-->

    Sunday, 4 October 2015

    White Spot Ikan Air Tawar (Ikan Hias)

    Nama Lain : White Spot Disease, Ich, Ichthyophthiriasis

    Penyebab: Ichthyophthirius multifiliis


    Hospes/ Inang:  semua ikan di akuarium air tawar dapat terinfeksi ini namun ikan zebra  (zebrafish) merupakan ikan yang paling rentan terhadap parasite ini [6]

    Epizootiologi
    Parasit ini merupakan parasit yang kerap dijumpai pada ikan budidaya dan ikan yang diperdagangkan. Mortalitas dari penyakit ini sangat tinggi namun jarang ditemukan pada fasilitas budidaya ikan zebra. Outbreak biasanya juga berkaitan dengan suhu yang terlalu tinggi/ rendah atau tingkat kepadatan yang tinggi [6].

    Gejala Klinis:
    Osman et al (2009) menggambarkan pada studinya ikan maskoki yang terinfeksi oleh penyakit ini menunjukkan adanya bintik putih disertai peningkatan produksi mucus di seluruh tubuh. Ikan juga menggesekkan tubuhnya di sisi akuarium, naik ke permukaan untuk mendapatkan oksigen, kemudian menjadi letargi dan berhenti makan [2,5].
    Gejala klinis dari penyakit white spot yang ditandai dengan bintik
     putih pada tubuh (gambar dari http://www.dorrypets.co.za)




    Siklus Hidup
    Stadium  bebas dikenal dengan nama theront. Stadium ini bebas berenang di dalam tangki hingga menemukan hospesnya. Theront harus menemukan inang untuk hidup dalam 48 jam sebelum kemudian mati. Ketika melekat, theront memakan cairan tubuh dan perlahan tumbuh mengeras hingga kasat oleh mata. Bentukan ini disebut dengan troponts. Tropont kemudian pecah dengan merusak lapisan kulit dan insang lalu berenang bebas di benda padat. Stadium reproduksi dimulai ketika tropont singgah di tempat yang sesuai. Stadium ini disebut dengan tomonts. Tomont akan memproduksi ratusan tomite dalam kista yang kemudian pecah dan berenang bebas dalam bentuk theront [1].

    Siklus Hidup Ichthyophthirius multifiliis (gambar dari http://www.dorrypets.co.za)

    Patogenesis
    Trophont berenang bebas di lingkungan dan melekat di permukaan epitel hospes kemudian masuk ke lamina basalis dari insang atau kulit dalam 5 menit. Saat masuk ke dalam kulit parasite akan membesar dan membentuk rongga dalam lapisan epitel yang terlihat sebagai bentukan bintik putih berukuran 1mm di permukaan [6]. Parasit ini menginfeksi insang dan kulit, menyebabkan peningkatan produksi mucus, kesulitan bernafas, dan letargi [4]

    Metode diagnosa
    Cilia dari trophont yang mengkista di dalam epitel baik pada wet mount ataupun pemeriksaan mikroskopis lainnya menjadi lesi patognomonik untuk penyakit ini. Pemeriksaan secara wetmount dari insang dan kulit dapat memperlihatkan parasite berbentuk oval hingga bulat dengan cilia di seluruh permukaan tubuh (trophont) dan makronukleus berbentuk tapal kuda. Secara histopatologi, terlihat adanya hiperplasia epitel yang berat mengelilingi parasite ini  [5,6]

    Pencegahan dan pengendalian 
    Pencegahan dapat dilakukan dengan pengkarantinaan ikan yang baru selama beberapa minggu. Kontrol terhadap kualitas air memegang peranan penting terhadap penyakit ini. Peningkatan suhu air dapat dilakukan untuk mempercepat siklus dari parasit ini.  Filter karbon sebaiknya diambil terlebih dahulu sebab dapat mempengaruhi penyerapan obat dalam akuarium [2]. Sterilisasi menggunakan UV juga mampu menurunkan resiko penyebaran stadium theront parasite ini. Theront dapat dibasmi dengan menggunakan cahaya UV 100.000µWs/cm3 [6].

    Pada beberapa kasus, penggunaan garam dengan konsentrasi di atas 1mg/L dapat memberantas parasit ini. Namun terdapat pula kasus dimana membutuhkan garam dengan konsentrasi lebih tinggi (5mg/L). Imersi/ perendaman ikan dengan formalin dosis 25ppm cukup efektif sebagai alternatif pengobatan selama 3 hari (untuk keamanan, ada baiknya dilakukan uji coba terlebih dahulu pada beberapa ikan) [6]. Aplikasi Copper (Kupri/Cu) sebenarnya mampu membasmi parasit ini hanya saja tidak dapat digunakan pada aquarium yang berisi invertebrata/koral/tanaman [1].

    Pada studi yang dilakukan oleh Hafez et al (2013) pada ikan rainbow trout (Oncorhynchus mykiss) dan chub (Leuciscus cephalus), penggunaan antibiotik seperti doxycycline dosis 3 mg/L, sulfadiazine 20mg/L, dan erythromcin 30 mg/L serta antiparasit imidocarb dipropionat 2 mg/L dan  toltrazuril 20 mg/L for toltrazuril efektif untuk membunuh trophont dan menghambat pertumbuhan theront. Penggunakan obat dalam pakan (medicated feed) dengan menggunakan doxycycline, toltrazuril, serta kombinasi keduanya mampu menurunkan mortalitas dan tingkat infestasi parasit ini [3]. (catatan: baiknya pengobatan dilakukan pada wadah terpisah agar tidak mempengaruhi kondisi biota di akuarium)


    Referensi

    [1]Marais, B. White Spot: A Sentence to a Watery Grave, or Not?

    [2] Faz Yuk. Tropical Fish Diseases and Treatment.

    [3] Hafez, G.A., Franz Lahnsteiner , Nabil Mansour. 2013. Possibilities to control Ichthyophthirius multifiliis infestation with medicated feed in rainbow trout (Oncorhynchus mykiss) and chub (Leuciscus cephalus).SpringerLink. Volume 113, Issue 3, pp 1119-1126

    [4] Anonim. Zebrafish Disease Identification For Staff

    [5] Osman, A.M., Maather M. Monier, Omaima A. Abd El Ghany, Taghreed B. Ibrahim, Mona M. Ismail. 2009. Protection of Goldfish (Carassius auratus) Against Ichthyophthirius multifiliis by Immunization with Live Theronts, Trophonts and Sonicated Trophonts. Global Veterinaria 3 (4): 329-334, 2009

    [6]  Anderson,L.A., Glen Otto, Kathleen R. Pritchett-Corning, Mark T. Whary.2015. Laboratory Animal Medicine. Elsevier

    No comments:

    Post a Comment