-->

    Thursday, 20 December 2018

    [PROFIL] Ikan Zebrafish


    Gb. Zebrafish (pict from https://speakingofresearch.com)
    Taksonomi

    Kingdom          Animalia           
    Subkingdom     Bilateria           
    Infrakingdom   Deuterostomia             
    Phylum            Chordata 
    Subphylum      Vertebrata     
    Infraphylum    Gnathostomata            
    Superclass       Actinopterygii 
    Class               Teleostei          
    Superorder      Ostariophysi     
    Order              Cypriniformes 
    Superfamily     Cyprinoidea      
    Family             Cyprinidae   
    Genus              Danio
    Species            Danio rerio (Hamilton, 1822) – zebra danio


    Morfologi
    Ikan ini memiliki panjang 3cm, tembus cahaya, dengan garis-garis emas sepanjang tubuhnya. Ikan zebra jantan berbentuk ramping dengan bentuk torpedo, memiliki garis hitam terkadang emas di bagian perut dan sirip, serta berwarna lebih gelap. Betinanya lebih gemuk ketika sedang bertelur dan memiliki sedikit garis emas di sisinya. Warna biru-hitam garis pada tubuh diduga mengandung melanophores dan iridophores, sedangkan warna emas/kuning-silver menganduung xanthophores dan iridophores. Ikan zebra memiliki sirip dorsal tunggal tanpa sirip adiposa. Ikan zebra memiliki semua indra yakni perasa, sentuhan, penciuman, keseimbangan, penglihatan, dan pendengaran.

    Karakteristik
    Ikan ini bersifat diurnal, beraktifitas di siang hari, dan beristirahat di malam hari. Ketika terancam, ikan akan berkelompok, berenang dengan gelisah atau diam di substrat, nafsu makan berkurang, dan sifat agresif meningkat. Ikan ini berenang secara berkelompok.

    Budidaya dan pemeliharaan
    Ikan ini mudah dipeliharan dan toleran terhadap variasi kondisi lingkungan. Pada budidaya larva, hal terpenting adalah kualitas air dimana harus menjaga amonia tidak meningkat. Ikan dewasa dapat dipelihara pada suhu antara 6.7–41.7ÂșC, pH cenderung alkalin namun lebih baik antara 7-8, alkalinitas 50–150 mg/L, DO minimal 4mg/L.. Larva toleran terhadap salinitas hingga 14g/L namun untuk dewasa lebih baik dipelihara pada salinitas 0,5-2g/L. Sedangkan nitrit dan nitrat sebaiknya tidak ada dalam air.

    Reproduksi
    Telur yang telah dibuahi akan berkembang menjadi embrio secara eksternal dalam 2-4 hari. Ikan ini mudah dibudidayakan dengan masa tumbuh hanya 3 bulan saja. Betina dapat bertelur hingga ratusan telur dalam jangka waktu seminggu. Telur dilepaskan pada substrat. Ikan zebra tidak bergantung pada musim untuk berkembangbiak.

    Umur
    Ikan ini tercatat maksimal berusia 5,5 tahun, namun rata-rata 3,5 tahun. Di laboratorium biasanya ikan hanya dipelihara selama 1,5 hingga 2 tahun sebelum kemudian masa reproduksinya berkurang. 

    Pakan
    Ikan ini bersifat omnivora, memakan zooplankton dan insekta. Namun demikian fitoplankton, alga berfilamen, material vasculer tanaman, spora, telur, sisik, araknida, detritus, pasir, dan lumpur dilaporkan diperoleh dari lambung.

    Penyakit
    Beberapa penyakit yang dilaporkan pada ikan zebra antara lain: Pseudoloma neurophilia (mikrosporidiasis), mycobacteriosis, velvet, spring viremia of carp virus (SVCV), Viral haemorrhagic septicemia Virus (VHSV), dll.

    Zebrafish dan dunia medis
    Ikan zebra ini banyak digunakan sebagai model untuk penelitian medis diantaranya pemodelan perkembangan ginjal, sistem olfactorius, dan visual. Ikan zebra juga dimanfaatkan untuk penelitian penyakit manusia. Saat ini penggunaan ikan zebra dalam penelitian lebih berkembang ke arah molekuler, perkembangan biologi, neurobiologi, genetik, penyakit kanker, sistem syaraf, hingga penemuan obat. Keuntungan menggunakan ikan zebra sebagai model penelitian adalah kemampuannya memproduksi hingga 200 telur, embrio yang berkembang dengan cepat, pertumbuhan cepat, usia matang gonadnya cepat, embrionya transparan sehingga mudah diamati untuk penelitian genetika molekuler dan perkembangan, serta mudah dan murah dipelihara. Pada akuakultur, ikan zebra juga mulai digunakan untuk percobaan toksikologi  dan cemaran lingkungan. Namun demikian, ikan ini tidak begitu cocok digunakan pada percobaan terkait lingkungan seperti hipoksia yang bergantung pada oksigen. Di luar itu semua, alasan utama ikan zebra banyak digunakan pada penelitian manusia adalah adanya genom ikan zebra yang diperkirakan memiliki kemiripan genetik yang cukup tinggi dengan manusia. Ada sekitar 60% ekspresi gen pada ikan zebra yang beranotasi dengan ortolog genom manusia berdasarkan homologi sekuens protein.

    Peraturan terkait
    Keputusan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 80/Kepmen-Kp/2015 Tentang Penetapan Jenis-Jenis Hama Dan Penyakit Ikan Karantina, Golongan, Media Pembawa, Dan Sebarannya

    ISO 15088:2007 Water quality—determination of the acute toxicity of wastewater to zebrafish eggs (Danio rerio)

    Sumber bacaan

    Harper,C. dan Lawrence, C. 2011. The Laboratory ZEBRAFISH. CRCPress

    Nikinmaa, M. 2014. An Introduction To Aquatic Toxicology. Elsevier: USA
    Reed, B. dan Jennings, M. 2010. Guidance on the housing and care of Zebrafish Danio rerio. Research Animals Department Science Group RSPCA

    VArgesson, N.A. Zebrafish. Aquatic habitat
    Wixon, J. 2000. Danio rerio, the Zebrafish. John Wiley & Sons, Ltd. Yeast 2000; 17: 225±231.

    https://www.itis.gov

    No comments:

    Post a Comment