-->

    Thursday, 22 February 2018

    Profil Ikan: Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus)

    Ikan napoleon (@hakaimagazine.com)
    TaksonomiKingdom  : animalia
    Phyllum   : chordata
    Class       : osteichthyes
    Family     : labridae
    Genus      : cheilinus
    Species    : Cheilinus undulatus

    (sumber: Menurut Ruppell (1835) dalam Direktorat KKJI (2012), Direktorat Jenderal KP3K)

    Nama lokal 
    Ikan napoleon, ketipas, siomei, mengkait, maming, bele-bele, ikan lemak, ikan licin, ikan dower

    Nama inggris
    Napoleon wrasse, Humphead wrasse, Napoleon Fish, Maori wrasse

    Karakteristis morfologi
    Ikan ini disebut dengan ikan napoleon sebab memiliki bentuk kepala menonjol seperti poni/ kepala/ topi dari Napoleon Bonaparte (1769-1821), pemimpin militer Perancis. Tonjolan ini akan semakin besar seiring bertambahnya usia. Ikan napoleon memiliki ciri morfologi yang berbeda antara fase juvenil dan dewasa. Tubuhnya memiliki dua garis diagonal berwarna biru atau kehitaman di belakang mata. Dua garis lagi akan miring menghadap sisi atas bibir. Bibir ikan napoleon padat dan tebal ditambah gigi yang keras dan tajam. Ikan betina berwarna keabuan, merah atau coklat pudar, dengan guratan khas berwarna krem atau kuning susu yang saling tumpeng tindih di atas mulut yang meluas ke tubuh dan seberang ujung sirip dada. Ikan napoleon jantan berwarna hijau cerah atau kebiruan dengan garis berlekuk di bagian kepala dan depan tubuh.  Sirip dada membulat, lebih besar dari sirip perut. Sirip punggung memilliki 9 ruas keras dan 10 ruas lunak. Sirip anal memilii 3 ruas keras dan 8 ruas lunak. Sirip perut memiliki 12 ruas lunak.

    Habitat
    Ikan ini hidup di area tropis dekat terumbu karang denan tutupan karang 50-70% dan kecerahan 15-20m. Habitat ikan ini terbagi berdasarkan usia. Ikan muda (juvenile) hidup di kedalaman 2-3 meter. Ikan muda lebih senang hidup berdekatan dengan karang bercabang yang ditumbuhi makroalga. Ikan dewasa senang hidup di tempat dalam di tepi lereng terumbu yang curam (kedalaman 1-60meter hingga 100m). Ukuran ikan berbanding terbalik dengan persentase tutupan karang. Sedangkan kepadatan ikan berbanding lurus dengan tutupan karang. Ikan ini hidup soliter, berpasangan, dan berkelompok 2-7 ekor.

    Distribusi
    Ikan ini terdapat di wilayah Indo pasifik, barat Samudra Hindia dan Laut merah hingga selatan Jepang, New Caledonia, dan Tengah Samudra Pasifik, utara hingga selatan Australia. Di Indonesia ikan ini ditemukan di kepulauan Natuna, Riau tepatnya di laut Natunta. Di daerah lain, ikan ini ditemukan di perairan kepulauan seribu, Jakarta; Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Derawan, Kepulauan Karimun Jawa, Nunukan, Tawau, perairan banggai, Teluk Bone, Kepulauan Wakatobi, Lucipara, Maluku.

    Sifat dan Perilaku
    Ikan ini merupakan ikan pemalu dan bersifat diurnal. Ikan napoleon kerap berhati-hati atau curiga terhadap makhluk di sekitarnya. Ikan ini sering menghindar ketika bertemu penyelam.  Akan tetapi pada waktu tertentu ikan ini dapat diarahkan dengan umpan selama dirasa menguntungkan dan aman. Ikan ini senang menyendiri, kecuali saat memijah. Pada siang hari, ikan dapat ditemukan di hamparan terumbu karang. Pada malam hari ikan napoleon berada di goa atau di bawah bongkahan terumbu karang. Area jelajah ikan hanya 1km saja.

    MakananIkan napoleon merupakan predator oportunis. Makanan ikan ini adalah kerang-kerangan dan beberapa jenis invertebrate, bulu babi, bintang laut, belut laut, dan ikan kecil lainnya. Ikan ini juga pemakan ikan beracun seperti ikan buntal dan sea hare. Ikan ini penting dalam rantai makanan sebab mempredasi Acanthaster planci (bintang laut mahkota), spesies yang menghancurkan terumbu karang.

    Usia hidup
    Ikan ini dapat hidup antara 30-35 tahun.

    Reproduksi
    Ikan ini terlahir dengan jenis kelamin jantan/ betina. Akan tetapi jenis kelamin betina dapat berubah menjadi jantan (hermafrodit protogynus). Tahap ini terjadi jelang dewasa, usia dewasa, atau matang seksual usia 5-6 tahun saat berukuran 35-50cm. Proses pembuahan hingga saat ini belum dapat terjawab. Pemijahan biasanya terjadi di perairan berkarang saat terjadi pasang surut dengan arus air kencang. Pemijahan ikan napoleon dipercaya peneliti berkaitan erat dengan bulan terang atau gelap, musim, dan suhu air. Pertumbuhan ikan ini lambat dan reproduksinya sangat rendah.

    Populasi
    Populasi ikan ini di dunia belum diketahui namun diperkirakan berkurang akibat penangkapan yang tidak bertanggung jawab. Populasi ikan ini di area padat penangkapan sudah sangat berkurang.

    Penggunaan dan Khasiat

    Ikan napoleon banyak dikonsumsi di restoran luar negeri. Konon, mulut dari ikan ini memiliki khasiat menambah vitalitas pria.

    Harga
    Harga ikan ini mahal, yakni mencapai 1 juta/kg di Hongkong

    Budidaya
    Belum ada produksi hatcheri atau budidaya terkait ikan ini. Selama ini yang dilakukan hanya mengambil bibit dari alam kemudian dibesarkan di dalam keramba, seperti yang dilakukan di Desa Camp, Kepulauan Riau.

    Konservasi
    Ikan ini termasuk endangered animals atau spesies dilindungi. Di Indonesia ikan napoleon  yang tidak boleh dieksport adalah yang berukuran <1kg dan >3kg sejak tahun 1995. Di Hongkong, dari sisi import pemasukan ikan hidup harus membutuhkan izin. 

    Penangkapan
    Ikan ini sulit ditangkap secara manual. Kebanyakan ikan kecil ditangkap dengan sianida.

    Undang-undang terkait
    CITES appendix II
    Red list IUCN
    KepMen KKP no 27/KEPMEN-KP/2013 mengenai Penetapan Status Perlindungan Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus)
    Keputusan Bupati Kepulauan Anambas no 229 tahun 2017: Penetapan Teluk Mesabang sebagai Kawasan bebas Penangkapan (no take zone) anakan ikan napoleon

    Referensi terkait

    https://www.mldspot.com

    BPSPL Padang. 2017. Klasifikasi dan Morfologi Napoleon.

    Edrus, I.N. 2012. Penilaian Kepadatan Populasi Ikan Napoleon (Cheilinus Undulatus Ruppell 1835) Dalam Kaitannya Dengan Kepentingan Pengelolaan Di Indonesia. BPPL KKP

    Kordy, M.G.H. dan Tamsil, A. 2010. Pembenihan Ikan Laut Ekonomis Secara Buatan. Lily Publisher: Yogyakarta

    Purnama, I. 2010. Jalan-jalan Ke Kepulauan Riau.  Gagas Media

    Rahman, A. Dan Syam, A.R. 2015. Pemetaan Sebaran dan Kelimpahan Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) di Teluk Maumere, Kepulauan Sembilan dan Takabonerate. Jurnal Akuatika, Vol VI no 1

    Sadovy, Y. dan Suharti, S. 2008. Napoleon Fish, Cheilinus undulatus, Indonesia. NDF Workshop Case Studies

    Syam, A.R. dan Mujiyanto. 2014. Kepadatan Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) di Perairan Sinjai dan Bone-Sulawesi Selatan.  Jurnal Biologi Indonesia 10 (1):39-45

    No comments:

    Post a Comment