-->

atas

    Sabtu, 10 Januari 2026

    Hemoglobin pada ikan

    Hemoglobin pada ikan Hemoglobin merupakan suatu protein globular yang tersusun dari 4 rantai globin dan grup prostetik heme yang saling berikatan satu sama lain. Hemoglobin berfungsi untuk mentransportasikan oksigen dari organ pertukaran gas ke jaringan perifer. Hemoglobin penting dalam adaptasi ikan untuk menghubungkan organisme dan lingkungan. Hemoglobin akan mendistribusikan okesigen melalui pertukaran udara menuju jaringan perifer. Terdapat beberapa bentuk hemoglobin pada ikan yang disebut dengan isohemoglobin. Kebanyakan ikan Teleostei memiliki hemoglobin dalam eritrosit. Akan tetapi oksigen juga dapat dibawa secara mudah melalui plasma karena rendahnya suhu tubuh ikan. Oleh karena itu ada beberapa ikan yang bahkan tidak memiliki hemoglobin sama sekali seperti pada ikan Antartika dan Arctic. 

    Pada pengujian hematologi, hemoglobin diukur secara cepat mengetahui adanya anemia. Hemoglobin (Hb) diukur dengan berbagai metode, namun yang paling banyak digunakan adalah metode cyanmethemoglobin. Prinsip pengujian ini adalah ketika darah ditempatkan bersama 0,1N HCl, darah akan lisis dan hemoglobin yang dilepas akan diubah menjadi asam hematin dan menghasilkan warna coklat yang dapat diukur dengan fotometri. Metode ini dipengaruhi beberapa faktor seperti suhu dan waktu perubahan ke asam hematin, warna asam hematin yang hanya stabil untuk periode pendek, dan lipid serta plasma protein yang mempengaruhi perubahan warna. 

    Nilai hemoglobin normal pada kebanyakan ikan antara 5-10 g/dL. Kadar ya rendah pada spesies yang hidup di lingkungan dengan oksigen yang tercukupi dibandingkan pada ikan yang mengalami hipoksia. Kadar Hb yang terlalu rendah mengakibatkan laju metabolisme turun dan energi yang dihasilkan lebih rendah sehingga ikan akan tampak lemah, diam di dasar dan nafsu makannya menurun. Turunnya kadar Hb mengakibatkan turunnya kadar oksigen yang dibawa. Nilai Hb yang turun dapat dipengaruhi oleh protein pakan, defisiensi vitamin, kualitas air buruk, stress, dan adanya infeksi. Turunnya kadar Hb juga berkaitan dengan jumlah eritrosit Dimana semakin rendah jumlah eritrosit, makin rendah pula kadar Hb dalam darah. 

    Referensi

    Bastiawan, D., Taukhid, Alifudin M., Darmawati T. S. 1995. Perubahan hematologi dan jaringan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) yang iiinfeksi cendawan Aphanomyces sp. Jurnal Penelitian PerikananIndonesia
    Bond, C.E. 1979. Biology of Fishes. Philadelphia: Saunders Colege Publishing. Hlm 514.

    Campbell, T.W. & Grant, K.R. 2022. Exotic Animal Hematology and Cytology. John Wiley & Sons

    El-Bab, M.R.F. 2006. Fundamentals Of The Histology Of Fish Part I Histology Of Teleosts (2nd Ed). 

    Fujaya Y. 2004. Fisiologi ikan. Penerbit Rineka Cipta. 179 hal.

    E. F. Hesser (1960): Methods for Routine Fish Hematology, The Progressive Fish-Culturist, 22:4, 164-171

    Grant, K.R. 2015. Fish Hematology and Associated Disorders. Vet Clin Exot Anim 18: 83–103

    Arnaudov, A., D. Arnadouva. 2022. Erythrocytes and Hemoglobin of Fish: Potential Indicators of Ecological Biomonitoring. Intechopen. 

    Souza, P.C. & Bonilla-Rodriguez, G.O. 2007. Fish hemoglobins. Brazilian Journal of Medical and Biological Research (2007) 40: 769-77

    Thrall, M.A., G. Weiser, R.W. Allison, T.W. Campbell (Ed). 2012. Veterinary Hematology and Clinical Chemistry second edition. Wiley-Blackwell: UK

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar