-->

atas

    Thursday, 31 March 2022

    Mencegah dan Mengatasi stress pada udang

    Stress dalam budidaya udang merupakan suatu permasalahan yang dapat berdampak terhadap produksi. Individu yang mengalami stress akan mengalami penurunan performa dan akibatnya adalah turunnya bobot jual di pasaran. Stress sendiri disebabkan oleh banyak faktor. Untuk mengatasi stress, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenali terlebih dahulu faktor-faktor apa saja yang dapat memicu stress. Hal ini dapat diketahui dengan memeriksa kembali data-data pemantauan rutin. Data kualitas air, pakan, plankton, aplikasi bahan kimia, padat tebar, kesehatan udang, dll. Misalnya saja kondisi air yang megalami penurunan pH dan alkalinitas. Hal ini menimbulkan stress pada udang sehingga tindakan perbaikan harus diambil. Pemberian sodium bicarbonate (NaHCO3), sodium carbonate (Na2CO3), atau calcium carbonate (CaCO3) dapat membantu menstabilkan nilai keduanya [2].

    Untuk kadar oksigen yang turun, pergantian air dan penambahan aerasi dapat menjadi pilihan. Pada benur yang akan ditebar, perhitungan jumlah benur yang akan ditebar penting untuk meminimalkan stress pada saat tebar. Pengiriman benur pun harus disesuaikan pada malam hari untuk menghindari stress akibat suhu [5].

    Stress pada udang dapat dicegah dengan selalu melakukan pemantauan dan perbaikan secara rutin [2]. Mungkin cukup merepotkan, sebab harus mengumpulkan data lapangan yang berjadwal selama budidaya berlangsung. Namun ini adalah cara terbaik untuk menghindari stress pada udang dan membuat udang nyaman dalam habitatnya. Stress dapat muncul apabila udang dibiarkan berada dalam kondisi lingkungan yang tidak optimal selama beberapa hari. [2]. Oleh karenanya pemantauan kualitas air menjadi penting untuk mencegah dan menurunkan stress pada udang. Populasi udang juga harus diperhitungkan diawal masa tebar agar tidak terlalu padat [4]. Perhitungan jumlah benur ada baiknya dilakukan di tempat asal untuk menghindari stress di lokasi pembesaran [6]. Penebaran benur juga disarankan pada dini hari atau jelang malam saat suhu cukup dingin untuk mengurangi stress [7].Kualitas dan jumlah pakan juga harus diperhatikan. Pakan yang terkontrol dengan baik membantu terpenuhinya nutrisi udang sehingga udang menjadi kebal terhadap stress dan penyakit [4]. Vitamin E dan vitamin C banyak digunakan untuk mengendalikan stress pada budidaya. Astaxanthin dan asam lemak tak jenuh ditemukan dapat menurunkan kerentanan terhadap stress [8].

    Penggunakan individu resisten nampaknya juga dapat meningkatkan toleransi terhadap adanya patogen. Domestikasi dapat membantu mentoleransi stress budidaya. Strain yang toleran terhadap stress menyebabkan individu kurang begitu rentan terhadap penyakit. Hal ini dapat digunakan untuk mensubtitusi strain yang rentan terhadap penyakit tertentu di suatu wilayah. [8].

    Perbaikan fasilitas budidaya juga penting untuk mencegah dan meminimalisir munculnya stress. Misalnya saja pembuatan filter air yang dapat mencegah masuknya vector terutama untuk WSSV. Penggantian air juga harus diminimalkan untuk menjaga kualitas air agar tidak berfluktuasi [8].

    Referensi

    1. Kibenge, F.S.B. dan Godoy, M.G. (Ed). 2016. Aquaculture Virology. Elsevier: UK

    2. Felix, S., T. Samocha, M. Menaga. 2021. Vannamei Shrimp Farming. CRC Press: Boca Raton

    3. CIBA. 2005. Diagnosis and Management of Shrimp Disease. Training Programme Central Institute of Brackishwater Aquaculture 21-26 November 2006

    4. FAME. 2020. Aquatic biosecurity standard operating procedures (SOPs) for grow-out farms. Pacific Community: Noumea, New Caledonia

    5. Fast, A.W. & Lester, L.J. 1999. Marine Shrimp Culture: Principles and Practices. Elsevier Science BV: Armsterdam

    6. Brackishwater Aquaculture Information System. (1988). Biology and culture of Penaeus monodon. Tigbauan, Iloilo, Philippines: SEAFDEC Aquaculture Department.

    7. Felix, S. 2013. Advances In Shrimp Aquaculture Management. Daya Publishing house: New Delhi

    8. Anonim. Stress – Various Stress Factors in Shrimp Farming

    No comments:

    Post a Comment