Hemoglobin pada ikan Hemoglobin merupakan suatu protein globular yang tersusun dari 4 rantai globin dan grup prostetik heme yang saling berikatan satu sama lain. Hemoglobin berfungsi untuk mentransportasikan oksigen dari organ pertukaran gas ke jaringan perifer. Hemoglobin penting dalam adaptasi ikan untuk menghubungkan organisme dan lingkungan. Hemoglobin akan mendistribusikan okesigen melalui pertukaran udara menuju jaringan perifer.
- Ikan
- Udang
- Ikan Hias
- Moluska
- Lobster
- Mamalia Laut
- Coral
- Rumput Laut
- Lingkungan
- Nutrisi
- Lab
Home » Posts filed under hematologi
Tampilkan postingan dengan label hematologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hematologi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 10 Januari 2026
Kamis, 21 Maret 2019
Prosedur Pembuatan apus darah pada ikan
Preparat
ulas/apus darah dibuat segera setelah dilakukan pengambilan darah guna
menghindari penurunan kualitas sel. Tujuan pembuatan preparat apus darah adalah untuk
menghitung jumlah leukosit dan trombosit, mengamati morfologi eritrosit, atau
lebih jauh lagi adalah menghitung indeks fagositik. Prinsip dasar pembuatan
preparat adalah melakukan ulas dengan setetes darah sepanjang objek gelas.
Hasil ulasan kemudian diwarnai menggunakan pewarna tipe Romanowsky yang
mengandung azure A, azure B, metil blue, metil violet (e.g., Wright’s stain,
Giemsa stain, atau rapid stains sepertis Diff-Quik atau Accustain)
Alat dan bahan
Rabu, 26 September 2018
Hematologi ikan - bagian 2
A. Stem Sel
B. Eritrosit
C. Trombosit
Hematologi ikan bagian - 2
D. Leukosit
a. Agranulosit
Sel ini merupakan yang paling dominan pada Teleostei dan elasmobranchii. Pada proses pembentukannya, terdapat dua bentuk sel yaitu:
- Limfoblast
Merupakan diferensiasi dari hemoblast limfoid kecil dan serupa dengan proerythroblast. Perbedaannya adalah sitoplasma yang tercat merata
- Prolimfosit
Sel spheroid ini berdiameter 7-15nm dengan sitoplasma tercat azure tanpa granulasi azurophil. Nukleusnya di pusat, bulat, memiliki lekukan tapi tidak menyentuk membrane sel. Membrane nuleus, material kromatin, dan nucleoli cukup mencolok. Sel ini bukanlah sel fagosit namun aktif bermitosis. Keberadaanya pada pembuluh darah perifer mengindikasikan adanya kondisi patologis. Rasio sitoplasma dengan nucleus adalah 1,25-2:1
Minggu, 23 September 2018
Hematologi Ikan - bagian 1
Darah merupakan salah satu komponen dalam tubuh yang
dapat menjadi alat bantu diagnostik yang penting bagi hewan termasuk ikan. Pada
dunia hewan terrestrial, darah telah diaplikasikan sebagai pendukung diagnosa
dalam berbagai kasus penyakit. Hal yang serupa pun kini diadaptasi terhadap
hewan eksotik seperti amfibi, reptil, burung, dan tidak menutup kemungkinan
pada ikan. Namun demikian, pada ikan, data hematologi darah kurang memberikan
banyak informasi. Hal ini disebabkan adanya faktor lingkungan yang dapat
mempengaruhi perubahan nilai hematologi. Oleh karenaanya ketika hematologi
dijadikan suatu dasar diagnosa penyakit, beberapa faktor harus menjadi
pertimbangan, seperti spesies, jenis kelamin, asal ikan, suhu air, kimia air,
pakan, umur ikan, tehnik sampling, tehnik perhitungan darah, tehnik pewarnaan,
dan personel yang menguji.
Fungsi dan
komponen darah pada ikan
Darah pada ikan, sebagaimana pada hewan tingkat tinggi lainnya tersusun atas sel darah dan plasma darah. Sel darah sendiri terdiri dari kelompok sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah (trombosit). Sedangkan plasma darah mengandung fibrinogen dan ion-ion anorganik dan komponen organik yang berperan dalam metabolisme. Fungsi penggumpalan darah dan produksi antibody menjadi salah satu fungsi darah. Darah juga membantu membawa substansi penting tubuh dan mendistribusikannya melalui sistem peredaran darah. Sel darah merah membawa oksigen , sel darah putih melindungi tubuh, dan kombinasi trombosit dan fibrinogen membantu menghambat kebocoran pembuluh darah sekaligus mempertahankan aliran darah.
Darah pada ikan, sebagaimana pada hewan tingkat tinggi lainnya tersusun atas sel darah dan plasma darah. Sel darah sendiri terdiri dari kelompok sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah (trombosit). Sedangkan plasma darah mengandung fibrinogen dan ion-ion anorganik dan komponen organik yang berperan dalam metabolisme. Fungsi penggumpalan darah dan produksi antibody menjadi salah satu fungsi darah. Darah juga membantu membawa substansi penting tubuh dan mendistribusikannya melalui sistem peredaran darah. Sel darah merah membawa oksigen , sel darah putih melindungi tubuh, dan kombinasi trombosit dan fibrinogen membantu menghambat kebocoran pembuluh darah sekaligus mempertahankan aliran darah.
Langganan:
Postingan (Atom)