-->

    Sunday, 7 January 2018

    [HERBAL] - Jahe

    Jahe (Gb dari organicfacts.net)

    JAHE


    Taksonomi [5]

    Kingdom                      Plantae 
    Subkingdom               Viridiplantae
    Infrakingdom              Streptophyta
    Superdivision              Embryophyta
    Division                      Tracheophyta
    Subdivision                 Spermatophytina
    Class                           Magnoliopsida
    Superorder                  Lilianae
    Order                          Zingiberales
    Family                        Zingiberaceae
    Genus                         Zingiber Mill
    Species                       Zingiber officinale Roscoe

    Bahan aktif

                Jahe mengandung bahan aktif berupa 1,8 cineole, 6-gingerol, 6-shogaol, 8-shogaol, asam asetat, α-asam linoleate, α-phellandrene, α-pinene, α terpinene, α-terpineol, β-bisolene, β-carotene, β-pinene, β-sitosterol, boron, asam caffeic, camphor, capcsaicin, asam cholorogenic, curcumene, gingerols, sesquiphellandrene, zingiberene, resins, tepung, lemak, dan protein [6]. Akar dan ekstrak dari jahe mengandung komponen polifenol (6-gingerol dan derivatnya) yang memiliki aktifitas antioksidan yang tinggi [1]. Jahe kering dan segar memiliki perbedaan komponen. Jahe kering memiliki komponen yang tidak ada di jahe segar seperti linalool, terpinen-4-ol, α-terpineol, citronellol, β-neral, δ-elemene, dan neril asetat. Namun jahe segar memiliki konsentrasi fenol yang lebih tinggi dibandingkan jahe kering [6].


    Khasiat secara umum

                 Jahe memiliki khasiat dalam memacu pertumbuhan, anti stress, imunostimulan, dan anti bacterial [1]. Dalam kesehatan jahe segar dan kering memiliki perbedaan kegunaan. Jahe segar terasa agak hangat dan tajam sehingga cocok untuk pengobatan batuh dan dahak. Sedangkan jahe kering memiliki rasa hangat dan tajam yang lebih kuat sehingga dapat menghangatkan, digunakan untuk menggigil, pendarahan [6].

     

    Penggunaan pada Ikan dan Udang

    Jahe mampu meningkatkan pertumbuhan, efisiensi pakan dan protein. Jumlah neutrofil, makrofag, dan limfosit serta aktifitas fagositik, respiratory burst, lysozyme, aktifitas bakterisidal dan anti protease [1]. Pemberian ekstrak jahe mampu meningkatkan kemampuan fagositik pada ikan rainbow. Jahe juga sering digunakan sebagai adjuvant dalam pakan rainbow trout [2]. Penggunaan pada udang windu dilaporkan dapat meningkatkan pertumbuhan jika diberikan melalui pakan [3]. Pemberian ekstrak aquades jahe berbentuk serbuk sebanyak 1% dalam pakan  terbukti mampu meningkatkan respon imun spesifik. Fagositosis dan aktifitas sel darah putihnya lebih tinggi dibandingkan pada kelompok lain [4]

    Tabel. Takaran dan Penggunaan Jahe dalam perikanan
    Bahan
    Dosis dan aplikasi
    Keterangan
    jahe
    0,5/110gram pakan
    Menurunkan kematian

    1gr/100gr pakan selama 60 hari
    Meningkatkan berat badan, pertumbuhan, dan parameter fisiologis ikan (uji coba pada ikan sturgeon beluga)
    Ekstrak etanol
    5ppt perendaman selama 90 menit
    7,5ppt perendaman selama 30 menit
    Untuk Gyrodactylosis ikan guppy
    Bubuk jahe
    1% dari total pakan
    Untuk pertumbuhan, pencegahan aeromoniasis pada ikan nila
    0,5gr/ 100gram pakan
    Control Aeromonas pada ikan rainbow trout
    2,5gr/kg pakan (larutkan dalam 100ml air, spray)
    Meningkatkan kekebalan terhadap Aeromonas pada ikan nila
    1% dalam 99% komponen pelet
    Meningkatkan SR, total protein, menurunkan FCR pada udang galah
    5 dan 10gr/kg pakan
    Meningkatkan berat badan, perbaiki FCR, imunostimulan, menurunkan kerentanan terhadap V. harveyi pada ikan kakap putih
    Ekstrak hidroalkoholik jahe
    1,5% dari total pakan
    Meningkatkan pertumbuhan, kekebalan pada juvenile sturgeon beluga
    Tablet komersil jahe MEPACO
    20mg/L perendaman selama 3 hari
    Pemusanahan protozoa Trichodina, Epistylis  pada ikan lele
    zingerone
    1; 2,5; 5 mg/kg pakan
    Meningkatkan berat badan, kekebalan terhadap Vibrio alginolyticus pada udang putih
    Sumber : [1], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14], [15], [16]

    Toksisitas
    Dosis berlebih dapat menimbulkan efek imunosupresif dan menurunkan ketahanan ikan terhadap penyakit [12]. Dosis jahe yang aman untuk ikan lele adalah 19,2mg/L. Sedangkan LC50 setelah 96 jam adalah 192mg/L. Dosis berlebih dapat menyebabkan ulcerasi dan erosi pada kulit dan sirip ikan lele [13]

    Referensi

    [1] Ramudu, K.R. dan Dash, G. 2013. A Revie on Herbal Drugs Againts Harmfull Pathogens in Aquaculture. American Journal of Drug Discovery and Development 3 (4) 209-219

    [2] Murthy, K.S. dan Kiran, B.R. 2013. Review on Usage of Medicinal Plants in Fish Diseases.  International Journal of Pharmacology and Biosciences 4(3): (B) 975-986

    [3] Syahidah, A., Saad, C.R., Daud, H.M., Abdelhadi, Y.M. 2014. Status and Potential of Herbal Application in Aquaculture: A Review. Iranian Journal of Fisheries Sciences 14(1) 27-44

    [4]. Govind, P., Madhuri, S., Mandloi, A.K. 2012. Immunistimulant Effect Of Medicinal Plants on Fish. IRJP 3(3)

    [5] Integrated Taxonomic Information System (ITIS). 2017. Zingiber officinale  Roscoe. Taxonomic Serial No.: 42402
    [6] Qin, F.F. dan Xu, H.L. 2008. Active Compound in Gingers and Their Therapeutic in Complimentary Medication. Global Science Books 2(2) 72-78

    [7] Levy, G., Zilberg, D., Paladini, G., Fridman, S. 2015. Efficacy of ginger-based treatments against infection with Gyrodactylus turnbulli in the guppy (Poecilia reticulata (Peters)). Vet Parasitol. 2015 Apr 30;209(3-4):235-41. doi: 10.1016/j.vetpar.2015.03.002. Epub 2015 Mar 16.

    [8]. Hassanin, M. El-Sayed, Hakim, Y., Badawi, M. El-Sayed. 2014. Dietary Effect of Ginger (Zingiber Officinale Roscoe) on Growth Performance, Immune Response of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) and Disease Resistance Against Aeromonas hydrophila.  Abbassa Int J. Aqua vol 7 no (1) 35-52

    [9] Kanani , H.G., Nobahar, Z., Kakoolaki, S., Jafarian, H. 2014. Effect of ginger- and garlic-supplemented diet on growth performance, some hematological parameters and immune responses in juvenile Huso huso. Fish Physiology and Biochemistry, 2014, Volume 40, Number 2, Page 481

    [10] Nya, E.J. dan Austin, B. 2009. Use of dietary ginger, Zingiber officinale Roscoe, as an immunostimulant to control Aeromonas hydrophila infections in rainbow trout, Oncorhynchus mykiss (Walbaum). Journal of Fish Disease 32, 971-977 doi 10.1111/j.1365-2761.2009.01101.x

    [11] Vahedi, A.H., Hasanpour, M., Akrami, R., Chitsaz, H. 2017. Effect of dietary supplementation with ginger (Zingiber officinale) extract on growth, biochemical and hemato-immunological parameters in juvenile beluga (Huso huso). Iranian Journal of Aquatic Animal Health 3(1) 26-46    
           
    [12] Payung, C.N., Tumbol, R.A., Manoppom H. 2017. Dietary ginger (Zingiber officinale) enhance resistance of Nile tilapia (Oreochromis niloticus) against Aeromonas hydrophila. AACL Bioflux, 2017, Volume 10, Issue 4.

    [13]. Abo-Esa, J.F.K. 2008. Study on Some Ectoparasitic Diseases of Catfish, Clarias gariepinus with their Control by Ginger, Zingiber officiale. Meditteranean Aquaculture Journal 1(1); 1-9

    [14] Chang, Y.P., Liu, C.H., Wu, C.C., Chiang, C.M., Lian, J.L., Hsieh, S.L. 2012. Dietary administration of zingerone to enhance growth, non-specific immune response, and resistance to Vibrio alginolyticus in Pacific white shrimp (Litopenaeus vannamei) juveniles. Fish & Shellfish Immunology Volume 32, Issue 2, February 2012, Pages 284-290

    [15] Poongodi, R., Bhavan, P.S., Muralisankar,T., Radhakhrisnan, S. 2012. Growth Promoting Potential of Garlic, Ginger, Turmeric, and Fenugreek on The Freshwater Prawn Macrobrachium rosenbergii. Inte J Pharm Bio Sci 3(4): (B) 914-926

    [16] Talpur, A.D., Ikhwanuddin, M., Ambok, A.M.  2013. Nutritional effects of ginger (Zingiber officinale Roscoe) on immune response of Asian sea bass, Lates calcarifer (Bloch) and disease resistance against Vibrio harveyi. Volumes 400–401, 20 June 2013, Pages 46-52


    No comments:

    Post a Comment