-->

atas

    Tampilkan postingan dengan label Edwardsiellosis. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Edwardsiellosis. Tampilkan semua postingan

    Sabtu, 23 Februari 2019

    Enteric Septicaemia of Cat fish

    Nama lain:  Enteric Septicaemia of Cat fish / ESC/ Hole in The Head disease/ Edwardsiellosis

    Etiologi/ penyebab
    Edwardsiella ictaluri. Bakteri ini satu famili dengan Edwardsiella tarda, namun secara serologi keduanya berbeda [1]. Secara bentuk infeksi juga berbeda, E. tarda menimbulkan infeksi pada otot dengan lesi bergas dan bau, sedangkan E. ictaluri menimbulkan infeksi saluran pencernaan [5]. Bakteri E. ictaluri berbentuk batang, berukuran 0,8 x 1-3um, gram negatif [6].

    Hospes
    Ikan catfish, lele . Rainbow trout dapat terinfeksi pada percobaan [1]. Ikan channel catfish lebih rentan dibandingkan jenis ictalurid lainnya. Adapula kejadian infeksi E. ictaluri pada white catfish, blue catfish, dan brown bullhead [2]. Infeksi E. ictaluri juga dapat

    Kamis, 14 Juni 2018

    HERBAL: Meniran


    Taksonomi [14]
    Kingdom              Plantae  
    Subkingdom        Viridiplantae       
    Infrakingdom      Streptophyta      
    Superdivision      Embryophyta      
    Division                Tracheophyta 
    Subdivision          Spermatophytina              
    Class                      Magnoliopsida    
    Superorder          Rosanae                
    Order                    Malpighiales        
    Family                   Phyllanthaceae  
    Genus                   Phyllanthus L.
    Species                 Phyllanthus niruri L.

    Bahan aktif
    Meniran mengandung komponen seperti lignan, phyllantin, hypophyllanthin, flavonoid, glicosinoid, tannin [1], nir tetrakin, nirantin, hipotetralin [16]

    Khasiat secara umum
    Meniran banyak digunakan untuk pengobatan jaundice, ulcer, penyakit kulit, diabetes, sakit dada, dan komplikasi penyakit Sistema urinaria. Selain itu, meniran juga dapat berfungsi sebagai astringensia dan laksativa. Ekstraknya banyak digunakan sebagai antimicrobial, antiviral, hepatoprotective, antioksidan, antikanker, antiradang, antiplasmodia, antispasmodic, analgesic, dan diuretika[1]

    Sabtu, 26 September 2015

    Edwardsiellosis

    Nama lain: Emphysematous Putrefactive Disease, Edwardsiella Septicemia [2]

    Etiologi/ penyebab: Edwardsiella tarda


    Hospes: tilapia, nila, lele, belut, mullet, bass bergaris, ikan mas, kakap merah, carp,  turbot, golden shiners (Notemigonus crysoleucas), Carassius auratus, largemouth bass (Micropterus salmoides), brown bullhead (Ictalurus nebulatus) [1, 2, 3, 6]

    Epizootiologi
    Penyakit ini merupakan penyakit yang penting secara ekonomi namun bukanlah penyakit bakterial yang umum pada channel catfish  di Amerika. Penyakit ini menyebabkan kasus yang serius pada budidaya Japanese Flounder. Meskipun tidak dilaporkan pada Belut Amerika namun menimbulkan kerugian yang besar pada belut Jepang di Jepang dan Taiwan [2].  Edwardsiellosis biasanya terjadi pada musim panas dengan suhu air yang fluktuatif atau saat cuaca hangat [1]. Kejadian penyakit juga berkaitan dengan polusi organik. Penyakit ini berlangsung kronis dengan tingkat kematian rendah. Hemolisin dan chondroitin sulfat dapat bekerja sebagai faktor patogenik [2]. Sumber penularan dari Edwardsiellosis adalah isi usus dari hewan pembawa (carier) seperti ular, ikan (belut dan lele), amfibi, fan reptil [1]. Reptil dan amfibi dapat bertindak sebagai karier/ pembawa. Kepiting, kura-kura, dan katak juga ditemukan ikut terinfeksi pada kolam yang terpapar penyakit ini. Bahkan Carrion - eating birds dapat mejadi sumber penularan yang penting. Edwardsiella tarda juga dikenal sebagai penyakit zoonosis. Bakteri ini telah diisolasi dari urin dan feses mamalia (sapi, babi), termasuk manusia. Pada manusia bakteri ini dapat menimbulkan penyakit meningitis, abses hati, luka eksternal, serta gastroenteritis [2]. 

    Gejala Klinis
    Tidak tersifat, ikan biasanya mengalami anoreksia. Ikan yang terinfeksi oleh bakteri ini menunjukkan gejala klinis berupa borok atau lesi yang berbau pada bagian flank (sisi tubuh) disertai dengan area kemerahan di seluruh tubuh [2]. Timbulnya penyakit ini diawali dengan adanya luka pada kulit yang kemudian meluas ke seluruh bagian tubuh sehingga menilmbulkan pendarahan. Luka ini berkembang menjadi nodul yang berisi pus (nanah) [3].