-->

    Tuesday, 5 September 2017

    Lintah pada ikan air tawar


    Nama lain: fresh water leech


    Etiologi/ penyebab: Piscicola, lintah air tawar yang masuk dalam filum annelida. Piscicola memiliki sucker  oral dan posterior dengan tubuh sub-silindris memanjang [2] Piscicola salmonitica pada salmon. Spesies lainnya adalah Piscicola geometra dan Hemiclepsis marginata [4]. Piscicola geometra  dapat menimbulkan masalah pada rainbow trout dan cyprinid [5]. Myzobdella urguayensis

    Hospes : ikan air tawar

    Epizootiologi:
    Lintah air tawar paling banyak ditemukan di perairan dangkal di danau dan  sungai dimana tanaman, batu, dan berbagai material lainnya cocok untuk melekat. Lintah berkumpul di area yang terdapat banyak makanan seperti di inlet dan outlet juga di tepian dimana terdapat banyak organisme lainnya [1]. Lintah umunya ditemukan pada perairan umum atau kolam tanah [12]


    Siklus hidup
    Cukup sederhana hanya telur, juvenil, dan dewasa hermafrodit yang menghasilkan telur. Setelah mencerna darah, lintah melekat pada ikan lain untuk melanjutkan siklus selanjutnya yakni memproduksi telur. Telur yang diselubungi “coccon” oval melekat di substrat di dasar sungai atau danau. Lintah juvenil menetas dari telur dan masuk ke kolom air untuk mencari hospes.Lintah juvenil biasanya membutuhkan sejumlah darah untuk menjadi dewasa. Lintah dari genus Piscicola  ini dapat menjadi vector IHNV [2]. Tak hanya IHNV, lintah juga menjadi vektor berbagai parasit ikan [4]

    siklus hidup lintah (picture credit to [2] )


    Gejala Klinis
    Lintah biasanya tidak menyebabkan kerusakan yang serius pada hospesnya. Kelukaan biasanya terlokalisir di tempat melekat saja. Namun bila lintah ada dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang meluas hingga menyebabkan erosi epidermis, ulcerasi, hemoragi, nekrosis, dan anemia. Lokasi yang mengalami luka ini dapat menjadi portal bagi masuknya bakteri dan fungi [2]. Pada ikan dewasa, lintah baru akan menimbulkan gejala klinis anemia apabila menyerang dalam jumlah banyak [6]. Lintah jenis Piscicola melekat di tubuh ikan hanya untuk beberapa hari saja kemudian melepaskan diri dan tenggelam ke dasar untuk mencerna makanan. Lintah ini dapat terlihat dengan kasat mata di tubuh, operculum, mulut, rahang, dan di pangkal insang [2]

    Perubahan patologi
    Lintah yang melekat di area mulut dan tepian dapat menimbulkan perubahan patologi [7]. Ikan yang terinfestasi akan mengalami anemia dan terdapat ulcerasi di kulit [3]. Perubahan patologi ini hanya terbatas pada jaringan yang tergigit dan bersifat ringan (kecuali infestasi mencapai lebih dari 100). Kerusakan yang lebih parah adalah apabila lintah menginfeksi bagian dalam kulit (palatum/ langit-langit mulut dan sudut rahang). Lokasi yang paling disukai oleh lintah adalah anterior langit-langit mulut dan area lipatan persendian seperti antara rahang atas dan bawah. Pada kulit kerusakan berupa gigitan, hemoragi, erosi dari membrana mukosa. Pada hiperinfeksi lintah dapat menginduksi hiperplasia epitel dengan respon keradangan dan hemoragi pada dermis. Lintah [7]. Pada Myzobdella urguayensis yang menginfestasi Hoplias alabaricus dan Rhamdia quelen di tempat melekatnya lintah teramati hemoragi dengan pembentukan klot dan deposit fibrin. Filamen insang mengalami peradangan dengan oedema dan infiltrasi leukosit mononuklear [8]

    Metode Diagnosa
    Diagnosa dapat dilakukan dengan mengamati parasit di bawah mikroskop. Secara makroskopis linta h mudah diamati. Pengamatan mikroskopis ditujukan untuk pengamatan morfologi dan karakteristik termasuk warna dan pola pigmentasi, jumlah eye spot, sucker dan bentukan lainnya untuk menentukan genus [2]. Infestasi lintah juga dapat diamati secara histopatologi. Lintah dapat dibedakan dengan monogenea dengan melihat segmen pada tubuh dan ukurannya yang lebih besar [12]

    Diagnosa diferensial
    Lintah sulit dibedakan antar spesiesnya. Dibutuhkan pengalaman untuk itu. Lintah mirip dengan trematoda digenea namun memiliki saluran pencernaan yang lengkap dan terdapat mulut di sucker anterior dan anus di sucker posterior [12]

    Prognosis
    Parasit ini dalam jumlah sedikit tidak menimbulkan permasalahan. Namun jika dalam jumlah banyak, peradangan akan makin banyak terjadi dan prognosis menjadi moderat [2].


    Pencegahan dan Pengendalian
    Lintah dalam jumlah sedikit dapat ditangani dengan mengambil secara manual. Namun dalam jumlah banyak harus dilakukan pengeringan untuk memusnahkan stadium telur dan dewasa [3]. Parasit ini peka terhadap pengeringan dan pembekuan. Coccon dapat dimusnahkan melalui pengeringan. Sedangkan lintah dewasa sensitif terhadap klorin. Bahan ini dapat digunakan untuk mengatasi lintah [4]. Lintah juga dapat diatasi dengan menggunakan organofosfat [6]. Organofosfat yang bisa digunakan antara lain dipterex (0,25-0,8ppm), malathion. Dosis lebih tinggi direkomendasikan pada aplikasi di cuaca terik [7]. Namun bahan ini sangat berbahaya dan dibatasi penggunaannya.  Bahan lain yang dapat digunakan untuk menghilangkan lintah dari ikan antara lain

    bahan
    Dosis
    Aplikasi
    Keterangan
    CuCl2
    5ppm
    Flush selama 15 menit
    Untuk ikan
    CuSO4/ kupri sulfat
    0,5ppm
    Flush selama 5-6 jam
    Untuk ikan
    NaCl
    25ppt
    Flush selama 1 jam
    Untuk ikan
    Lime/ lysol

    Perendaman singkat

    Trichlorponed

    Ditaburkan di air

    Triklorfon
    0,5mg/L
    Perendaman 6 jam, dapat diulang setelah 8-21 hari
    Untuk lintah M. Lugubris
    Blue vitriol CuSO4.5H2O
    0,05mg/L atau 0,5kg/ha
    Ditebar di kolom air (kedalaman 1 m) 3-4 kali diulang selama 2-4 minggu
    Untuk ikan mas, koi
    CaO/ kapur tohor
    2500-3000 kg/ha
    Ditabur sebelum penebaran
    Wadah budidaya
    Sumber: [7], [9], [11]

    Setelah penggunaan obat untuk penanganan, sebaiknya ikan dipindahkan ke wadah lain yang bersih dari lintah. Media dan wadah budidaya yang menjadi tempat hidup lintah harus dikosongkan dan disetrilkan sebelum dapat digunakan kembali.  Hindarkan menambah ikan baru dari luar [10]

     “jebakan” untuk lintah dapat dilakukan untuk penanganan secara sederhana. Cara ini tidak membutuhkan bahan kimia. Tehniknya adalah dengan meletakkan sepotong daging atau hati di sebuah plastik yang telah dilubangi. Kemudian plastik berisi daging atau hati diberi pemberat agar tenggelam dan tali untuk mengangkat. Letakkan di beberapa sisi di kolam. Lintah akan tertarik pada “jebakan” tersebut dan dapat dibuang secara rutin [3]. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan membuang semua tanaman, batu, batang tanaman, dan segala sesuatu yang dapat menjadi tempat melekatnya coccon dengan telur [9]


    Referensi
    [1] Carl N. Shuster, Jr.,Roland F. Smith,T,  John J. Mcdermott. 1953. Leeches and Their Importance
    in the Life Cycle of Fishes. NEW JERSEY FISHERIES SURVEY

    [2] Meyers, T. Burton, T., Bentz, C., Strakey, N. 2008. Common Disease of Wild and Culturen Fishes in Alaska. Alaska Department of Fish and Game

    [3] Wildgoose, W.H (ed). BSAVA Manual of Ornamental Fish Second Edition. British Small Animal Veterinary Assosociation.

    [4] Woo, P.T.K. (ed). 2006. Fish Diseases and Disorders, Volume 1: Protozoan and Metazoan Infections
    Second Edition.  CABI

    [5] Roberts, R.J (ed). 2012.  Fish Pathology Fourth Edition. Blackwell Publishing

    [6] Rosagast, M.2008. Tilapia Fish Farming Practical Manual. Technical Information Compilation Reference Manual 1st Edition Edu Solution: USA

    [7] Paperna, l. Parasites, infections and diseases of fishes in Africa - An update CIFA Technical Paper. No.31. Rome, FAO. 1996. 220p.

    [8] Iyaji, F. O. dan Eyo, J. E. 2008. Parasites and their Freshwater Fish Host. Bio-Research, 6(1): 328 – 338

    [9] Svobodová, Z. Dan Vykusová, B. 1991. Diagnostics, Prevention And Therapy Of Fish Diseases And Intoxications. RESEARCH INSTITUTE OF FISH CULTURE AND HYDROBIOLOGY VODŇANY CZECHOSLOVAKIA

    [10] Twigg. D. 2003. Buku Pintar Koi. Gramedia Pustaka Utama: jakarta

    [11] John R. Morrison , Steven R. Fox & Wilmer A. Rogers. 1993. Control of an Infestation of a Fish Leech (Myzobdella lugubris) on Catfishes in Tanks and Earthen Ponds, Journal of Aquatic Animal Health, 5:2, 110-114, DOI: 10.1577/1548-8667(1993)005<0110:COAIOA>2.3.CO;2
    [12] Noga, E.J. 2010. Fish disease : diagnosis and treatment. Blackwell Publishing





















    No comments:

    Post a Comment