-->

atas

    Tampilkan postingan dengan label virus. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label virus. Tampilkan semua postingan

    Sabtu, 10 Mei 2025

    Prosedur umum wet mount pada udang

    Tujuan
    Untuk pemeriksaan penyakit udang secara mikroskopis

    Alat dan Bahan

    • Objek glass
    • Cover glass
    • Pipet Pasteur
    • Pinset
    • Mikroskop cahaya

    Kamis, 21 Mei 2020

    [SHORT NEWS] NEW VIRUS: Hepatopancreas and Digestive Tract Necrosis Virus (HINV)



    Telah dilaporkan kasus penyakit udang baru di China, tepatnya di provinsi guandong. Penyakit ini menyerang pada benih asal hatchery. Benih mengalami kematian hinggal 100% empat hari sejak kemunculan gejala. Kejadian kematian penyakit ini berlangsung semenjak tahun lalu (2019). Berdasarkan hasil analisa, penyakit ini disebabkan oleh virus RNA berukuran kecil. Dan penyakit ini diberi nama sementara hepatopancreas and digestive tract necrosis virus (HINV). Virus penyebab penyakit ini spesifik patogen pada benih, tidak pada udang dewasa. Pada udang dewasa, kemungkinan terinfeksi oleh virus ini tetap ada meskipun kematian tidak akan secepat pada benih. Virus ini menyebabkan tubuh udang tidak berwarna dan transparan. Oleh karenanya peyakit ini disebut juga dengan glass post larvae. Hepatopankreas, saluran pencernaan, dan epidermis merupakan target organ dari HINV. Secara mikroskopis, teramati nekrosis hepatopankreas dan saluran pencernaan. Penularan dari virus ini belum dapat ditentukan Identifikasi virus dilakukan dengan PCR. Informasi mengenai virus ini masih membutuhkan studi lebih lanjut.

    Sumber
                     

    Rabu, 14 November 2018

    Channel Catfish Virus Disease (CCVD)

    Nama lain:  -

    Etiologi/ penyebab
    Channel catfish Virus (CCV), virus yang termasuk kelompok herpesviridae [1]. Virus ini kemudian berubah namanya menjadi Ictalurid herpesvirus (IcHV-1) sesuai dengan ketentuan komite Taksonomi Internasional untuk herpesvirus. Akan tetapi, nama sebelumnya masih melekat dan dikenal. Virus ini beramplop, icosahedral, memiliki genom DNA dan diameter nukleokapsid 95-105nm, dapat diinaktivasi dengan 20-50% kloroform, bertahan 24 jam pada pengeringan atau kaca coverslip. Virus tidak dapat diisolasi dari ikan yang membusuk pada suhu 22oC dalam 48 jam setelah mati. Namun virus dapat merecoveri dalam 14 hari dari viscera ikan yang dibekukan selama 162 hari dari ikan yang dibekukan pasa suhu -20oC dan selama 210 hari pada pembekuan -80oC[2]. Disamping IcHV1, juga terdapat virus ictalurid herpesvirus 2 (IcHV2)  yang menimbulkan penyakit serupa CCVD pada blackbullhead catfish (Ameiurus melas)  di Italia[3]

    Kamis, 31 Mei 2018

    [REVIEW BUKU] Diseases of Cultured Groupers

    Judul buku           : Diseased of Cultured Groupers
    Editor                    : Kazuya Nagasawa, Erlinda R. Cruz-Lacierda
    Penerbit               : Southeast Asian Fisheries Development Center, Aquaculture Department
    Kota penerbit     :  Iloilo, Philippines
    Tahun Terbit       : 2004
    Bahasa                  : Inggris
    Ketebalan buku  : 81 halaman
    Cetakan                :  1
    ISBN                      : 971-8511-70-9

    Minggu, 15 April 2018

    [REVIEW BUKU] Patologi Ikan Teleostei



    Judul buku          : Patologi Ikan Teleostei
    Penulis                 : Agus Irianto
    Penerbit              : Gadjah Mada University Press
    Kota penerbit     : Yogyakarta, Indonesia
    Bahasa                  : Indonesia
    Ketebalan buku  : 256 halaman
    Cetakan               :  1
    ISBN                     :  979-420-574-5

    Deskripsi:

    Buku ini mendeskripsikan berbagai kondisi patologis pada ikan-ikan budidaya. Penyakit-penyakit penting dalam budidaya perikanan diapaparkan secara apik dan detil. Buku ini banyak memberikan gambaran klinis serta mikroskopis penyakit bacterial, viral, parasit, dan jamur. Disamping penyakit infeksius juga terdapat bagian yang mengulas penyakit non infeksius, serta neoplasia. Permasalahan