-->

    Monday, 29 October 2018

    [PROFIL] Ikan Bilih

    Mystacoleucus padangensis (pic from http://fishbase.de)
    Taksonomi

    Kingdom              Animalia   
    Subkingdom       Bilateria                
    Infrakingdom     Deuterostomia  
    Phylum                Chordata              
    Subphylum         Vertebrata           
    Infraphylum       Gnathostomata                 
    Superclass          Actinopterygii 
    Class                    Teleostei               
    Superorder        Ostariophysi        
    Order                  Cypriniformes     
    Superfamily       Cyprinoidea         
    Family                 Cyprinidae 
    Genus                 Mystacoleucus G√ľnther, 1868   
     Species              Mystacoleucus padangensis (Bleeker, 1852)

    Distribusi
    Merupakan ikan endemik yang hanya ditemukan di Danau Singkarak, Sumatera Barat. Namun introduksi sudah mulai di lakukan di beberapa tempat yaitu Danau Dibawah dan Diatas (Sumatera Barat), Danau Ranau (Sumatera Selatan dan Lampung), dan Danau Kerinci (Jambi).

    Morfologi
    Ikan ini memiliki panjang rata-rata 6,2cm dengan panjang maksimal 11,6cm. Bobot rata-rata ikan ini adalah 6,8gram. Jari-jari pada sirip dada, punggung, dan perut terdiri dari 1 buah jari-jari keras dan 8-9 jari-jari lunak. Pada linea lateralis terdapat sisik tipe siklod sebanyak 35 buah dan 5 buah garis sisi.  Rasio jantan dan betina adalah 2:1. Ikan betina memiliki tubuh lebih gemuk dibandingkan dengan yang jantan. Ikan bilih yang matang gonad sirip ekonya berwarna kuning keemasan.

    Budidaya dan pemeliharaan
    Di alam, ikan ini hidup pada perairan dengan suhu dingin yakni 25-27oC dan dasar perairan berbatu atau berpasir. Lingkungan perairan yang ideal bagi kelangsungan hidup ikan bilih adalah perairan dengan tingkat kekeruhan rendah dan tingkat kekeruhan sedang.. Ikan ini sulit menyebar luas secara alami sebab sensitif terhadap perubaha lingkungan dan sulit beradaptasi terhadap lingkungan di luar perairan umum danau Singkarak. Budidaya ikan ini sendiri tidak diperoleh banyak informasi. Pusat konservasi ikan bilih berupaya mengajarkan masyarakat sekitar untuk melakukan perkembangbiakan manua dengan pencampuran sel telur ikan betina dan jantan (in situ) dan konservasi eksitu menggunakan akuarium.

    Reproduksi
    Ikan ini memiliki fekunditas  524 butir per gram bobot tubuh. Sifat pemijahannya parsial, yakni telur yang matang tidak dikeluarkan sekaligus dan memijah setahun sekali. Telur yang keluar akan terbawa oleh air lalu menetas (tidak melekat pada substrat). Lokasi pemijahan mempunyai kecepatan arus sungai antara 10-15 m/detik, kedalaman perairan berkisar antara 20-40 cm. Berdasarkan kriteria kondisi perairan tempat ikan bilih memijah, faktor lingkungan yang mempengaruhi pemijahan ikan bilih adalah arus dan substrat dasar

    Pakan
    Ikan ini merupakan merupakan detritivora atau planktivora yang memakan detritus, fitoplankton, zooplankton, dan tumbuhan air.


    Penyakit
    -

    Peraturan terkait
    Pergub no 81 tahun 2017 tentang Penggunaan alat dan Bahan Penangkapan Ikann di Danau Singkarak

    Status
    Ikan ini terancam punah karena penangkapan yang belebihan, alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dan kondisi perairan danau Singkarak yang sudah tak lagi bagus untuk kelangsungan hidup ikan


    Acuan

    Purnomo, K. dan Sunarno, M.T.D. 2009. Beberapa aspek Biologi Ikan Bilih (Mystacoleucus Padangensis) Di Danau Singkarak. BAWAL: Vol.2 No.6-Desember 2009: 265-271

    Kartamihardja, E.S., Ahmad S.S., Kunto, P. 2013. Introduksi Ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis) dalam Rekomendasi Teknologi Kelautan dan Perikanan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan


    Kartamihardja, E. S. dan Sarnita, A. S. 2010. Populasi Ikan Bilih di Danau Toba: Keberhasilan Introduksi Ikan Implikasi Pengelolaaan dan Prospek Masa Depan dalam Pertumbuhan Ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis Bleeker) Di perairan Sungai Aek Alian Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir Sumatera Utara

    Syandri, H., Azrita, A., Aryani, N. 2013. Distribusi Ukuran, Reproduksi Dan Habitat Pemijahan Ikan Bilih (Mystacoleucus Padangensis Blkr.) Di Danau Singkarak. Bawal 5(01)

    Panjaitan, P. 2011. Kajian Bio-Ekologi Populasi Ikan Bilih Di Perairan Danau Toba. VISI (2010) 18 (2) 254-261

    Panudju, L. 2010. Kajian Ekologis Habitat Dan Sumberdaya Bagi Konservasi Ikan Bilih (Mystacoleucus Padangensis) Di Danau Singkarak, Sumatera Barat. Skripsi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor

    1 comment:

    1. terimakasih untuk informasinya, http://essenkatilayu.com


      ReplyDelete