-->

atas

    Tampilkan postingan dengan label penyakit virus udang. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label penyakit virus udang. Tampilkan semua postingan

    Jumat, 03 Mei 2019

    Penaeus Vannamei Nodavirus (PvNV)



    Nama lain

    Etiologi/ penyebab
    Penaeus Vannamei Nodavirus. Virus ini secara filogenetik masuk ke dalam Alphanodavirus yang erat kaitannya dengan Macrobrachium rosenbergii Nodavirus (MrNV). Virus ini berbentuk kecil dan tidak beramplop [1].  Virus ini berdiameter 19-27nm, memiliki dua segmen RNA [3].

    Hospes
    Penaeus vannamei dan Penaeus monodon rentan terhadap infeksi PvNV melalui percobaan injeksi ataupun peroral [4].

    Kamis, 16 November 2017

    Taura Syndrome Virus (TSV)

    Nama lain: Red Tail Disease [1]

    Etiologi/ penyebabpicornavirus berbentuk icosahedron dengan diameter 30-32 nm. Merupakan RNA virus ssRNA [1]. Virus tidak beramplop ini diklasifikasikan dalam family Dicistroviridae [2]. Virus ini mampu bermutasi dan berkaitan dengan virus lainnya [4]. Virus ini bereplikasi di sitoplasma sel [6].

    Hospes Udang vaname pada berbagai stadia, pada stadium juvenil (0.05 -0.5 gram) menyerang pada 2-4 minggu pemelihataan di tambak [1]. Virus ini paling infektif pada P. vannamei, P. setiferus, P. schmitti. Udang  lain P. aztecus, P. duorarum, P. monodon, P. japonicus, P.  chinensis terinfeksi secara eksperimen, penyakit berkembang dan menjadi karier, namun menunjukkan beberapa resistensi [4]. L. stylirostris resisten terhadap penyakit ini dan dapat menjadi karier asimtomatik [5].
    Stadium infektifVirus TSV cenderung menginfeksi udang juvenil dalam  rentang 2-4 minggu  penebaran di tambak atau kolam (berat  0,1 – 0,5 gr) dan terjadi secara meluas selama periode siklus molting tunggal [4]. Penemuan terkini menunjukkan bahwa Taura Syndrom Virus juga menyerang indukan dengan melanisasi yang cukup parah. TSV belum ditemukan pada nauplii melalui postlarva awal P. Vannamei [8].

    Sabtu, 11 November 2017

    MrNV-XSV pada Udang Galah

    Nama lain:  White Tail Disease (WTD), penyakit ekor putih

    Hospes 
    udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Disamping udang galah, MrNV juga dapat menyebabkan kematian pada larva udang P. indicus, P. monodon, dan P. vannamei [3]. Udang dewasa dari spesies P. Indicus, P. Japonicus, dan P. Monodon serta 2 udang air tawar M. Rude dan M. Malcolmsonii tidak rentan terhadap infeksi MrNV-XSV, dimana secara oral dan intramuscular gagal mengakibatkan kematian [8].
    Etiologi/ penyebab
    Nodavirus yang sering kali berkaitan dengan virus satelit yang disebut Extra Small Virus (XSV) [3]. MrNV merupakan virus tidak beramplop, diameter 27nm [4], ss RNA [7]. Sedangkan XSV merupakan virus ss RNA tidak beramplop. Diduga XSV adalah virus satelit sementara MrNV adalah virus helper [7]. Detil informasi mengenai kaitan XSV dan MrNV tidak begitu jelas dan belum pernah dipublikasikan [8]
    Epizootiologi
    Pertama kali penyakit MrNV terdeteksi di India, di beberapa panti benih di Nellore Andhra Phrades dan Chennai. Selain di panti benih, penyakit serupa juga dilaporkan oleh pembudidaya di daerah tersebut. Penyakit ini dapat menimbulkan 100% kematian [1]. Hewan muda lebih banyak terserang virus ini. Mode penularan paling utama secara vertikal. Induk yang terinfeksi, jaringan ovarium, dan telur yang dibuahi terdeteksi positif dengan RT PCR. Beberapa PL yang terinfeksi dapat bertahan hingga dewasa dan menjadi pembawa penyakit ini. Pakan hidup seperti artemia berperan penting sebagai vector mekanik. Agen patogen WTD juga dapat ditularkan melalui paparan oral [4]. Lima spesies insekta akuatik giant water bug Belostoma sp., dragonfly nymphs Aesohna sp., diving beetles Cybister sp. dan back swimmers Notonecta sp terdeteksi positif melalui RT-PCR [6]. Hal ini mengindikasikan bahwa beberapa spesies insekta air memiliki resiko menularkan MrNV-XSV pada udang galah [8]. Terdeteksi positif dikoleksi dari kolam pembesaran. Penularan MrNV secara horizontal terjadi melalui sistem budidaya dan ekosistem karier hidup yang berdekatan, jaringan mati, ataupun virion bebas [6]. Udang penaeid juga berpotensi menularkan seperti  P. japonicus, P. indicus, P. monodon [7].