-->

atas

    Tampilkan postingan dengan label Amonia. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Amonia. Tampilkan semua postingan

    Jumat, 16 Februari 2018

    Keracunan ammonia pada ikan

    Etiologi
    Total ammonia nitrogen (TAN) terdiri dari dua komponen yakni un ionized ammonia (NH3) dan ionized ammonia (NH4). Amonia  dalam bentuk yang tidak terionisasi (NH3) merupakan ammonia yang bersifat toksik. Kadarnya akan meningkat seiring dengan peningkatan suhu dan pH. Setiap kenaikan 1 unit pH akan meningkatkan ammonia toksik sebanyak 10 kali [3] Keracunan ammonia dapat disebabkan oleh berbagai hal [2],[4]
    • Filter yang belum terbentuk (jumlah bakteri nitrifikasi belum cukup/sesuai untuk memetabolisme ammonia)
    • Kepadatan tinggi  (produksi ammonia terlalu tinggi)
    • Dekomposisi (ikan / tanaman mati, pakan berlebih)
    • Pakan berlebih
    • Rusaknya filter biologis (oleh penggunaan anti bakterial, kerusakan pompa, atau filter)
    • Pada musim dingin biasanya jumlah pakan diturunkan, namun kadar ammonia akan lebih tinggi sebab suhu dingin pada musim dingin akan menurunkan kecepatan fotosintesis oleh alga sehingga kadar ammonia yang terbuang menjadi lebih sedikit

    Spesies rentan
    Telur dan larva sensitif terhadap NH3 {1]

    Kadar toksik dan Toleransi
    Berbeda-beda setiap spesies. Paparan toksik jangka pendek ammonia bebas berada antara 0,6-2mg/L. Sedangkan kadar subletal antara 0,1-0,3mg/L [6]. Pada ikan salmon kadarnya tidak boleh melebihi 0,02mg/L. kadar toksisitas akut pada ikan salmon dan nila adalah 0,2mg/L dan 2mg/L {1] Kadar ammonia toksik yang mampu membunuh ikan dalam beberapa hari dimulai dari 0,6mg/L (ppm) [3].

    Kamis, 04 Januari 2018

    Amonia dalam Perikanan


    Amonia  dalam perikanan merupakan produk metabolisme protein pada ikan yang diekskresikan melalui insang dan ginjal.  Amonia juga dikeluarkan Bersama dengan urin dan feses.  Ikan mengeksresikan metabolit amonia sebanyak 50-100mg/kg berat badan setiap harinya. Kadar amonia akan meningkat beberapa jam setelah pemberian pakan pada ikan. Pada kolam-kolam yang sudah bertahun-tahun digunakan, bahan organik akan terdeposit di dasar kolam dan menghasilkan bahan berbahaya yang salah satunya adalah amonia. Kadar amonia juga dapat meningkat akibat pemberian pakan berlebih sehingga jumlah amonia yang diekskresikan meningkat tanpa diimbangi dengan jumlah bakteri dekomposer. Amonia juga dapat berasal dari alga atau tanaman air yang mati. Pada kasus tertentu seperti blooming alga, ketika alga tersebut mati, kadar amonia akan meningkat dengan cepat karena proses dekomposisi alga berlangsung cepat sehingga menurunkan kadar oksigen dan pH lalu meningkatkan amonia dan konsentrasi karbondioksida.