Defisiensi atau
kekurangan vitamin B1 (thiamin). Beberapa jenis ikan yang masuk kelompok sarden
atau anchovy (sejenis ikan teri), ikan cyprinid, cluepids, dan beberapa jenis
kerang memiliki enzim yang mendegradasi thiamin (thiaminase) yang ada dalam
tubuhnya sendiri. Kurangnya vitamin B1 dapat terjadi jika jenis ikan tersebut
digunakan sebagai pakan untuk jangka panjang [1,2].
Lymphocystis Disease
Virus (LCDV) [8],Lymphocystis virus
disease type 1, lymphocystis virus disease type 2 [3], nodule disease [5], fish
lymphocystis disease virus [6]
Etiologi/ penyebab
Iridovirus [1], virus DNA
berukuran 0,13-0,26um [2] tidak beramplop [4]. Hanya ada dua jenis virus
lymphocystis yang dikenali yakni lymphocystis disease virus 1 (LCDV - 1)
yang menyerang flesus flounder dan
plaice; dan Lymphocystis disease virus 2 (LCDV - 2) yang menginfeksi dab.
Isolat dari ikan lainnya belum dikarakterisasi. Virus ini mampu bertahan di air
sekitar 1 minggu. Masa inkubasinya dapat mingguan hingga bulanan[7].
Hospes
ikan laut [1] dan payau, jarang pada ikan air
tawar [2]. Ikan lele, salmon, dan cypinid tidak mengalami penyakit ini [3,7]. Ikan
laut dan ikan air tawar herring (Clupeidae), smelt (Osmeridae), sea bass (Serranidae),
flounder (Paralichthidae), snappers (Lutjanidae), perch (Percidae), drum (Sciaenidae),
butterfly fishes (Chaetodontidae), cichlids (Cichlidae), gobies (Gobiidae) dan
sole (Soleidae) [4]. Pada ikan kerapu, penyakit ini dilaporkan menyerang pada E.
bruneus, E. malabaricus dan E. chlorostigma di Cina dan E. fuscoguttatus di
Malaysia [6]
Sea louse [1], sea lice [4] salmon louse, salmon lice, white spot, dan summer lesion syndrome [7] . Etiologi/ penyebab Lepeophtheirus .spp., Caligus spp. Merupakan arthropoda crustacea golongan copepoda [1]. Tiga spesies Caligus yang sering menyerang pada budidaya di Asia adalah Caligus epidemicus, C. orientalis, C. punctatus [3]. Parasit caligus berbentuk oval, memiliki panjang 3mm, lebar 1,6mm dengan sepasang sucker pada bagian frontal dan 4 pasang kaki [5]
Gb. Anatomi Caligus (Gb dari https://c1.staticflickr.com)
Hospes
Ikan laut [1]. L. salmonis ditemukan spesifik pada ikan salmon atlantik dan sea trout. Sedangkan beberapa spesies lainnya memiliki range hospes yang cukup luas [4].
Nama
Lain: Viral Encephalopathy and
Retinopathy (VER), Viral Vacuolating Encephalopathy and Retinopathy, Paralytic
Syndrome, Spinning Grouper Disease, Fish Encephalitis, Piscine Neuropathy and
Whirling Disease [1].
Etiologi/
penyebab: Betanodavirus [1]. Virus ini berbentuk spheris, tidak beramplop,
dengan 2 segmen ssRNA. Terdapat empat genotype virus antara lain striped jack
nervous necrosis virus (SJNNV), tiger puffer nervous necrosis virus (TPNNV),
redspotted grouper nervous necrosis virus (RGNNV), and barfin flounder nervous
necrosis virus (BFNNV). RGNNV merupakan virus yang kerap terisolasi dan
menimbulkan dampak kerugian ekonomi pada budidaya ikan laut [2].
Hospes:
Ikan kerapu yang rentan penyakit ini antara lain: Epinephelus akaara, E.
coioides, E. tauvina, E. fuscoguttatus, E. septemfasciatus, E. malabaricus, E.
bruneus dan Cromileptes altivelis [1]. Disamping ikan kerapu, VNN
juga menyerang ikan laut jenis lainnya.
Stadium rentan : semua stadium pertumbuhan ikan dapat
terserang, namun larva usia kurang dari 20 hari lebih rentan [1]. Pada E.coioides,
stadium rentan oleh VNN adalah larva
dan post larva. Sedangkan menurut Fukuda et al (1996), E. septemfasciatus dapat terserang
penyakit ini dari larva hingga ukuran konsumsi [6]. Infeksi pada ikan dewasa pernah dilaporkan pada European Seabass, Chromileptes altivelis, Atrlantic halibut [9].