-->

    Thursday, 14 June 2018

    HERBAL: Meniran


    Taksonomi [14]
    Kingdom              Plantae  
    Subkingdom        Viridiplantae       
    Infrakingdom      Streptophyta      
    Superdivision      Embryophyta      
    Division                Tracheophyta 
    Subdivision          Spermatophytina              
    Class                      Magnoliopsida    
    Superorder          Rosanae                
    Order                    Malpighiales        
    Family                   Phyllanthaceae  
    Genus                   Phyllanthus L.
    Species                 Phyllanthus niruri L.

    Bahan aktif
    Meniran mengandung komponen seperti lignan, phyllantin, hypophyllanthin, flavonoid, glicosinoid, tannin [1], nir tetrakin, nirantin, hipotetralin [16]

    Khasiat secara umum
    Meniran banyak digunakan untuk pengobatan jaundice, ulcer, penyakit kulit, diabetes, sakit dada, dan komplikasi penyakit Sistema urinaria. Selain itu, meniran juga dapat berfungsi sebagai astringensia dan laksativa. Ekstraknya banyak digunakan sebagai antimicrobial, antiviral, hepatoprotective, antioksidan, antikanker, antiradang, antiplasmodia, antispasmodic, analgesic, dan diuretika[1]


    Penggunaan pada Ikan dan Udang
    Penggunaan larutan infusum meniran telah terbukti mampu meningkatkan diameter pulpa putih pada limpa ikan gurami yang diinfeksi oleh Vibrio anguillarum pada ikan gurame[7]. Hal ini bermakna bahwa meniran memiliki kemampuan untuk meningkatkan respon imun dari ikan. Meniran juga mampu meningkatkan respon imun yakni dengan naiknya jumlah leukosit pada ikan yang diberi pakan mengandung meniran. Hal ini menguntungkan sebab mampu menurunkan resiko outbreak penyakit budidaya [8]. Pada ikan hias, campuran meniran dengan lidah buaya sebagai bahan tambahan pakan mampu meningkatkan pertumbuhan ikan mas serta kekebalan terhadap Aeromonas hydrophila  [15]


    Sumber : [2], [3], [4], [5], [6], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [16]
    Toksisitas
    Meniran umumnya memiliki toksisitas rendah. Toksisitas pada ikan dapat ditunjukkan bila diekstrak menggunakan alcohol dan air [1]. Berdasarkan uji toksisitas, ikan cukup tahan terhadap ekstrak meniran, Perendaman dengan konsentrasi 40.000mg/L selama 24 jam tidak menimbulkan kematian. Sedangkan perendaman dosis 60.000mg/L menimbulkan kematian 10% dari ikan uji  dan 30% pada konsentrasi 80.000mg/L[5]
    Referensi
    1.    Kamruzzaman, H.M. dan Hoq, M.O. 2016. A review on ethnomedicinal, phytochemical and pharmacological properties of Phyllanthus niruri. Journal of Medicinal Plants Studies 2016; 4(6): 173-180
    2.    Miranti, S. 2012. PENGGUNAAN CAMPURAN TEPUNG MENIRAN-BAWANG PUTIH DALAM PAKAN UNTUK PENGENDALIAN INFEKSI Vibrio alginolyticus PADA BENIH IKAN KERAPU MACAN Epinephelus fuscoguttatus. Departemen Budidaya Perairan IPB. Skripsi
    3.    Ayuningtyas AK. 2009. Efektivitas campuran meniran Phyllanthus niruri dan bawang putih Allium Sativum Untuk Pencegahan Dan Pengobatan Infeksi Bakteri Aeromonas Hydrophila Pada Ikan Lele Dumbo Clarias Sp Dalam Solikhah, E.H. 2009. Efektivitas Campuran Meniran Phyllanthus Niruri Dan Bawang Putih Allium Sativum Dalam Pakan Untuk Pengendalian Infeksi Bakteri Aeromonas Hydrophila Pada Ikan Lele Dumbo Clarias Sp. Departemen Budidaya Perairan IPB. Skripsi
    4.    Wahjuningrum, D., Astrini, R., Setiawati, M. 2013. Pencegahan infeksi Aeromonas hydrophila pada benih ikan lele Clarias sp yang Berumur 11 hari menggunakan Bawang Putih Allium Sativum dan Meniran Phyllanthus niruri. Jurnal Akuakultur Indonesia 12(1), 94-104
    5.    Supriyadi, H dan Iftitah, D. 2009. Kegunaan Ekstrak Daun Meniran (Phylanthus Niruri)
    6.    Bagi Pengendalian Penyakit Ikan Akibat Infeksi Bakteri Aeromonas Hydrophila. Media Akuakultur Volume 4 Nomor 1 Tahun
    7.    Sudarno, Setiorini, F.A., Suprapto, H. 2011. Efektifitas Ekstrak Tanaman Meniran (Phyllanthus niruri) Sebagai Antibakteri Edwardsiella tarda Secara In Vitro. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 3,No. 1, April 2011
    8.    Rochmawati, D.W., S Koestanti, E., Yunus, M., Nidom, C.A.,Rahmahani, J. 2015. Effect Of Meniran (Phyllanthus Niruri, Linn.) Infusion On White Pulp Spleen Diameter Of Vibrio Anguillarum Infected Gouramy Fish. Journal of Basic Medical Veterinary. Vol. 4 - No. 1
    9.    Haniffa, M.A. dan Margaret, I.V. 2014. Effect of Dietary Administration of the Herbal Additive Phyllanthus niruri on Growth Performance and Hematological Changes in Striped Snakehead. W WW.WAS.ORG
    10.Sukenda, Nuryati, S., Sari, I.R. 2011. Pemberian meniran Phyllanthus niruri untuk pencegahan infeksi IMNV (infectious myonecrosis virus) pada udang vaname Litopenaeus vannamei. Jurnal Akuakultur Indonesia 10 (2), 192‒202 (2011)
    11.Murni, Insana, N., Sambu, A.H. 2015. Optimasi Dosis Yang Berbeda Terhadap Daya Tetas (Hatching Rate) Dan Sintasan Pada Telur Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) Yang Diberi Ekstrak Meniran (Phillanthus Niruri ). Jurnal ilmu perikanan Volume 4 Nomor 2, Juni 2015
    12.Sunitha, C., Mettilda, S., Vinoliya, J. 2017. Effect of dietary intake of Phyllanthus niruri L. on
    13.fingerlings of freshwater fish, Cyprinus carpio L. International Journal of Fisheries and Aquatic Studies 2017; 5(1): 352-359
    14.Maulina, I., Haetami, K., Junianto. 2006. Pengaruh Meniran Dalam Pakan Untuk Mencegah Infeksi Bakteri Aeromonas Sp.Pada Benih Ikan Mas (C. Carpio).
    15.Fauziah, R.N., Wahjuningrum, D., Sukenda, Ranta. 2015. Campuran tepung bawang putih - meniran untuk pencegahan infeksi Streptococcus agalactiae pada ikan nila. Jurnal Akuakultur Indonesia 12 (1), 79–89 (2015)
    17.Murthy, K.S dan Kiran, B.R.2013. Review On Usage Of Medicinal Plants In Fish Diseases. Int J Pharm Bio Sci 2013 July; 4(3): (B) 975 – 986
    18.Hidayah, H.A. Tanaman Herbal untuk Meningkatkan Kesehatan Ikan. Unsoed


    No comments:

    Post a Comment