-->

atas

    Tampilkan postingan dengan label PCR. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label PCR. Tampilkan semua postingan

    Selasa, 30 Juni 2026

    Pemeriksaan penyakit Virus pada ikan dan udang

    Penyakit dalam perikanan disamping disebabkan oleh parasit dan bakteri, salah satu agen patogen yang paling berbahaya adalah virus. Penyakit virus sangat meresahkan industri budidaya sebab dapat menyebabkan kematian massal dan kerugian ekonomi yang cukup tinggi. Tingkat penularan penyakit viral ini juga lebih cepat bila dibandingkan agen patogen lainnya. 

    Pemeriksaan penyakit yang disebabkan virus umumnya dapat dilakukan dengan dua cara yakni secara konvensional dan bioteknologi. Pemeriksaan virus secara konvensional dilakukan  dengan pemeriksaan mikroskopis baik secara sederhana maupun histopatologi dan isolasi virus. Isolasi dan identifikasi virus pada ikan tidaklah mudah karena ikan merupakan hewan poikilotermik serta banyaknya assay, tehnik budidaya, dan diagnostik yang dikembangkan pada hewan darat sehingga masih diperlukan dimodifikasi. 

    Minggu, 06 Oktober 2024

    PCR dalam diagnosa penyakit udang

    Metode molekuler merupakan metode diagnosis yang cukup penting dalam diagnosa penyakit udang. Diagnosa penyakit udang yang paling banyak digunakan dalam waktu cepat dengan akurasi tinggi adalah menggunakan PCR. Probe gene pertama  dikembangkan untuk mendiagnosa penyakit udang IHHNV. Metode ini mengamplifikasi bagian unik dari genom patogen yang terdeteksi dengan sepasang primer spesifik.

    Metode PCR menargetkan sebagian kecil dari asam nukleat patogen (RNA maupun DNA) yang diamplifikasi dengan bantuan deoxynucleotida dan DNA polymerase. PCR dapat mendeteksi patogen yang berjumlah banyak (dalam stadium infeksi berat) maupun patogen dalam jumlah sedikit (stadium awal atau tanpa gejala) dengan nested PCR. PCR sangat membantu dalam deteksi dini penyakit udang sehingga penyakit dikontrol lebih awal. PCR juga dapat mendeteksi karier, air, sedimen, untuk melihat adanya kontaminasi di lingkungan budidaya.

    Rabu, 31 Maret 2021

    Diagnosa Penyakit Udang

    Diagnosa merupakan suatu aspek penting dalam manajemen kesehatan udang. Diagnosa sangat membantu untuk mengetahui adanya penyakit. Diagnosa dapat dilakukan dengan metode yang sederhana hingga kompleks. Diagnosa yang tepat akan menjadi acuan dalam pengendalian penyakit. Metode cepat dan sederhana dapat digunakan membantu diagnosa penyakit udang diantaranya: pewarnaan, ulas haemolim, squash, pemeriksaan insang dan hepatopankreas. Metode-metode ini dapat dilakukan pada tempat yang memiiki peralatan mikroskop.

    Kamis, 16 November 2017

    Taura Syndrome Virus (TSV)

    Nama lain: Red Tail Disease [1]

    Etiologi/ penyebabpicornavirus berbentuk icosahedron dengan diameter 30-32 nm. Merupakan RNA virus ssRNA [1]. Virus tidak beramplop ini diklasifikasikan dalam family Dicistroviridae [2]. Virus ini mampu bermutasi dan berkaitan dengan virus lainnya [4]. Virus ini bereplikasi di sitoplasma sel [6].

    Hospes Udang vaname pada berbagai stadia, pada stadium juvenil (0.05 -0.5 gram) menyerang pada 2-4 minggu pemelihataan di tambak [1]. Virus ini paling infektif pada P. vannamei, P. setiferus, P. schmitti. Udang  lain P. aztecus, P. duorarum, P. monodon, P. japonicus, P.  chinensis terinfeksi secara eksperimen, penyakit berkembang dan menjadi karier, namun menunjukkan beberapa resistensi [4]. L. stylirostris resisten terhadap penyakit ini dan dapat menjadi karier asimtomatik [5].
    Stadium infektifVirus TSV cenderung menginfeksi udang juvenil dalam  rentang 2-4 minggu  penebaran di tambak atau kolam (berat  0,1 – 0,5 gr) dan terjadi secara meluas selama periode siklus molting tunggal [4]. Penemuan terkini menunjukkan bahwa Taura Syndrom Virus juga menyerang indukan dengan melanisasi yang cukup parah. TSV belum ditemukan pada nauplii melalui postlarva awal P. Vannamei [8].