-->

atas

    Wednesday, 30 December 2020

    Tilapia Parvovirus (TiPV)

    Nama lain: -

    Etiologi/ penyebab:
    Virus ini merupakan virus pertama dari famili Parvoviridae yang menyerang ikan nila. Dari analisis filogenik, virus ini berada pada cabang dari genus Chapparvovirus. Virus ini memiliki virion spheris, tidak beramplop dengan diameter 30nm [1].

    Hospes
    ikan nila

    Stadium rentan
    Semua ukuran [1]

    Thursday, 1 October 2020

    Medicated Feed dalam Budidaya Perikanan

    Ketika sakit, kebanyakan ikan akan berhenti makan. Gejala ini merupakan gejala awal dari permasalahan budidaya ikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian obat dalam pakan. Pakan yang mengandung obat ini disebut dengan Medicated Feed. Cara ini cukup umum dilakukan pada budidaya ikan dibandingkan budidaya kerang. Dan ikan hias, termasuk salah satu komoditas yang paling sering diberikan obat melalui metode ini.  

    Pemberian obat bersamaan dengan pakan memiliki kelebihan, disamping lebih praktis, cara ini mampu mengurangi munculnya gejala penyakit, keparahan, bahkan kematian. Pemberian obat dengan metode ini cukup efektif digunakan pada ikan yang dibudidayakan dalam wadah besar. Cara pemberiannya juga lebih aman dibandingkan injeksi ataupun perendaman. Namun demikian, pengobatan melalui pakan memiliki kekurangan yakni kurang ekonomis dan keberhasilannya bergantung pada status dan sifat dari tiap-tiap penyakit. Meskipun merupakan metode termudah untuk pengobatan pada ikan, pemberiannya harus dilakukan dengan segera dan cepat sebelum ikan sama sekali tidak makan.

    Sunday, 27 September 2020

    Ulcer pada Ikan

    Nama lain: -

    Etiologi/ penyebab
    Tidak ada seorangpun yang mampu mendefinisikan secara pasti penyebab dari ulcer hanya dengan pengamatan makroskopis. Semua penyebab dapat terjadi secara bersamaan sehingga penentuan penyebab utama sulit dilakukan [11]. Ulcer pada ikan air tawar sebagian besar timbul akibat penyakit Epizootic Ulcerative Syndrome (EUS), septicaemia disease, busuk ekor dan sirip, busuk insang, dropsy, jamur, parasit [1].

    Saturday, 25 July 2020

    Covid-19 dan Dampaknya terhadap Dunia Perikanan


    Covid-19 merupakan penyakit yang sejak akhir tahun 2019 hingga saat dimana tulisan ini dibuat, masih menjadi perbincangan dan wabah di segala penjuru dunia. Perlu diketahui bahwa penyakit Covid-19 ini disebabkan oleh virus yang bernama SARS –Cov-2 yang termasuk dalam famili coronaviridae dan genus betacoronavirus. SARS-Cov-2 ini menyerang pada sistem pernafasan terutama paru-paru. Virus ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui reseptor protein angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2). Dibandingkan dengan ikan, kecuali untuk lungfish, ikan bernafas menggunakan insang. Kesamaan genetik asam amino pada ikan terhadap reseptor ACE2 ini sangat rendah. Oleh karenanya, dapat dikatakan bahwa ikan tidak rentan dan tidak ada kemungkinan bagi virus ini untuk menginfeksi pada ikan. Namun hal yang tidak dapat diabaikan adalah pengaruh pandemi

    Thursday, 21 May 2020

    Decapod iridescent virus 1 (DIV1) (updated)

    Nama lain:  white head, white spot, Cherax quadricarinatus iridovirus (CQIV), shrimp haemocyte iridescent virus (SHIV)

    Etiologi/ penyebab:
    Decapod iridescent virus 1 (DIV1) [1]. Virus ini termasuk dalam genus Decapodiridovirus, famili iridoviridae [2,4]. Virus ini termasuk ds DNA dengan diameter 150nm [4].  Terdapat literatur menyamakan penyakit ini dengan shrimp haemocyte iridescent virus (SHIV), white head disease (WHD), Decapod iridescent virus 1 (DIV1) [4]. Dan, the International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV) telah mengesahkan bahwa SHIV dan CQIV termasuk dalam dua isolat decapodiridovirus baru atau DIV1. Dengan kata lain, virus ini merupakan virus yang ditemukan berdiri sendiri sebagai Cherax quadricarinatus iridovirus (CQIV) dan shrimp haemocyte iridescent virus (SHIV) pada Cherax quadricarinatus dan P. vannamei [1]. Namun demikian, SHIV dan CQIV yang diidentifikasi dari C. Quadricarinatus air tawar merupakan strain yang berbeda dari virus yang sama [8].