-->

atas

    Tampilkan postingan dengan label formalin. bouin's. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label formalin. bouin's. Tampilkan semua postingan

    Minggu, 25 Maret 2018

    Prosedur Fiksasi Histologi pada Ikan

    Alat dan bahan:
    • Sampel ikan hidup
    • Larutan Fiksatif Neutral Buffer Formalin 10% (NBF 10%)
    • 1 set alat bedah
    • Baki
    • Gloves
    • Masker
    • Botol sampel

    Prosedur
    • Siapkan sampel spesimen ikan (jumlah sesuaikan kebutuhan dan perhitungan pengambilan sampel)
    • Larva : langsung dimasukkan dalam larutan fiksatif tanpa penyayatan dengann perbandingan 1:10
    • Ikan Kecil (<1cm): lakukan prosedur nekropsi untuk membuka dinding abdomen. Buka bagian kepala untuk mengeksplorasi otak, dan gunting operculum untuk mengekspos insang. Masukkan ke dalam larutan NBF 10%

    Rabu, 26 Juli 2017

    Formula terbaik pada fiksasi histotehnik udang

    Metode fiksasi yang tepat merupakan metode yang paling penting dalam mempersiapkan  preparat histologi udang. Fiksasi yang tidak tepat akan menyebabkan misinterpretasi pada jaringan. Hal yang perlu diperhatikan adalah beberapa jaringan udang lebih cepat terautolisis dibandingkan jaringan hewan lainnya. Oleh karenanya perendaman saja tidak cukup, harus dilakukan injeksi pada area –area tertentu 

    Udang
    Udang yang dipergunakan untuk histologi adalah udang yang mati segar, sekarat. Udang mati hampir selalu tidak dapat digunakan untuk histologi.

    Kamis, 20 April 2017

    Fiksasi/ Pengawetan untuk Pemeriksaan Histologi

    Mengapa fiksasi?

    Fiksasi atau pengawetan merupakan proses atau tahapan paling kritis dalam pemeriksaan histologi. Tujuan utama fiksasi adalah untuk mempertahankan struktur sel seperti aslinya. Proses fiksasi ini harus segera dilakukan setelah jaringan di ambil atau setelah hewan mati. Fiksasi akan mematikan sel secara cepat, menghentikan proses degenerasi pasca kematian dan mengawetkan integritas struktur komponen seluler jaringan. Larutan fiksatif bekerja dengan mencegah autolisis dengan menginaktivasi enzim lisosom sehingga struktur baik luar atau dalam sel tetap terjaga. Makromolekul tidak akan mudah larut oleh air atau cairan lain. Fiksatif juga mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Beberapa lemak, protein, karbohidrat, dan mineral akan terekstraksi dan larut oleh larutan fiksatif. Proses fiksasi akan mengubah profil antigenik dan kimia protein.

    Syarat larutan fiksatif

    Larutan fiksatif sebaiknya memiliki kemampuan untuk menginkativasi enzim. Tidak menyebabkan jaringan membengkak atau mengerut, dan tidak melarutkan bagian dari jaringan. Larutan fiksatif juga diharapkan mampu memodifikasi jaringan sehingga mampu mempertahankan jaringan dan menyediakan kondisi dapat dilakukan dehidrasi, clearing dan embedding. Tak kalah penting, larutan fiksatif juga mampu membunuh bakteri, jamur, dan virus.