-->

atas

    Tampilkan postingan dengan label darah. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label darah. Tampilkan semua postingan

    Minggu, 10 Mei 2026

    Metode pengamatan secara mikroskopis hemolim pada udang

    Alat dan bahan:
    • Mikroskop dengan perbesaran 10-100x
    • Objek glass
    • Cover glass
    • Air laut atau NaCl 0,9%
    • Pipet Pasteur
    • Alat bedah
    • Syringe 1ml
    • Antikoagulan (alsever, 10% sodium citrate, EDTA cair)
    • Methanol
    • Pewarna (giemsa, MGGW, dll)

    Jumat, 30 Mei 2025

    Sistem kardiovaskular pada ikan

        Jantung merupakan organ utama pada sistem kardiovaskuler ikan yang bertugas dalam memompa darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Darah yang bersirkulasi dari jantung menuju arkus insang teroksigenasi oleh difusi melalui epitel lamela insang. Darah kemudian dipompa dari aorta dorsal menuju arteri, mengalir ke kapiler perifer sebelum kembali melalui sistem vena. Jantung pada teleostei memiliki empat ruang dimana darah mengalir dalam sebuah alur sederhana: sinus venosus, atrium, ventrikel, dan bulbus arteriosus.

    Gb. Gambaran bagian-bagian dari jantung ikan

    Rabu, 26 September 2018

    Hematologi ikan - bagian 2

    A. Stem Sel
    B. Eritrosit
    C. Trombosit

    Hematologi ikan bagian - 2

    D. Leukosit

    a. Agranulosit
    Sel ini merupakan yang paling dominan pada Teleostei dan elasmobranchii. Pada proses pembentukannya, terdapat dua bentuk sel yaitu:

    - Limfoblast
    Merupakan diferensiasi dari hemoblast limfoid kecil dan serupa dengan proerythroblast. Perbedaannya adalah sitoplasma yang tercat merata

    - Prolimfosit
    Sel spheroid ini berdiameter 7-15nm dengan sitoplasma tercat azure tanpa granulasi azurophil. Nukleusnya di pusat, bulat, memiliki lekukan tapi tidak menyentuk membrane sel. Membrane nuleus, material kromatin, dan nucleoli cukup mencolok. Sel ini bukanlah sel fagosit namun aktif bermitosis. Keberadaanya pada pembuluh darah perifer mengindikasikan adanya kondisi patologis. Rasio sitoplasma dengan nucleus adalah 1,25-2:1

    Minggu, 23 September 2018

    Hematologi Ikan - bagian 1


    Darah merupakan salah satu komponen dalam tubuh yang dapat menjadi alat bantu diagnostik yang penting bagi hewan termasuk ikan. Pada dunia hewan terrestrial, darah telah diaplikasikan sebagai pendukung diagnosa dalam berbagai kasus penyakit. Hal yang serupa pun kini diadaptasi terhadap hewan eksotik seperti amfibi, reptil, burung, dan tidak menutup kemungkinan pada ikan. Namun demikian, pada ikan, data hematologi darah kurang memberikan banyak informasi. Hal ini disebabkan adanya faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi perubahan nilai hematologi. Oleh karenaanya ketika hematologi dijadikan suatu dasar diagnosa penyakit, beberapa faktor harus menjadi pertimbangan, seperti spesies, jenis kelamin, asal ikan, suhu air, kimia air, pakan, umur ikan, tehnik sampling, tehnik perhitungan darah, tehnik pewarnaan, dan personel yang menguji. 

    Fungsi dan komponen darah pada ikan
    Darah pada ikan, sebagaimana pada hewan tingkat tinggi lainnya tersusun atas sel darah dan plasma darah. Sel darah sendiri terdiri dari kelompok sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah (trombosit). Sedangkan plasma darah mengandung fibrinogen dan ion-ion anorganik dan komponen organik yang berperan dalam metabolisme. Fungsi penggumpalan darah dan produksi antibody menjadi salah satu fungsi darah. Darah juga membantu membawa substansi penting tubuh dan mendistribusikannya melalui sistem peredaran darah. Sel darah merah membawa oksigen , sel darah putih melindungi tubuh, dan kombinasi trombosit dan fibrinogen membantu menghambat kebocoran pembuluh darah sekaligus mempertahankan aliran darah.