-->

atas

    Tampilkan postingan dengan label insang hitam. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label insang hitam. Tampilkan semua postingan

    Minggu, 28 Mei 2023

    Black Gill disease pada lobster

    Nama lain:  Mikosis pada lobster, Burnspot Disease  [1,2] 

    Etiologi/ penyebab:
    Jamur Fusarium sp, F. solani Jamur ini memiliki mikro dan makrokonidiaspora. Mikrokonidia berbentuk ovoid atau agak melengkung dengan 1-2 sel dan berukuran 8-15um. Makrokonidia berbentuk seperti perahu kanoe dengan 3-5 sel [1]. Jamur ini termasuk deuteromycetes [5].

    Gb. Hifa dan konidia F. solani dari lobster (Hoa & Khoa, 2009)

    Hospes :
    lobster Homarus americanus, Panulirus ornatus, P. cygnus, H. vulgaris, P. longipes, P. penicillatus. Jamur Fusarium juga dikenal menyerang udang Penaeus japonicus, P. californiensis, dan hiu [2,3,4,6].

    Stadium rentan :
    juvenil dan dewasa [3]. Larva tidak dilaporkan terserang oleh jamur ini [5].

    Senin, 20 November 2017

    Penyakit insang hitam pada udang oleh Fusarium

    Nama lain:  penyakit insang hitam, black gill disease



    Hospes : udang penaeid [5] P. duorarum, P. californiensis  [6], Rock Lobster Panilurus ornatus dan udang mantis O.oatoria  [8]. L. vannamei lebih tahan dibandingkan spesies lain seperti P. stylirostris dan P. japonicus [4]



    Stadium rentan : juvenil – dewasa [2] Utamanya terjadi pada dewasa hingga indukan. Infeksi pada juvenile hingga subadult sangat jarang . Fusarium tidak menginfeksi stadium larva [4].



    Etiologi/ penyebab: jamur Fusarium spp[1] Fusarium solani, F. moniliforme, Ascomycetes [5] F. tobacinum [7] F. oxsporum, F. incarnatum[9] . Beberapa spesies jamur lainnya dapat terlibat pada infeksi ini [6]



    Epizootiologi

    Fusarium sp dilaporkan oleh Egusa dan Ueda (1942) menyebabkan penyakit Black Gill Disease pada Penaeus japonicus  [6]. Khoa dan Hatai (2006) melaporkan penyakit insang hitam pada P. japonicus yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum. Di Vietnam, Khoa et al (2004) menemukan infeksi Fusarium incarnatum penyebab insang hitam pada udang windu. Udang terinfeksi menunjukkan gejala insang hitam dan kematian sekitar satu bulan jelang panen. Jamur ini juga pathogen pada udang kuruma melalui percobaan infeksi [9].

    Kamis, 26 Oktober 2017

    Pemeriksaan klinis pada udang - bagian 1


    Pemeriksaan klinis merupakan suatu metode pemeriksaan yang dilakukan untuk menentukan indikator suatu agen penyakit berdasarkan gejala klinis.

    Pada dasarnya penentuan diagnosa penyakit pada udang sulit ditegakkan sebab ada banyak sekali faktor yang berpengaruh dan menimbulkan kebingungan/ keambiguan. Munculnya infeksi ganda atau infeksi campuran disertai dengan pengaruh dari faktor lingkungan menambah sulitnya diagnosa dari pemeriksaan klinis. Tingkat eror atau kesalahan diagnosa  hanya dengan gejala klinis saja sangatlah tinggi. Namun demikian pemeriksaan klinis yang tepat akan sangat membantu menggiring diagnosa pada pengujian histopatologi atau pengujian lainnya. Berikut ini adalah pengamatan dan pemeriksaan klinis yang dapat dilakukan pada udang.

    A. Uji di akuarium

                    Cara ini dilakukan dengan meletakkan udang yang memiliki gejala klinis ke dalam akuarium yang bersih, beraerasi, dan memiliki salinitas yang sama dengan tempat pemeliharaan udang sebelumnya. Kemudian tunggu respon dari udang. Apabila dalam waktu sekitar 2 jam udang kembali normal (gejala klinis hilang) dapat diduga kemungkinan faktor penyebabnya adalah kualitas lingkungan budidaya yang buruk.

    B. Pengamatan perilaku

                    Perilaku atau behavior merupakan salah satu bentuk pengamatan gejala klinis yang dapat dilakukan untuk mengetahui adanya stress atau penyakit. Perubahan perilaku udang paling mudah diamati oleh pekerja atau operator ditambak. Perubahan perilaku yang dapat diamati antara lain perilaku makan, berenang, dan udang yang berkumpul di titik tertentu. Bahkan keberadaan predator juga dapat terlihat pada perubahan perilaku udang. Pada pengamatan perilaku ini sangat penting bagi pembudidaya untuk mengetahui terlebih dahulu sifat dasar, karakter, dan perilaku dari udang. Apabila diperlukan pencatatan perubahan perilaku udang juga dapat dilakukan. Berikut ini adalah perubahan perilaku dan indikasinya yang dapat dijadikan panduan dalam melakukan pengamatan perilaku.