-->

atas

    Minggu, 21 Juni 2026

    Alkalinitas dalam perikanan

    Alkalinitas didefinisikan sebagai kemampuan air untuk menetralkan asam atau kemampuan untuk menyangga. Alkalinitas penting untuk menjaga kestabilan pH karena besarnya fluktuas pH akan menyebabkan tress pada ikan dan dapat menimbulkan kematian. Alkalinitas biasanya memiliki satuan mg/L kalsium karbonat. Total alkalinitas kebanyakan komoditas budidaya adalah 50-150mg/L CaCO3 dan tidak boleh kurang dari 20mg/L.

    Kaitan alkalinitas dan pH

    Hubungan pH dengan alkalinitas bersifat tidak langsung. Alkalinitas akan menyangga pH agar tidak terlalu rendah dan berfluktuasi. Ketika pH rendah, alkalinitas akan menyangga, menaikkan pH pada titik stabil 7,5-7,8. Namun demikian, hal ini tidak berlaku sebaliknya. Pada pH tinggi, alkalinitas tidak menurunkan pH, namun menyangganya agar tidak berfluktuasi.

    Total alkalinitas dihitung sebagai total konsentrasi karbonat dan bikarbonat substansi seperti kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) yang bersifat basa. Total alkalinitas menyatakan seberapa bervariasi pH dan seberapa bagus ketersediaan karbondioksida, misalnya untuk produki alga. Alkalinitas juga mempengaruhi toksisitas beberapa bahan kimia seperti kupri sulfat. 

    Alkalinitas juga berkaitan erat dengan kesadahan. Air dengan kesadahan rendah dengan kalsium dan/ magnesium rendah biasanya memiliki alkalinitas rendah sedangkan air dengan kesadahan tinggi cenderung memiliki alkalinitas yang tinggi juga. 

    Alkalinitas dapat diukur di laboratorium dengan metode titrasi. Interpretasi dari total alkalinitas adalah sebagai berikut:


    Penanganan perubahan alkalinitas

    Apabila kondisi lingkungan memiliki alkalinitas rendah, apapun metodenya, prinsip untuk menaikkannya adalah dengan pemberian karbondioksida. Pengapuran dilakukan pada kolam yang dipupuk dan memiliki alkalinitas kurang dari 50-60mg/L.  Kapur pertanian direkomedasikan sebab tidak akan menaikkan pH lebih dari 8,3. Quick lime  (CaO) dan CaOH2 tidak direkomendasikan sebab dapat menaikkan pH terlalu cepat. Pupuk fermentasi dapat diberikan beberapa kali hingga pH mencapai 7,5 baru kemudian ditambahkan dolomit untuk menaikkan alkalinitas

    Referensi

    Egna, H.S. & Boyd, C.E. 1997. Dynamics of pond aquaculture. CRC Press: Boca Raton

    Food and Agriculture Organization. (1998). Pond conditioning through liming (Chapter 5). FAO Fisheries and Aquaculture Department.

    Hartawi. 2017. Kebenaran pH dan Alkalinitas. Majalah Info Akuakultur no 24/Tahun II/15 Januari 2017

    Sink, T. & House, M. Understanding water quality repreports for your pond. Texas A&M Agrilife extention. 

    Wurts, A.W. 2002. Alkalinity and Hardness in Production Ponds. World Aquaculture. 

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar