-->

atas

    Tampilkan postingan dengan label ikan hias. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label ikan hias. Tampilkan semua postingan

    Senin, 17 Maret 2025

    Mycobacteriosis pada Ikan Hias

    Nama lain: Atypical Tuberculosis, Fish Tuberculosis, Fish TB, Piscine tuberculosis

    Etiologi/ penyebab:
    Mycobacterium marinum, M.fortuitum, M. chelonae. Bakteri ini merupakan bakteri gram positif, berbentuk batang, tahan asam, tidak berspora [1,3]

    Hospes :
    Pada ikan hias ditemukan pada anggota sygnathids (kuda laut). Ikan family anabatidae (betta dan gurame hias), characidae (tetra), cyprinidae (barb, danios, koi, dan ikan mas), beberapa cichlidae (angelfish tawar) rentan terhadap infeksi mycobacterium[6]. Jahnel dalam Rehulka et al (2006) menyebutkan bahwa mycobacterium ditemukan pada spesies black tetra (Gymnocorymbus ternetzi), pearl danio (Danio albolineatus), spottedsail barb (Puntius phutunio), malabar danio (Devario malabaricus), Egyptian mouth-brooder (Pseudocrenilabrus multicolor multicolor), bloodfin tetra (Aphyocharax anisitsi), dwarf gourami (Colisa lalia) dan genus Xiphophorus[7]. Outbreak mycobacterium pernah terjadi pada fancy veiltail guppies (Lebistes reticulatus). Mycobacteriosis juga pernah ditemukan pada ikan zebra (Brachydanio rerio)[4]

    Sabtu, 25 Juli 2020

    Covid-19 dan Dampaknya terhadap Dunia Perikanan


    Covid-19 merupakan penyakit yang sejak akhir tahun 2019 hingga saat dimana tulisan ini dibuat, masih menjadi perbincangan dan wabah di segala penjuru dunia. Perlu diketahui bahwa penyakit Covid-19 ini disebabkan oleh virus yang bernama SARS –Cov-2 yang termasuk dalam famili coronaviridae dan genus betacoronavirus. SARS-Cov-2 ini menyerang pada sistem pernafasan terutama paru-paru. Virus ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui reseptor protein angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2). Dibandingkan dengan ikan, kecuali untuk lungfish, ikan bernafas menggunakan insang. Kesamaan genetik asam amino pada ikan terhadap reseptor ACE2 ini sangat rendah. Oleh karenanya, dapat dikatakan bahwa ikan tidak rentan dan tidak ada kemungkinan bagi virus ini untuk menginfeksi pada ikan. Namun hal yang tidak dapat diabaikan adalah pengaruh pandemi

    Minggu, 07 April 2019

    Capillariasis

    Nama lain: -

    Etiologi/ penyebab
    Cacing Capillaria spp [1].  Capillaria pterophyllii relative sering ditemukan pada usus ikan cichlid [7].

    Hospes
    Discus [1,5], Angelfish [2], cichlid [3], cyprinid, gurame, tetra [6] dapat ditemukan baik pada ikan air tawar maupun laut [5].

    Stadium rentan 
    -

    Epizootiologi
    Parasit ini dapat menimbulkan kematian dalam jumlah tinggi pada ikan yang hidup di akuarium [5]. Parasit ini berpotensi zoonosis, menginfeksi pada manusia [8].

    Senin, 09 Juli 2018

    Hole in the Head (HITH)


    Nama lain
    Lateral line disease [3], HITH syndrome [4], Head and Lateral Line Erosion (HLLE) [5], Freshwater Head and Lateral Line Erosion (FHLLE), Marine Head and Lateral Line Erosion (MHLLE) [9], lateral line depigmentation [10], hexamitiasiss [11]

    Etiologi/ penyebab
    Penyebab sebenarnya dari penyakit ini belum diketahui [5]. Parasite seperti Hexamita sp, Spironucleus sp, Protoopalina sp, Trichomonas sp, Cryptobia sp, malnutrisi, air kurang mengandung mineral [2] dan infeksi bakteri [3] diduga terlibat. Meskipun parasite disebut-sebut terlibat, namun perannya sebagai patogen utama atau oportunistik masih dipertanyakan [3]. Kotoran karbon aktif, logam berat seperti copper, voltase listrik yang tidak stabil, ozon, dan radiasi UV, defisiensi vitamin C dan A, serta penyakit internal lainnya juga diduga menjadi penyebabnya [5]. Pada ikan lele, penyakit hole in head banyak dikaitkan dengan infeksi Edwardsiella ictaluri [7]. Namun pada artikel ini hanya dibatasi pada ikan hias saja

    Hospes cichlid air tawar [4] (discus, Oscar, cichlid amerika selatan lainnya [9]), ikan air laut [5] (surgeonfish, tangs, angelfish [9]), ikan hias, salmon, cyprinid [6]

    Rabu, 09 Mei 2018

    Dactylogyrosis pada ikan hias

    Nama lain:  gill fluke [1]


    Etiologi/ penyebab
    parasite monogenea Dactylogyrus,  bersifat ovipar (bertelur ) [1]

    Hospes
    ikan hias air tawar seperti ikan mas koki, discus, dan angel fish  [1] Oskar [3], ikan laut Dascyllus melanurus, Dascyllus trimaculatus, Chromis viridis, Dascylus aruanus, Chrysiptera cyanea, Pomacentrus coelistis, Stagestes aureus, Halichoeres sp., Amphiprion ocellaris, Abudefduf sp. dan
    Epinephelus   [2]

    Stadium rentan 
    Epizootiologi: prevalensi penyakit parasiter yang tertinggi adalah pada Juli dan yang terendah adalah pada Nopember, Januari dan Pebruari [2].

    Minggu, 11 Februari 2018

    Dropsy pada Ikan


    Nama lain
    Ascites [1], abdominal swelling [2], edema, oedema, penyakit pine-cone [3], matsukasa, penyakit kerucut cemara [6], kembung air [7], penyakit gembur atau bengkak [8], penyakit sisik nanas

    Definisi
    Dropsy merupakan suatu kondisi dimana terdapat timbunan (akumulasi) cairan di rongga perut dan jaringan kulit [3]

    Etiologi
    Dropsy secara umum disebabkan oleh infeksi pada peritoneum (selaput pembungkus rongga perut) oleh virus, bakteri, atau parasite. Dropsy juga dapat disebabkan oleh gangguan metabolisme (gagal ginjal), tumor, obesitas, atau retensi telur [2]. Infeksi bakteri sistemik seperti Aeromonas, mycobacteriosis, dll

    Senin, 22 Januari 2018

    Nutrisi Pakan pada Ikan Hias


    Pakan memegang peranan penting dalam pemeliharaan ikan hias. Ikan harus diberikan pakan spesifik yang sesuai dengan biologinya. Ikan karnivora memiliki saluran pencernaan yang pendek karena itu pakan kadar protein yang tinggi akan lebih cepat tercerna. Sedangkan ikan herbivora memiliki saluran pencernaan yang panjang, oleh karenannya pakan berbahan sayuran akan lebih lama diproses oleh tubuh. Ikan karnivora membutuhkan protein tinggi (>50%), omnivora (40-50%), dan herbivora (30-40%).

    Pada ikan hias yang hidup di dalam akuarium, kebutuhan pakannya sangat ditentukan oleh si pemelihara.  Kebutuhan nutrisi pakan pada ikan hias ini berbeda-beda bergantung pada spesies, usia, suhu air, dan banyak faktor lainnya. Sayangnya kebutuhan nutrisi untuk ikan laut tropis sangat kurang begitu dipahami. Pemelihara harus mampu menyesuaikan kebutuhan nutrisi pakan ikan tersebut dengan jenis ikan, apakah herbivora, omnivora, atau karnivora dan mempertimbangkan faktor-faktor yang berkaitan kebutuhan nutrisi pada ikan hias.

    Seperti pada ikan budidaya, beberapa ikan hias merupakan pemakan di permukaan, beberapa di kolom air atau di dasar. Pakan ikan hias akan lebih efektif jika diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang sesuai dengan tiap spesies dan berbagai karakter konsumsi ikan. Beberapa ikan sangat bergantung pada pakan alami. Sedangkan yang lainnya dapat hidup dengan pakan buatan. Pada ikan hias, formulasi pakan yang tepat akan meningkatkan kecernaan, mensuplai kebutuhan metabolisme, dan menurunkan biaya

    Kamis, 21 Desember 2017

    Referensi: BSAVA Manual of Ornamental Fish



    Judul buku          : BSAVA Manual of Ornamental Fish
    Editor                   : William H Wildgoose
    Penerbit              : British Small Animal Veterinary Association
    Ketebalan buku : 312 halaman
    Tahun terbit       : 2002
    Edisi                     : 2
    ISBN                    : 978-0-905214-573


    Deskripsi:
    Buku ini merupakan salah satu referensi ditulis oleh para kontributor yang berasal dari Inggris maupun Amerika Serikat. Buku ini sebagian besar membahas mengenai manajemen kesehatan pada ikan hias. Bagian I meliputi aspek lingkungan budidaya pada ikan hias. Bagian II diarahkan pada pemeriksaan klinis, diagnostik, dan laboratorium. Bagian III hingga IV membahas mengenai penyakit baik yang infeksius maupun non infeksius. Bagian V memaparkan penanganan, terapeutik, hingga prosedur pembedahan. Buku ini juga dilengkapi dengan gambar atau ilustrasi yang memudahkan pembaca untuk dapat lebih memahami pokok bahasan.

    Jumat, 20 Oktober 2017

    Gyrodactyliasis pada Ikan Hias


    Nama lain:  skin fluke [1]



    Etiologi/ penyebab: parasite monogenean Gyrodactylus bullatarudis [5], G. Turnbulli, G. Katherineri [6]. Parasit bersifat vivipar (beranak ) [1]. G. gurleyi terdapat pada ikan maskoki. Sedangkan G. elegans pada ikan stickleback []. Parasit ini berukuran kecil (panjangnya kurang dari 1mm), memiliki dua anchor central dan 16 kait marginal pada opisthohaptor. Tidak memiliki eyespot dan terkadang terlihat juvenil di uterus cacing dewasa [2]



    Hospes : ikan hias air tawar seperti ikan mas koki, discus, dan angel fish  [1], guppy [5], koi, molly, platy, swordtail [6], dan ikan hias air laut [2]


    Gyrodactylus (pic from classconnection.s3.amazonaws.com)

    Kamis, 07 September 2017

    Lintah pada ikan hias



    Etiologi/ penyebab: Myzobdella pada air laut dan Piscicola pada ikan tawar [1]. Lintah merupakan parasit dari subklas hirudinea [2]

    Hospes : ikan hias air tawar dan laut [5]

    Faktor pendukung
    Meski kecil, namun ada resiko masuknya lintah dari pakan hidup [4]

    Siklus hidup
    Secara langsung dimana dewasa yang hermafrodit akan meninggalkan hospes kemudian meletakkan coccon pada substrat yang sesuai. Setelah coccon menetas, larva akan mencari hospes yang sesuai [1]. Lintah dapat bertahan di luar tubuh ikan hingga 3 bulan. Telur akan menetas antara 13 – 80 hari, tergantung suhu. Lintah muda akan mencari hospes baru dan dewasa setelah 19-24 hari [4].

    Minggu, 22 Januari 2017

    Velvet pada ikan hias air laut

    Nama lain:  Rust Disease, Amyloodiniosis, Golden dust, marine velvet, Coral fish disease


    Hospes : 
    Berbagai ikan hias, jenis anabatinoid, danios, goldfish, dan killifish. Ikan dengan produksi mucus berlebih seperti mandarin dragonet (Synchiropis splendidus) membantu melindungi ikan dari parasit eksternal. Ikan emperor angelfish (Pomacanthus imperator) merupan salah satu spesies yang rentan terhadap amyloodiniasis.

    Etiologi/ penyebab: 
    Parasit dinoflagellata Amyloodinium ocellatum. Dinoflagellata merupakan parasit berdiameter 100 mikron , memiliki kromatofora dan nukleus tunggal eksentrik. Saat berenang diameternya menjadi 20 mikron dengan flagella transversal  dengan alur transversal dan flagella longitudinal pada sulcus longitudinal.

    Faktor predisposisi
    Air dengan bahan organic tinggi, kondisi air kurang optimal, merupakan pemicu outbreak penyakit ini. Parasit ini akan tumbuh subur pada suhu 77 – 86oF (25-30oC) dan salinitas 1,012 – 1,021.

    Siklus hidup
    Parasit penyebab velvet memiliki tiga stadium siklus hidup yaitu stadium tropont (parasitik), tomont yang mengkista, dan stadium dinospora yang berenang bebas. Tomont dapat memproduksi hingga 250 dinospora motil. Pada stadium dinospora parasit mencari hospes, apabila tidak dapat menemukan ikan hospes, dinospora akan mati, tomont akan mengalami dormansi untuk waktu yang lama sebelum menetas. Dinospora biasanya akan menyerang insang kemudian mata dan kulit. Ketika parasit melekat pada hospes (melalui struktur yang disebut rizhoid), parasit akan membunuh sel di sekitar tempat melekat. Fase reproduksi saat berenang bebas membutuhkan kondisi air yang optimal dengan pH 8 -8,2 dan kecerahan 1,012 – 1,021, serta bahan organic di atas normal, terutama  nitrat.

    Minggu, 04 Oktober 2015

    White Spot Ikan Air Tawar (Ikan Hias)

    Nama Lain : White Spot Disease, Ich, Ichthyophthiriasis

    Penyebab: Ichthyophthirius multifiliis


    Hospes/ Inang:  semua ikan di akuarium air tawar dapat terinfeksi ini namun ikan zebra  (zebrafish) merupakan ikan yang paling rentan terhadap parasite ini [6]

    Epizootiologi
    Parasit ini merupakan parasit yang kerap dijumpai pada ikan budidaya dan ikan yang diperdagangkan. Mortalitas dari penyakit ini sangat tinggi namun jarang ditemukan pada fasilitas budidaya ikan zebra. Outbreak biasanya juga berkaitan dengan suhu yang terlalu tinggi/ rendah atau tingkat kepadatan yang tinggi [6].

    Gejala Klinis:
    Osman et al (2009) menggambarkan pada studinya ikan maskoki yang terinfeksi oleh penyakit ini menunjukkan adanya bintik putih disertai peningkatan produksi mucus di seluruh tubuh. Ikan juga menggesekkan tubuhnya di sisi akuarium, naik ke permukaan untuk mendapatkan oksigen, kemudian menjadi letargi dan berhenti makan [2,5].
    Gejala klinis dari penyakit white spot yang ditandai dengan bintik
     putih pada tubuh (gambar dari http://www.dorrypets.co.za)