-->

atas

    Sunday 24 March 2024

    Fouling Disease oleh protozoa pada Kepiting

    Nama lain:  -

    Etiologi/ penyebab:
    Protozoa Zoothamnium, Vorticella, Epistylis, Acineta, Carchesium sp. [1,2,4]. Protozoa ini menyerang baik di karapas, kaki jalan, kaki renang, maupun insang [4]. 

    Hospes :
    kepiting

    Stadium rentan :
    larva, post larva, dewasa [1].

    Epizootiologi:
    Penularan dapat terjadi secara langsung, utamanya dari cangkang lama yang terlepas dan berada cukup lama di dalam wadah pemeliharaan [2]

    Sunday 17 March 2024

    Stony Coral Tissue Loss Disease (SCTLD) pada Karang Batu

    Nama lain: -

    Etiologi/ penyebab:
    Belum diketahui, namun diduga kuat merupakan agen yang bersifat infeksius. Bakteri, virus, toksin, cemaran, dan disfungsi metabolik menjadi kemungkinan penyebab dari penyakit ini [1]. Flavobacteriales, Rhodobacterales, dan Rhizobiales diduga berkaitan dengan SCTLD [2]. Meskipun bakteri terlibat, namun belum bisa dipastikan bakteri sebagai penyebab utama atau sekunder [3].

    Hospes :
    Penyakit ini menyerang lebih dari 20 spesies terumbu karang [2]. Colpophyllia natans (boulder brain coral), Dendrogyra cylindrus (pillar coral)*. Dichocoenia stokesii (elliptical star coral), Diploria labyrinthiformis (grooved brain coral), Eusmilia fastigiata (smooth flower coral), Meandrina meandrites (maze coral), Pseudodiploria strigosa (symmetrical brain coral), Pseudodiploria clivosa (knobby brain coral) merupakan spesies yang rentan. Di luar spesies tersebut, masih ada banyak spesies lain yang dapat terinfeksi namun dengan tingkat kerentanan yang lebih rendah [1]. Kebanyakan karang yang terdampak adalah famili Meandrinadae (maze coral) dan subfamily Faviinae (brain coral) [9].

    Sunday 3 March 2024

    Milky haemolymph disease pada lobster

    Nama lain:  Milky haemolymph disease of Spiny (Panulirus spp) lobster / MHD-SL [1], Milky white disease [2]

    Etiologi/ penyebab:
    Rickettsia like bacteria. Organisme iniberbentuk batang, berukuran 0.6µm x 1.4 to 2.0 µm.   

    Hospes :
    spiny lobster (Panulirus sp.), P. ornatus, P. Homarus, P. stimsoni [1], P. Polyphagus [5].

    Stadium rentan :
    juvenil dan dewasa [2], beberapa literatur mengatakan penyakit ini dapat terjadi di semua stadia [5].

    Sunday 25 February 2024

    Bonamia Roughleyi

    Nama lain: Australian Winter Disease (Winter Disease, Microcell disease) [1], Bonamiasis [4]

    Etiologi/ penyebab:
    Bonamia roughleyi yang dulu dimasukkan sebagai Kelompok Mikrocytos, haplosporidia [2]. Parasit ini berbentuk ovoid dengan diameter 3-5um dan terikat pada membran unit [6]. Sitoplasmanya bervakuola dan nukleusnya berlokasi di perifer sel [7].

    Hospes :
    Syndney Rock Oyster (Saccostrea glomerata), Crassostrea commercialis, Saccostrea commercialis) (Sydney rock oyster) [1]

    Monday 12 February 2024

    Metode Diagnosa Klinis AHPND Dengan PSS (Practical Scoring System)

    Acute hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND) merupakan penyakit udang yang telah menyebabkan kerugian dan menurunkan tingkat produksi udang vaname secara global. Penyebaran penyakit AHPND cukup cepat sejak pertama kali diidentifikasi. Penyakit AHPND ditandai dengan kematian mulai dari 10 hari tebar atau kurang dari 30 hari penebaran. Gejala klinisnya dicirikan dengan hepatopankreas akan berwarna putih, mengecil (atrofi), karapas melunak, usus putus-putus atau kosong, dan bercak hitam karena adanya melanisasi (OIE, 2021).

    Umumnya, deteksi penyakit AHPND menggunakan metode molekuler (PCR). Metode PCR membutuhkan peralatan dan keterampilan khusus yang jarang ditemukan pada lokasi tambak udang vaname, sehingga diperlukan metode diagnosis secara klinis oleh teknisi tambak untuk mencegah kerugian serta penyebaran AHPND. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Practical Scoring System  (PSS) yang dirangkum dari Olvera dan Rosales (2022). Metode ini didasarkan pada perubahan saluran pencernaan, perubahan warna, dan tampilan hepatopankreas (HP) secara eksternal dan internal. Setiap perubahan pada PSS dikategorikan 0 dan 1 berdasarkan keberadaan isi usus dan lambung. Khusus hepatopankreas kategori dibagi menjadi 0 hingga 3 dengan klasifikasi hepatopankreas dengan dan tanpa membran.

    Langkah-langkah untuk melakukan PSS adalah sebagai berikut: