-->

atas

    Rabu, 10 Juni 2026

    QPX disease pada kerang

    Nama lain:  Mucochytrium quahogii  [7], Quahog parasite unknown [1], QPX disease.  

    Etiologi/ penyebab: Mucochytrium quahogii parasit bersel tunggal dengan karakteristik serupa jamur dan hewan. Parasit ini dapat ditemukan di air dan sedimen [1,7]. Berdasarkan analysis DNA, M. quahogii ditempatkan sebagai protista serupa fungus [11]. Organisme ini masuk dalam kelompok thraustochytrids [7] dan dapat mengeluarkan material mukoid yang mencegah fagositosis [4]. Parasit ini banyak ditemukan pada salinitas tinggi (>30ppt) [12].

    Hospes : hard clam (Mercenaria mercenaria) [1]. Kerentanan hard-shell clamp terhadap parasit ini bisa berbeda-beda antar strain. M. mercenaria var notata lebih rentan dibandingkan yang lainnya [4]. 

    Stadium rentan :
    Penyakit ini paling sering ditemukan di pembenihan, pentokolan, ataupun di alam. Diketahui bahwa kematian oleh QPX mencapai 80-90% pada juvenil (panjang cangkang 30mm) di pentokolan dan 100% di hatchery induk [4]. 

    Epizootiologi: 
    Penyakit ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1959 di Kanada, New Jersey tahun 1976, dan tahun 1990 an mulai meluas ke berbagai wilayah [1]. Outbreak juga terjadi pada tahun 2002 di New York Dan 2003 di Rhode Island [11].  Mortalitas paling sering terjadi pada musim semi dan panas [5]. Tingkat kematian dapat mencapai lebih dari 90%. Penularan dapat terjadi secara langsung melalui air [6]. 

    Siklus Hidup:
    Siklus hidup parasit ini bersifat langsung dan akan menyebar dalam 3 hari [4]. M. quahogii dari kerang yang terinfeksi akan terlepas ke air laut dan hanya terdeteksi pada saat suhu lingkungan rendah. Parasit juga dapat ditemukan pada cairan pallial kerang yang diduga kuat sebagai reservoir pada inang [7]. 

    Faktor pendukung;
    Parasit ini umumnya bersifat oportunis[11]. Penyakit QPX berkaitan dengan padat tebar yang tidak sesuai atau manajemen budidaya yang buruk [3]. Penyakit ini banyak muncul pada musim gugur dan semi ketika sistem imun kerang kurang aktif [10] atau pada kondisi stress [11]. 

    Gejala Klinis
    Terhambatnya pertumbuhan cangkang baru, mantel membengkak dan berubah wana, tepi cangkang terpotong. Parasit QPX dapat ditemukan di insang dan mantel kerang [1]. Nodul 1cm berwarna putih hingga krem teramati pada tepi mantel pada individu yang terinfeksi berat [5,6]. Kerang keluar dari sedimen dan tidak mau menguburnya kembali [6]. 

    Gb. Nodul kekuningan ditemukan di sepanjang matel pada penyakit QPX 
    (Walton & Murphy, 2006)

    Perubahan patologi
    Perubahan yang paling terlihat adalah peradangan [1]. Peradangan dapat bersifat multifokal, granuloma, Dan terenkapsulasi. Hemosit sulit untuk mmfagosit dikarenakan adanya mukus yang mengelilingi parasit [11].  Parasit ditemukan di berbagai organ dalam [1]. Jaringan ikat seluruh tubuh kerang mengalami perubahan dari parasit ini [4]. Penyakit ini berlangsung lambat, diketahui infeksi hingga 22 tahun tidak menimbulkan kematian [5]. Stadium dari parasit dapat teramati, terkadang dikelilingi oleh sel pada area serupa mukoid [8] 

    Diagnosa banding
    -

    Metode Diagnosa 
    Pemeriksaan awal penyakit ini dapat dilakukan dengan pengamatan gejala klinis Dan mikroskopis [11]. Saat ini, metode diagnosa menggunakan PCR telah dikembangkan [2]. 

    Pencegahan dan Pengendalian
    Untuk meminimalkan penyebaran, pengetatan kolom air harus dilakukan. Pemindahan kerang juga harus atas persetujuan atau melalui pemeriksaan terlebih dahulu [6]. Penyakit ini dapat ditangani dengan pemilihan benih dan manajemen budidaya yang baik [3]. Benih yang berasal dari lokasi terinfeksi QPX harus dihindari [6]. Pengembangan strain kerang resisten parasit ini terus dikembangkan [5]. Apablia QPX teridentifikasi pada air, segera lakukan eradikasi dengan baik. Menjual kerang lebih awal bisa dilakukan bila ada perizinan. Pada sebagian besar kasus, QPX akan tetap ada pada daerah dimana kerang tumbuh. Solusinya adalah dengan membiarkan lahan tersebut (tidak digunakan) atau mengganti komoditas dengan asumsi dapat menurunkan infeksi QPX  [6]. Normalnya, kerang dibudidayakan dengan padat tebar 75 ekor/ft. Padat tebar lebih rendah akan meningkatkan kelulushidupan dan menurunkan resiko QPX [6]. Pada studi yang dilakukan oleh Wang et al (2016), menunjukkan bahwa perlakuan heat shock mampu mengurangi infeksi QPX dan menurunkan stress pada kerang [9] 

    Zoonosis
    Tidak bersifat zoonosis [1]

    Referensi

    1. New York Sea Grant. (2003, July). QPX Disease Brochure. Stony Brook University. https://www.seagrant.sunysb.edu/seafood/pdfs/qpx-brochure03.pdf
    2. Geraci-Yee, S., Collier, J. L., & Allam, B. (2022). Mucochytrium quahogii (= QPX) is a commensal, opportunistic pathogen of the hard clam (Mercenaria mercenaria): Evidence and implications for QPX disease management. Frontiers in Microbiology, 13, 969525
    3. Shumway, S. E. (Ed.). (2021). Molluscan shellfish aquaculture: A practical guide. Boca Raton, FL: CRC Press.
    4. Woo, P. T. K., Leatherland, J. F., & Bruno, D. W. (Eds.). (2011). Fish diseases and disorders, volume 3: Viral, bacterial and fungal infections (2nd ed.). CABI Publishing.
    5. Smolowitz, R., & Leavitt, D. 1999. Quahog Parasite Unknown (QPX), an important disease of hard clams (Mercenaria mercenaria). IAAAM Archive.
    6. W. Walton & D. Murphy. 2008. Managing Quahog Parasite Unknown (QPX). Marine Extension Bulletin
    7. Geraci-Yee, S., Collier, J. L., & Allam, B. 2024. A Microcosm Experiment Reveals the Temperature-Sensitive Release of Mucochytrium quahogii (=QPX) from Hard Clams and Pallial Fluid as a Stable QPX Reservoir. Microorganisms, 12(2), 241.
    8. South Carolina Department of Natural Resources. 2004. QPX (Quahog Parasite Unknown)
    9. Wang, K., Espinosa, E. P., & Allam, B. (2016). Effect of “heat shock” treatments on QPX disease and stress response in the hard clam, Mercenaria mercenaria. Journal of Invertebrate Pathology, 138, 39-49.
    10. Smolowitz, R. (2018). A review of QPX disease in the northern quahog (hard clam) Mercenaria mercenaria. Journal of Shellfish Research, 37(4), 807-819.
    11. Sunila, I. QPX Disease. Connecticut Department of Agriculture
    12. Baker, S., D. Petty, R. Francis-Floyd, R. Yanong, L. Sturmer. Introduction to Infectious Diseases in Hard Clams. University of Florida IFAS Extention

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar