamis, 31 Januari 2019

    Mengenal penyakit zoonosis (foodborne) dalam bahan pangan asal perikanan

    Zoonosis merupakan sebuah istilah yang diartikan sebagai penyakit yang dapat  itularkan ke manusia dari hewan (baik yang liar maupun telah terdomestikasi). Penyakit zoonosis dalam perikanan membutuhkan atensi lebih karena makin tingginya perdagangan antar negara yang meningkatkan resiko keamanan pangan asal perikanan ini. Faktor pemicu yang mempengaruhi resiko infeksi yang berkaitan dengan hewan akuatik dan produknya meliputi lokasi budidaya, spesies yang dibudidayakan, suhu air, sistem budidaya, proses pasca panen, dan kebiasaan dalam menghidangkan makanan, serta konsumsi. Zoonosis dari hewan akuatik dapat terjadi melalui ingesti (memakan) dan topikal (kontak langsung dari luka terbuka).  

    Sabtu, 04 November 2017

    Pelatihan HACCP, GMP, dan ISO 2200.

    Dalam dunia pangan, penerapan keamanan menjadi bagian penting untuk menjamin dan meningkatkan kepercayaan kepada pelaku usaha. Setiap proses dalam penanganan hasil produksi membutuhkan suatu jaminan sehingga produk yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi. Hal ini juga berlaku pada sektor Perikanan dan Kelautan khususnya untuk industri penghasil, pengolahan, dan pengemasan. Industri perikanan Indonesia saat ini dapat dikatakan cukup menjanjikan dengan kapasitas kemampuan ekspor yang cukup tinggi. Untuk menjamin tidak adanya bahaya pangan yang mungkin terjadi, diperlukan suatu sistem manajemen dan standar yang melibatkan sumber daya manusia terkait agar dapat mengaplikasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

    Berkaitan dengan hal tersebut, Mina Indonesia akan menyelenggarakan pelatihan HACCP, GMP, dan ISO 2200. Pelatihan ini terbuka untuk mahasiswa dan umum. Materi Pelatihan yang akan didapatkan meliputi:
    1. Pemahaman konsep dasar dan Gambaran umum sistem Manajemen
    2. Manfaat dan Tujuan Penerapan Sistem
    3. Langkah implementasi dan proses sertifikasi sistem

    Waktu dan Tempat
    Wisma KAGAMA UGM tanggal 11 November 2017 (08.00 - 17.00 WIB)

    Pendaftaran
    Pendaftaran dilakukan pada tanggal 1-6 November 2017 melalui bit.ly/iso-haccp-yogyakarta

    Kontak
    Imelda Yuniarta 0878 9172 2804
    Instagram @minaindonesia