-->

    Sunday, 4 October 2015

    White Spot pada Ikan air Tawar

    Nama lain: Bintik putih, Freshwater White Spot Disease, Ichthyophthirius multifiliis Infection, Ichthyophthiriosis [4]

    Penyebab: Icthyoptirius multifilis.


    Hospes/ Inang:  ikan air tawar seperti lele, carp, nila, mas, dll

    Epizootiologi
    Penyakit Ich kemungkinan berasal dari China, namun penyebarannya yang sudah berlangsung sangat lama membuat tidak dapat ditelusuri asalnya [5]. Serangan I.multifiliis biasanya terjadi pada musim hujan (20-24oC) sedangkan pada musim kemarau serangannya bersifat sporadis [3]. Suhu dan tingkat stress mempengaruhi kejadian epidemik. Outbreak juga dipengaruhi oleh tingkat kepadatan [4].


    Gejala Klinis:
    Penyakit ini ditandai dengan bintik-bintik putih atau kelabu pada kulit, sirip, ekor, dan insang. Ikan akan mengalami penurunan nafsu makan, letargi, malas bergerak, perubahan warna tubuh menjadi lebih gelap, pendarahan pada permukaan tubuh serta penonjolan mata (exopthalmia). Infeksi berat dapat menyebabkan gangguan respirasi dan produksi mucus berlebih. Gangguan pernafasan disebabkan pembengkakan insang dan kurangnya sirkulasi sehingga terjadi gangguan absorbsi oksigen. Disamping itu ikan akan menggesekkan tubuh ke bak/ kolam. Luka akibat menggesekkan tubuh ini akan berkembang menjadi borok dan dapat menginduksi masuknya infeksi bacterial [1,2,3 ].

    Siklus Hidup
    Siklus hidup diawali dari trofozoid yang mengista (trofon/ trophont) kemudian melepaskan diri dari ikan dan menempel pada dasar tangki. Trofozoid (tomont) membelah diri menjadi sejumlah tomit (tomites=theront) yang selanjutnya berenang dan menginfeksi kulit ikan. Siklus ini berlangsung selama 4 -40 hari dan dapat dipercepat oleh peningkatan suhu air [2,5].  Menurut Bucher (1934) dan Suyanto (1981) siklus I. multifiliis terbagi menjadi 4 fase:

    •  Fase parasiteParasit berada dalam tubuh ikan hingga menjadi dewasa dan melepaskan diri dari ikan
    • Fase pre-cysteFase parasit sudah melepaskan diri dan mencari tempat yang sesuai untuk membentuk kista
    •  Fase CysteI.multifiliis telah melekat pada benda dan membentuk kista. Di dalam kista terjadi pembelahan sehingga menghasilkan individu baru dalam jumlah besar.
    •  Fase post cysteFase ketika parasit muda akan keluar dari kista dan mencari ikan sebagai inangnya [3]



    Perubahan patologi
    Secara makroskopis bintik putih selain ditemukan di kulit dan sirip juga dapat terlihat di operculum dan insang. Bintik putih ini terkadang juga terlihat pada tepi mulut atau lubang hidung. Trophont dari parasite dapat teramati pada rongga peritoneal pada pengamatan internal tubuh ikan. Di kulit, pemeriksaan histopatologi menunjukkan stadium trophont parasit dapat menyebabkan hyperplasia epidermis dan membentuk bintik-bintik putih pada kulit maupun insang [2]. Sel-sel radang akan mengelilingi trophont pada infeksi yang berlangsung lebih dari 5 hari pada suhu 21oC. Pasca masa infeksi tersebut jaringan hiperplastik terangkat dan cairan pada jaringan akan terakumulasi membentuk kista yang terisi trophont. Pertumbuhan trophont berupa reproduksi dan pembelahan aktif mempengaruhi ukuran kista. Pada insang parasite mengakibatkan distorsi lamella. Infeksi berat menyebakan hyperplasia epitel dan fusi lamella. Tempat keluarnya trophont dari epitel insang membentuk lubang pada jaringan yang menimbulkan gangguan osmoregulator [6].


    Patogenesis
    Tropont yang secara makroskopis terlihat berupa nodul putih kecil. Nodul tersebut menonjol di permukaan berukuran <0,1 hingga 1 mm. Selanjutnya pada infeksi berat vesikula yang banyak tersebut akan bersatu membentuk masa mucoid di kulit. Erosi epitel dan ulcerasi yang dihasilkan oleh parasit dapat mengganggu aktifitas makan dari inang. Lesi ini juga dapat memicu masuknya infeksi sekunder bakteri [4].

    Metode diagnosa
    Secara kasat mata dapat terlihat adanya organism seperti kista. Pemeriksaan secara mikroskopis pada permukaan tubuh dan insang menunjukkan parasite berbentuk oval dengan cilia dan makronukleus berbentuk tapal kuda [1]. Bentukan makronukleus tersebut tidak mudah terlihat pada trophont kecil, trophont yang berukuran besar memiliki bentuk lebih bervariasi. Pemeriksaan secara histopatologi juga dapat dilakukan pada kulit dan insang [4].

    Gambaran parasit Ich dengan histologi (gambar dari Sharon dan Gilbert, 2012)

    Gambaran parasit Ich secara wet mout terlihat makronukleus berbentuk tapal kuda (gambar dari Reavill dan Roberts, 2007)




    Pencegahan dan pengendalian
    Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan meningkatkan suhu hingga 30oC 6 jam selama 3-5 hari [1]

    Pengobatan paling baik dilakukan pada fase precyste dan postcyste sebab obat tidak perlu menembus lapisan lendir untuk mencapai tubuh parasit [3]. Berikut beberapa jenis obat yang diperbolehkan untuk digunakan dalam pemberantasan penyakit ini.
    1. Larutan garam 0,5% sebanyak 100ppm dapat digunakan untuk perendaman selama 1 jam untuk 2-3 hari [1]. Ikan juga dapat direndam selama 5-10 menit dalam larutan garam 0,1 -0,3 ppm [3]
    2.  Malachite green sebenarnya mampu mengobati parasit ini namun penggunaannya kini sudah dilarang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan [1]
    3. Larutan kina (1 gram per 20 liter air) [3]
    4. Chloramine (1 gram per 100 liter air) [3]
    Theront dapat diberantas menggunakan sinar ultraviolet [4]. Ikan-ikan yang terinfeksi sebaiknya dikarantina dan bak/ kolam yang terinfeksi dilakukan disinfeksi [1]. Pengendalian dilakukan dengan penyiponan bagian dasar untuk mengurangi kista aktif dari parasit ini [4].

    Referensi
    [1] Lio-Po. G.D. dan Inui, Y. 2014. Health Management in Aquaculture Second Edition. Southeast Asian Fisheries Development Center, Aquaculture Department.
    [2] Irianto, A. 2005. Patologi Ikan Teleostei. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta
    [3] Afrianto, E. dan Liviawaty, E. 1992. Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan. Kanisius: Yogyakarta
    [4] Noga, Edward J. 2010. Fish disease : Diagnosis and Treatment Second Edition. Iowa State University Press: Iowa
    [5] Bunkley-Williams, L. and E. H. Williams, Jr. 1994. Parasites of Puerto Rican Freshwater Sport Fishes. Puerto Rico Department of Natural and Environmental Resources, San Juan, PR and Department of Marine Sciences, University of Puerto Rico, Mayaguez, PR, 168

    [6] Ewing,M.S. 2002. Ichthyophthiriasis in Blue Book.

    No comments:

    Post a Comment