Salah satu bakteri yang menimbulkan dampak berbahaya bagi manusia adalah Vibrio vulnificus. Bakteri ini mudah ditemukan di perairan laut dan kerang. Infeksi V. vulnificus ini banyak terjadi di daerah subtropis seperti belahan bumi barat, Samudera Atlantik, Thailand, dan Jepang. Di teluk Meksiko, bakteri ini ditemukan dalam konsentrasi tinggi pada bulan April hingga Oktober. Peningkatan kasus bakteri ini berkaitan erat dengan kenaikan suhu bumi yang merupakan suhu optimal pertumbuhan V. vulnificus.
- Ikan
- Udang
- Ikan Hias
- Moluska
- Lobster
- Mamalia Laut
- Coral
- Rumput Laut
- Lingkungan
- Nutrisi
- Lab
Home » Posts filed under keracunan
Tampilkan postingan dengan label keracunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keracunan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 Juni 2025
Selasa, 20 Mei 2025
Nitrat dalam perikanan
Nitrat merupakan salah satu produk buangan sebagai hasil akhir dari amonia. Nitrat merupakan hasil oksidasi dari nitrit oleh bakteri nitrobakter dan mikroorganisme lainnya. Penumpukan nitrat biasanya berasal dari kolam-kolam yang jarang melakukan penggantian air dan pupuk yang terbawa air hujan. Senyawa nitrat tersusun dari atom nitrogen dan oksigen dalam bentuk NO3-. Nitrat pada tumbuhan dan mikroorganisme perairan berfungsi sebagai sumber nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan.
Kamis, 05 Juli 2018
Toksisitas Klorin
Klorin
merupakan bahan kimia yang biasa digunakan sebagai pembunuh kuman (disinfektan)
di perusahan-perusahan air minum. Klorin (Cl2) yang berwarna kuning kehijauan
memiliki bau menyengat. Pada budidaya, klorin banyak digunakan sebagai
disinfeksi peralatan maupun air. Perlakuan klorinasi disebut dengan kaporit [1].
Klorin pada budidaya memiliki aktifitas germisidal yang mampu membasmi bakteri,
virus, stadium tropozoit protozoa, kista serta spora Mycobacterium [2]
Cl2 +
H2O à
H2ClO3àCl2
+ H2O (Klorin)
Ketika
klorin ditambahkan ke air laut, maka akan tetap dalam bentuk bebas (HOCl atau
OCl-), dikominasikan dengan NH4+ dan bahan organic membentuk kloramin dan
komponen organoklorin [5]. Pada pH di atas 4, reaksi bergerak ke kanan, sedikit
Cl2 yang terbentuk. Asam hipoklorit terbentuk jika pH<6 [6]
Sifat Kimia
Klorin [1]
Klorin
tidak stabil di dalam air dan sangat beracun bagi ikan. Reaksi klorin dengan
air membentuk asam hipoklorit. Asam hipoklorit tersebut dapat merusak sel-sel
protein dan sistem enzim ikan. Tingkat keracunan klorin meningkat pada pH
rendah dan temperatur tinggi, karena pada pH rendah kadar asam hipoklorit akan
meningkat. Efek racun dari bahan tersebut dapat diperkecil bila residu klorin
dalam air dijaga tidak lebih dari 0.003 ppm. Klorin pada konsentrasi 0.2 - 0.3
ppm dapat membunuh ikan dengan cepat [1]
Langganan:
Postingan (Atom)