-->

atas

    Selasa, 30 Juni 2026

    Pemeriksaan penyakit Virus pada ikan dan udang

    Penyakit dalam perikanan disamping disebabkan oleh parasit dan bakteri, salah satu agen patogen yang paling berbahaya adalah virus. Penyakit virus sangat meresahkan industri budidaya sebab dapat menyebabkan kematian massal dan kerugian ekonomi yang cukup tinggi. Tingkat penularan penyakit viral ini juga lebih cepat bila dibandingkan agen patogen lainnya. 

    Pemeriksaan penyakit yang disebabkan virus umumnya dapat dilakukan dengan dua cara yakni secara konvensional dan bioteknologi. Pemeriksaan virus secara konvensional dilakukan  dengan pemeriksaan mikroskopis baik secara sederhana maupun histopatologi dan isolasi virus. Isolasi dan identifikasi virus pada ikan tidaklah mudah karena ikan merupakan hewan poikilotermik serta banyaknya assay, tehnik budidaya, dan diagnostik yang dikembangkan pada hewan darat sehingga masih diperlukan dimodifikasi. 

    Kunci dari keberhasilan deteksi virus adalah ketersediaan sampel yang tepat dan memadai sehingga virus dapat didiagnosa. Metode mikroskopis biasa kurang mampu mendeteksi virus, karena ukurannya yang sangat kecil (Kurang dari 300nm bahkan 100nm). Pengamatan mikroskop masih dapat digunakan untuk pengamatan badan inklusi (histopatologi) namun demikian, mikroskop elektron dibutuhkan untuk mengidentifikasi partikel virus. Mikroskop elektron juga akan sangat membantu deteksi virus dari isolah kultur sel dan untuk mengklasifikasikan virus dalam kelompok virus yang berbeda. 

    Metode histologi, mampu mengamati kerusakan jaringan dan keberadaan badan inklusi. Pada penyakit tertentu, badan inklusi dan kerusakan jaringan dapat bersifat khas/ menciri. Akan tetapi analisa dengan metode ini membutuhkan keahlian khusus dan pengalaman sehingga kurang cocok digunakan sebagai metode diagnosa lapangan. Pada beberapa kasus, badan inklusi tidak dapat terdiagnosa melalui histologi, kemungkinan disebabkan oleh jumlah virus yang sedikit, infeksi yang masih awal atau ringan. Oleh karena itu metode histologi pada diagnosa virus kerap disebut kurang sensitif.

    Tehnik kultur jaringan banyak digunakan sebagai metode standar untuk isolasi virus. Virus ditumbuhkan pada jaringan atau sel tertentu secara in vitro. Jaringan yang terinfeksi akan memperlihatkan Cytophatic Effect (CPE) yang dapat dilihat dengan mikroskop cahaya. Beberapa cell line juga telah dikembangkan untuk diagnosa penyakit ikan. Namun demikian, sebagian besar pengembangan dan penggunaannya membutuhkan biaya besar. Selain itu kebanyakan virus pada ikan air tawar spesifik pada spesies atau subspesies tertentu. 

    Pemeriksaan virus yang kedua merupakan pemeriksaan tercepat untuk pengujian virus yaitu dengan penerapan bioteknologi. Pengujian virus ini dapat dilakukan dengan pendekatan biologi molekuler dan imunologi. Pengujian ini dapat terlaksana apabila virus telah terisolasi dan teridentifikasi. Pendekatan biologi molekuler ditujukan untuk mendeteksi agen pathogen sedangkan imunologi ditujukan untuk mengetahui adanya reaksi antara antigen dan antibodi akibat keberadaan agen patogen. Beberapa metode dengan pendekatan antigen/antibody  adalah ELISA (Enzyme Linked Immunosobent Assay ), serum neutralization, fluorosence antibody, immunofluorosence antibody, immunostaining. Sedangkan pendekatan asam nukleat yang dapat membantu deteksi virus adalah Polymerase Chain Reaction (PCR), In situ hybridization, Dot blot, dan sequencing. 

    Pada pemeriksaan virus, sampel hidup lebih direkomendasikan agar probabilitas terdeteksi lebih besar. Seluruh peralatan untuk pemeriksaan harus steril untuk menghindari kontaminasi. Jumlah sampel yang ideal untuk pemeriksaan virus adalah 5-10 ekor ikan secara pooling. Prosedur pengambilan sampel juga harus dilakukan secara steril. Organ target untuk pengujian virus haruslah tepat. Terutama jika pengujian dilakukan secara molekuler yang dikerjakan spesifik untuk virus tertentu. 

    Referensi

    Das, B. K., & Kumar, V. (Eds.). (2025). Laboratory Techniques for Fish Disease Diagnosis

    Lukistyowati, I. 2005. Tehnik pemeriksaan Penyakit Ikan. Unri Press: Pekanbaru

    Plumb, J.A dan Hanson, L.A. 2011. Health Maintenance and Principal Microbial Diseases of Cultured Fishes Third Edition. Black and Wiley: Iowa

    Roberts, H.E (Ed). 2010. Fundamentals of ornamental fish health. Blackwell Publishing

    Svobodová, Z., & Vykusová, B. (Eds.). (1991). Manual for International Training Course on Fresh-Water Fish Diseases and Intoxications: Diagnostics, Prophylaxis and Therapy. Research Institute of Fish Culture and Hydrobiology, Vodňany, Czechoslovakia.

    Wildgoose, W.H (Ed). 2001. BSAVA Manual of Ornamental Fish. British Small Animal Veterinary Association


    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar