-->

atas

    Saturday, 14 December 2019

    Pentingnya pengeringan tambak dalam budidaya Udang



    Pada budidaya udang, pengeringan tambak menjadi suatu proses persiapan lahan yang wajib dilakukan. Pengeringan tambak umum dilakukan pada tambak yang memiliki dasar tanah. Proses ini biasa dilakukan mengikuti proses pasca panen. Tujuan dari proses pengeringan adalah mendekomposisi mikroba dalam bahan organik tanah dan memineralisasi nutrisi organik. Tanah yang keras akan membantu algae untuk melekat. Tanah yang benar-benar kering akan membantu juga menghilangkan agen-agen patogen dan substansi berbahaya baik yang dihasilkan ketika tambak dalam kondisi penuh dengan air maupun  yang mungkin masih ada di dalam sedimen atau tanah yang basah. Misalnya pasa kasus white spot disease (WSD), running mortality syndrome (RMS) dan white gut diseases dan panen dini, dimana petak yang dikeringkan hingga 30-45 hari lebih sering memperoleh panen yang sempurna. Virus WSD masih dapat infektif dalam sedimen tanah hingga 26 hari atau lebih. Oleh karenanya proses pengeringan yang sempurna hingga 3-4 minggu dapat membantu mencegah kejadian WSD.

    Monday, 25 November 2019

    Vibriosis pada ikan

    Nama lain:  vibriosis; red pest, saltwater furunculosis, boil disease, dan ulcer disease, vibriosis klasik

    Etiologi/ penyebab
    setidaknya ada 13 spesies vibrio yang dilaporkan menyebabkan penyakit pada ikan antara lain Vibrio alginolyticus, V. anguillarum, V. carchariae, V. cholerae, V. damsella (Photobacterim damsella), V. harveyi, V. ordalii, V. parahaemolyticus, V. mimicus, V. vulnificus, V. Salmonicida serta tiga spesies baru V. Ichthyoenteri, V. Splendidus, V. Pelagiius.

    Monday, 28 October 2019

    [PROFIL] Ikan Mola-Mola

    Ikan mola-mola (pict credit to FAO, 2005)

    Taksonomi
    (ITIS)

    Kingdom           Animalia
    Subkingdom      Bilateria
    Infrakingdom    Deuterostomia
    Phylum             Chordata
    Subphylum       Vertebrata
    Infraphylum     Gnathostomata
    Superclass        Actinopterygii
    Class                Teleostei
    Superorder       Ostariophysi
    Order               Cypriniformes
    Superfamily     Cyprinoidea
    Family             Cyprinidae
    Genus              Hypophthalmichthys
    Species           Hypophthalmichthys molitrix (Valenciennes in Cuvier and Valenciennes, 1844)
    Hypophthalmichthys molitrix

    Wednesday, 23 October 2019

    Kram pada udang

    Nama lain
    Cramped tails, bent tails, body cramp [1], Cramped Muscle Syndrome (CMS) [2].

    Etiologi/ penyebab
    Tidak diketahui. Diduga berkaitan dengan ketidakseimbangan mineral, atau peningkatan suhu air dan udara [1]. Buruknya kualitas pakan juga dikaitkan dengan kram. Kram ditandai dengan kontraksi otot ekor dan terjadi abnormalitas fisiologis pada otot [2]. Defisiensi vitamin B, ketidakseimbangan kalsium dan magnesium, oksigen rendah, perubahan salinitas, paparan atypical kation atau campuran anion didugan menjadi penyebab kram lainnya [2].

    Thursday, 17 October 2019

    Sistem Respirasi Ikan: Insang

    Kebanyakan kelompok teleostei menggunakan insang sebagai organ utama pada sistem pernafasan, meskipun beberapa memiliki alat bantu nafas seperti kulit, faring, dll [1].

    Lokasi
    Insang berlokasi bilateral di area posterior kepala atau yang disebut dengan branchial chamber/ opercular chamber [3].

    Fungsi
    Insang bertanggungjawab dalam pertukaran garam dan air serta berperan dalam mengeksresikan produk buangan nitrogen [2]. Dalam melakukan pertukaran gas, oksigen berdifusi sepanjang epitel lamella, sedangkan karbondioksida diekskresikan sebagai gas terlarut melalui lamella atau dalam bentuk bikarbonat oleh sel penghantar ion [5]