Hematologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang darah dan kelainannya. Sama seperti pada hewan terestrial lainnya, darah pada ikan dapat digunakan untuk memantau kesehatan ikan dan lingkungan budidaya. Darah ikan dapat menjadi parameter untuk melihat adanya infeksi dan stress. Pengukuran hematologi seperti hematokrit, hemoglobin, eritrosit, dan leukosit pada ikan biasanya dilakukan untuk pengamatan toksisitas dan monitoring lingkungan. Parameter hematologi dapat memantau kondisi fisiologis dan patologis pada ikan, memberikan informasi gangguan metabolisme, defisiensi, dan stress kronis. Gambaran darah ini juga kerap digunakan pada penelitian imunomodulator seperti vaksin dan imunostimulan.
- Ikan
- Udang
- Ikan Hias
- Moluska
- Lobster
- Mamalia Laut
- Coral
- Rumput Laut
- Lingkungan
- Nutrisi
- Lab
Home » Posts filed under leukosit
Tampilkan postingan dengan label leukosit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label leukosit. Tampilkan semua postingan
Senin, 20 Oktober 2025
Rabu, 26 September 2018
Hematologi ikan - bagian 2
A. Stem Sel
B. Eritrosit
C. Trombosit
Hematologi ikan bagian - 2
D. Leukosit
a. Agranulosit
Sel ini merupakan yang paling dominan pada Teleostei dan elasmobranchii. Pada proses pembentukannya, terdapat dua bentuk sel yaitu:
- Limfoblast
Merupakan diferensiasi dari hemoblast limfoid kecil dan serupa dengan proerythroblast. Perbedaannya adalah sitoplasma yang tercat merata
- Prolimfosit
Sel spheroid ini berdiameter 7-15nm dengan sitoplasma tercat azure tanpa granulasi azurophil. Nukleusnya di pusat, bulat, memiliki lekukan tapi tidak menyentuk membrane sel. Membrane nuleus, material kromatin, dan nucleoli cukup mencolok. Sel ini bukanlah sel fagosit namun aktif bermitosis. Keberadaanya pada pembuluh darah perifer mengindikasikan adanya kondisi patologis. Rasio sitoplasma dengan nucleus adalah 1,25-2:1
Langganan:
Postingan (Atom)