-->

atas

    Tampilkan postingan dengan label mangrove. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label mangrove. Tampilkan semua postingan

    Minggu, 20 April 2025

    Integrasi budidaya udang dan magrove

        Budidaya udang membutuhkan lahan yang cukup luas. Meskipun intensifikasi telah dilakukan, produksi udang masih banyak dilakukan dengan metode ekstensifikasi. Ekstensifikasi pada budidaya udang bersinggungan dengan aspek lingkungan dan sosial. Lingkungan yang terdampak salah satunya adalah area mangrove dimana banyak dilakukan deforestasi untuk ekstensifikasi budidaya. Untuk mengatasi hal tersebut, belakangan banyak dikembangkan budidaya udang terintegrasi dengan mangrove. Budidaya ini dilakukan dengan memelihara udang pada lahan yang disitu juga terdapat mangrove. Budidaya udang terintegrasi mangrove ini sering disebut sebagai budidaya organik. Lebih jauh lagi, konsep budidaya perikanan yang digabungkan dengan konservasi disebut dengan silvofishery.
        Vietnam merupakan salah satu negara yang telah menerapkan budidaya udang bersama mangrove. Udang dibudidayakan bersisian dengan mangrove dalam sistem budidaya terintegrasi. Tambak terisi dengan mangrove dan udang dengan bagian yang sama. Udang juga dibiarkan makan secara alami tanpa penambahan pakan komersil untuk mengurangi limbah. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah Vietnam untuk melindungi mangrove. Pemerintah Vietnam menentukan batas plot untuk lahan mangrove adalah 50-70%, namun pembudidaya mampu membuat 30-50% saja. Mangrove dapat ditempatkan terpisah maupun bergabung. Bahkan terdapat pembudidaya yang menggunakan mangrove sebagai filter air limbah. Budidaya udang dengan mangrove ini, serupa dengan budidaya udang windu sebab udang dibudidayakan dengan padat tebar rendah.