-->

atas

    Tampilkan postingan dengan label patologi. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label patologi. Tampilkan semua postingan

    Rabu, 30 Juli 2025

    Proliferative kidney disease (PKD) pada ikan

    Nama lain: 
    Tetracapsuloides bryosalmonae infection [7].

    Etiologi/ penyebab:
    parasit PKX (proliferative kidney x (unknown) cell), myxozoa, Tetracapsuloides bryosalmonae = Tetracapsula renicola [1,2]. Parasit ini termasuk famili Sphaerosporidae, genus Sphaerospora [4].

    Hospes :
    Rainbow trout, salmon [1], steelhead trout, cutthroat trout, arctic charr, grayling charr. Brook trout dapat terinfeksi tanpa gejala klinis [7].

    Selasa, 26 November 2024

    Erysipelothrix pada cetacean

    Nama lain:  -

    Etiologi/ penyebab:  
    Erysipelothrix rhusiopathiae
     [1], bakteri gram positif basil, non acid fast, oportunis, mampu bertahan lama di lingkungan dan tumbuh di mukus kulit ikan[2,3]. Terkadang bakteri ini muncul bersama dengan patogen lain seperti Staphylococcus aureus dan Cryptococcus neoformans [3]. 

    Hospes :
    pinnipeds, cetacean [1]. Penyakit ini dilaporkan pada paus beluga (Deplhinaptherus leucas) [2], lumba-lumba hidung botol  southern right whale (E. australis) [3], porpoise (Phocoena phocoena) [5], rough-toothed dolphin (Steno bredanensis) [8]. Selain di mamalia laut, bakteri E. rhusiophatiae ini telah terdeteksi di ikan air tawar, ikan laut, dan kepiting laut [2].

    Selasa, 07 Februari 2023

    Vibriosis pada udang

    Nama lain:  bacterial septicaemia [3], systemic vibriosis [3], Seagull syndrome, Sindroma de caviota [5], seagull syndrome, sindroma gaviota, black/brown spot disease [11], Syndrome 93 [13]

    Etiologi/ penyebab: Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibrio spp dari berbagai spesies seperti Vibrio harveyi, V. alginolyticus, V.parahaemolyticus, V. anguillarum, V. mimicus, V. fluvialis, V. splendidus, V. penaeicida, V. campbellii, V. carchariae, V. cholerae, V. damsela, V. ordalii, and V. vulnificus [4,5]. Merupakan bakteri gram negative motil berbentuk batang [14]. Bakteri ini bersifat oportunistik, dapat bertindak sebagai agek penyakit tunggal maupun infeksi sekunder [12].

    Hospes : P. japonicus, P. monodon, P. vannamei [5]

    Stadium rentan : juvenil dan hampir seluruh stadium udang [4,5]

    Sabtu, 24 April 2021

    Penyakit Pot Belly pada ikan Kakap Putih

    Nama lain: Big belly, skinny pot belly, Pot Belly Disease (PBD)

    Etiologi/ penyebab 
    Penyebab dari penyakit ini belum begitu jelas namun indikasinya berkaitan erat dengan infeksi bakteri intraseluler, gram negatif, cocobasil. Berbagai gambaran patologis dari sindrom ini mendekati dengan deskripsi dari perubahan yang disebabkan oleh Edwardsiella ictaluri [1,2].

    Hospes
    Ikan kakap putih (Lates calcarifer) [1]. Ditemukan pada benih kakap umur 25-50 hari [3]. Ikan dewasa (120gr) juga dapat terserang penyakit ini [6]. Hingga saat ini, penyakit ini hanya ditemukan pada ikan kakap putih saja [8].

    Minggu, 27 September 2020

    Ulcer pada Ikan

    Nama lain: -

    Etiologi/ penyebab
    Tidak ada seorangpun yang mampu mendefinisikan secara pasti penyebab dari ulcer hanya dengan pengamatan makroskopis. Semua penyebab dapat terjadi secara bersamaan sehingga penentuan penyebab utama sulit dilakukan [11]. Ulcer pada ikan air tawar sebagian besar timbul akibat penyakit Epizootic Ulcerative Syndrome (EUS), septicaemia disease, busuk ekor dan sirip, busuk insang, dropsy, jamur, parasit [1].

    Rabu, 14 November 2018

    Channel Catfish Virus Disease (CCVD)

    Nama lain:  -

    Etiologi/ penyebab
    Channel catfish Virus (CCV), virus yang termasuk kelompok herpesviridae [1]. Virus ini kemudian berubah namanya menjadi Ictalurid herpesvirus (IcHV-1) sesuai dengan ketentuan komite Taksonomi Internasional untuk herpesvirus. Akan tetapi, nama sebelumnya masih melekat dan dikenal. Virus ini beramplop, icosahedral, memiliki genom DNA dan diameter nukleokapsid 95-105nm, dapat diinaktivasi dengan 20-50% kloroform, bertahan 24 jam pada pengeringan atau kaca coverslip. Virus tidak dapat diisolasi dari ikan yang membusuk pada suhu 22oC dalam 48 jam setelah mati. Namun virus dapat merecoveri dalam 14 hari dari viscera ikan yang dibekukan selama 162 hari dari ikan yang dibekukan pasa suhu -20oC dan selama 210 hari pada pembekuan -80oC[2]. Disamping IcHV1, juga terdapat virus ictalurid herpesvirus 2 (IcHV2)  yang menimbulkan penyakit serupa CCVD pada blackbullhead catfish (Ameiurus melas)  di Italia[3]

    Sabtu, 10 November 2018

    Gaffkemia pada Lobster


    Nama lain:  Gaffkaemia, blood disease atau pink tail [5]

    Etiologi/ penyebab:
    Bakteri Aerococcus viridans. Bakteri ini menyerang cangkang dan darah lobster. Bakteri ini merupakan patogen oportunis yang secara alami terdapat pada fasilitas pemeliharaan, di lumpur, air laut, dan tempat penyimpanan [1]. Bakteri ini memiliki ciri gram positif kokus membentuk tetrad. Pada media agar darah, menunjukkan katalase negatif dan beta hemolitik [5]. Bakteri ini dapat berdormansi dan dibawa oleh karier dalam jangka panjang. Pertumbuhan bakteri ini bergantung pada suhu dimana pada suhu rendah (1-5oC) penyakit tidak berkembang. Pada suhu yang lebih tinggi bakteri akan bermultiplikasi dan mengakibatkan kematian. [1]. Virulensi dari A. viridans var homari ini diketahui terbatas oleh sebaran geografi atau variasii genetik temporal strain [3]. Bakteri ini masuk tubuh lobster dengan menembus kitin lalu mencapai hemolim [5]

    Kamis, 05 Juli 2018

    Toksisitas Klorin


    Klorin merupakan bahan kimia yang biasa digunakan sebagai pembunuh kuman (disinfektan) di perusahan-perusahan air minum. Klorin (Cl2) yang berwarna kuning kehijauan memiliki bau menyengat. Pada budidaya, klorin banyak digunakan sebagai disinfeksi peralatan maupun air. Perlakuan klorinasi disebut dengan kaporit [1]. Klorin pada budidaya memiliki aktifitas germisidal yang mampu membasmi bakteri, virus, stadium tropozoit protozoa, kista serta spora Mycobacterium  [2]

    Cl2 + H2O à H2ClO3àCl2 + H2O (Klorin)

    Ketika klorin ditambahkan ke air laut, maka akan tetap dalam bentuk bebas (HOCl atau OCl-), dikominasikan dengan NH4+ dan bahan organic membentuk kloramin dan komponen organoklorin [5]. Pada pH di atas 4, reaksi bergerak ke kanan, sedikit Cl2 yang terbentuk. Asam hipoklorit terbentuk jika pH<6 [6]

    Sifat Kimia  Klorin  [1]
    Klorin tidak stabil di dalam air dan sangat beracun bagi ikan. Reaksi klorin dengan air membentuk asam hipoklorit. Asam hipoklorit tersebut dapat merusak sel-sel protein dan sistem enzim ikan. Tingkat keracunan klorin meningkat pada pH rendah dan temperatur tinggi, karena pada pH rendah kadar asam hipoklorit akan meningkat. Efek racun dari bahan tersebut dapat diperkecil bila residu klorin dalam air dijaga tidak lebih dari 0.003 ppm. Klorin pada konsentrasi 0.2 - 0.3 ppm dapat membunuh ikan dengan cepat [1]