-->

    Friday, 3 May 2019

    Penaeus Vannamei Nodavirus (PvNV)



    Nama lain

    Etiologi/ penyebab
    Penaeus Vannamei Nodavirus. Virus ini secara filogenetik masuk ke dalam Alphanodavirus yang erat kaitannya dengan Macrobrachium rosenbergii Nodavirus (MrNV). Virus ini berbentuk kecil dan tidak beramplop [1].  Virus ini berdiameter 19-27nm, memiliki dua segmen RNA [3].

    Hospes
    Penaeus vannamei dan Penaeus monodon rentan terhadap infeksi PvNV melalui percobaan injeksi ataupun peroral [4].


    Stadium rentan
    -

    Epizootiologi
    Penyakit ini terdeteksi pertama kali tahun 2005 pada udang vaname dari Belize. Kerugian yang diakibatkan virus ini dapat mencapai 50%. Pada pengujian laboratorium, virus ini tidak menyebabkan kematian namun mempengaruhi tingkat kelulushidupan pada petak pembesaran [2]. Virus dari PvNV dapat menular melalui vektor seperti mosquitofish, seabird feces, barnacles, dan zooplankton [1].

    Faktor pendukung
    Kasus sporadis dari PvNV banyak dipengaruhi oleh stress lingkungan seperti kepadatan dan suhu tinggi [2].

    Gejala Klinis
    Penyakit PvNV ini memiliki gejala klinis berupa lesi berwarna putih dan opaq pada ekor [2]. Pada uji tantang, udang vaname menghasilkan lesi yang sama dengan infeksi PvNV dalam 11 hari pasca injeksi namun tanpa kematian hingga 4 minggu masa uji. Sedangkan pada udang monodon tidak ditemukan gejala ekor memutih atau nekrosis otot [4].

    Perubahan patologi
    Secara histopatologi PvNV menyebabkan nekrosis multifokal dan fibrosis hemositik pada otot rangka [2]. Badan inklusi basofilik intrasitoplasmik  dari virus PvNV dapat terdeteksi pada organ limfoid, otot, dan jaringan ikat [1]. Sangat sedikit kejadian infeksi MrNV, PvNV ataupun IMNV menyebabkan atrofi dan nekrosis hepatopankreas [4]. Pada pemeriksaan menggunakan In Situ Hibridisasi, virus ini terdeteksi pada otot, organ limfoid, jaringan ikat, hemosit pada jantung dan insang [2]. Spheroid organ limfoid juga teramati [3]. Badan inklusi dari PvNV berhubungan erat dengan mitokondria, yang artinya kompleks replikasi berlokasi di dalam atau di luar membrane mitokondria [4].

    Diagnosa banding
    Gejala dari MrNV dan PvNV sulit dibedakan, namun keduanya memiliki perbedaan virulensi. MrNV mengakibatkan kerugian hingga 100% pada udang galah sedangkan PvNV tidak menyebabkan kematian pada udang vaname. Disamping itu PvNV tidak menyerang pada udang galah. Beberapa udang penaeid seperti P. indicus, P. monodon, P. japonicus terbukti dapat menjadi reservoir dari MrNV [1]. Gejala klinis dan histopatologi dari PvNV memiliki kemiripan dengan IMNV. Keduanya dapat dibedakan dengan menggunakan RT PCR dan ISH [2].

    Metode Diagnosa
    Pengujian virus PvNV dapat dilakukan menggunakan histopatologi, in situ hibridisasi, RT PCR, TEM, nRT-PCR dan RT-LAMP-AuNP [2,3]

    Pencegahan dan Pengendalian
    Hingga saat ini belum ada penelitian di tambak mengenai pengendalian atau pencegahan infeksi nodavirus pada krustasea. Pencegahan merupakan metode paling efisien untuk menghindari outbreak. Pencegahan seperti skrining induk dan PL serta praktek manajemen dapat mencegah infeksi nodavirus. Penggunaan obat-obatan seperti imunostimulan dan RNA interference (RNAi) (dsDNA) harus ditelusur untuk mengetahui efeknya dalam mengendalikan infeksi nodavirus. Pengembangan metode diagnostic spesifik lebih penting untuk mendeteksi nodavirus ini dan melengkapi epidemiologi, penularan, serta hospes virus ini [4].

    Referensi
    1. Tang, K.F.J., C.R. Pantoja, R.M. Redman, S.A. Navarro, D.V. Lightner. 2011. Ultrastructural and sequence characterization of Penaeus vannamei nodavirus (PvNV) from Belize. Dis Aquat Org 94: 179–187
    2. Tang KFJ, Pantoja CR, Redman RM, Lightner DV. 2007. Development of in situ hybridization and RT-PCR assay for the detection of a nodavirus (PvNV) that causes muscle necrosis in Penaeus vannamei. Dis Aquat Org 75: 183–190
    3. Wang, C.S. 2016. Chapter 34: NOdavirus of Crustaceans dalam Kibenge, F.S.B. dan Godoy, M.G. (Ed). 2016. Aquaculture Virology. Elsevier: UK
    4. Kibenge, F.S.B. dan Godoy, M.G. (Ed). 2016. Aquaculture Virology. Elsevier: UK



    No comments:

    Post a Comment