Terdapat berbagai jenis larutan fiksatif yang dapat digunakan untuk mengawetkan kerang untuk tujuan pembuatan sediaan histologi. Larutan fiksatif yang digunakan umumnya harus memiliki kemampuan mengawetkan, mencegah perubahan postmortem seminimal mungkin.
OIE menyarankan penggunaan larutan Davidson’s untuk pengamatan patologi pada kelompok moluska. Formalin 10% dan Carson serta larutan lainnya juga dapat digunakan. Apabila setelah histologi akan dilakukan metode ISH, fiksasi tidak boleh lebih dari 48 jam agar asam asetat dari larutan Davidson’s tidak merusak DNA.
Jenis larutan fiksasi untuk kerang:
1. Larutan Davidson’s
Larutan ini paling direkomendasikan untuk memfiksasi moluska.
2. Larutan Carson’s
3.Formalin-calcium 15%
4. 1G4F solution (1% glutaraldehyde: 4% formaldehyde)
5. Buffer formalin 10% dalam air laut yang difilter
Referensi
Bondad-Reantaso, M.G., McGladdery, S.E., East, I., and Subasinghe, R.P. (eds.) Asia Diagnostic Guide to Aquatic Animal Diseases. FAO Fisheries Technical Paper No. 402, Supplement 2. Rome, FAO. 2001. 240 p
Howard, D.W., E.J. Lewis, B.J. Kelelt & C.S. Smith. 2004. Histological Techniques for Marine Bivalve Molluscs and crustaceans. NOAA Technical Memorandum NOS NCCOS 5, 218 hal
Ifremer. 2011. Molluscs processing for diagnostic by histology. European Union Refrence Labooratory for Molluscs Disease.
Kim, Y., K.A. Ashton-Alcox, and E.N. Powell. 2006. Histological Techniques for Marine Bivalve Molluscs: Update. Silver Spring, MD. NOAA Technical Memorandum NOS NCCOS 27. 76hal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar