-->

    Wednesday, 29 November 2017

    HERBAL - Sambiloto (Andrographis paniculata)

    tanaman sambiloto (picture from sambiloto.org)
    Taksonomi [8]

    Kingdom Plantae      – plantes, Planta, Vegetal, plants  
    Subkingdom            Viridiplantae    
    Infrakingdom          Streptophyta  – land plants  
    Superdivision          Embryophyta    
    Division                  Tracheophyta  – vascular plants, tracheophytes  
    Subdivision             Spermatophytina-spermatophytes, seed plants,                               phanĂ©rogames  
    Class                       Magnoliopsida    
    Superorder             Asteranae    
    Order                     Lamiales    
    Family                  Acanthaceae  – acanthacĂ©es  
    Genus                   Andrographis Wall. ex Nees – false waterwillow  
    Species                 Andrographis paniculata (Burm. f.) Wall. ex Nees


    Bahan aktif
    Tanaman ini mengandung senyawa diterpenes, flavonoid, lactones [4], andrographolide, andrographin, panicolin, deterpen glucosideneoandrographolide, andrographidihnes, neoandrographolide, chlorogenic, myristic acid, homoandrographolide, andrographoside, andropanoside, dll [7]

    Khasiat secara umum
    Tanaman ini memiliki kemampuan untuk menginduksi aktivasi enzim. Sambiloto dikenal sebagai Pereda demam dan penangkal toksin. Disamping untuk menangasi infeksi saluran pernafasan dan pencernaan, tanaman ini juga baik untuk infeksi kronis lainnya. Tanaman ini mampu menghambat banyak mikroorganisme bakteri gram positif [4] dan negatif. Ekstrak Aqueous sambiloto kemungkinan mengandung protein arabinogalactan dan andrographolides yang berperan sebagai antimicrobial [5].


    Penggunaan pada Ikan dan Udang
                    Penggunaan sambiloto sebagai bahan herbal untuk penanganan penyakit ikan dilaporkan pada studi Rattanachaikunsopon dan Phumkachorn (2009). Uji in vivo dilakukan antara Streptococcus agalactiae dengan serbuk daun kering ataupun ekstrak aqueous sambiloto pada pakan. Ikan nila yang diberi sambiloto memiliki angka mortalitas yang lebih rendah[5]. Hal ini mengindikasikan efek terapeutik yang cukup potensial dari ekstrak sambiloto. Kedepannya bahan tersebut dapat digunakan sebagai pengganti antibiotik.
                   
    A. paniculata dapat berfungsi sebagai immunostimulan bahkan dalam konsentrasi rendah. Disamping itu tanaman ini juga dapat menjadi feed additive dan diaplikasikan dalam budidaya untuk meningkatkan kekebalan seluler untuk melawan penyakit [6].

    Sumber [1], [2], [3], [5], [6], [10], [11], [12], [13]
    Toksisitas
    Pada suatu percobaan yang dilakukan oleh Roopavathy et al (2011) pada ikan black molly (Mollienisia latipinna) menggunakan ekstrak daun sambiloto sebanyak 100mg/Lt selama 24 hari menunjukkan adanya dampak terhadap struktur organ reproduksi [9]. LD50 pada perendaman ikan patin dengan larutan sambiloto selama 24 jam adalah 7,3g/L [13]. Sedangkan LD50 untuk 72 jam pada perendaman ikan mas dengan air rebusan sambiloto adalah 3000-5000mg/L [12]
    Referensi
    [1] Tatang. 2014. Pengenalan Obat Alami (Herbal) pada Usaha Budidaya Ikan. Pusat Penyuluhan KP. Presentasi
    [2] Direkbusarakom, S. 2004. Application of Medicinal Herbs to Aquaculture in Asia. Walailak J Sci & Tech 2004; 1(1): 7-14.
    [3]. Kelompok Sawargi Aquatic. 2009. Pengobatan Ikan dengan Tanaman Herbal. Presentasi
    [4]. I Geetha dan Alexander S, C.P. 2017. Antibacterial activity of Andrographis paniculate extracts. The Pharma Innovation Journal 2017; 6(5): 01-04
    [5]. Rattanachoikunsopon, P. dan Phumkhachorn,P. 2009. Prophylactic effect of Andrographis paniculata extracts against Streptococcus agalactiae infection in Nile tilapia (Oreochromis niloticus). The Society for Biotechnology, Japan. All rights reserved. doi:10.1016/j.jbiosc.2009.01.024
    [6]. Prasad, G. dan Mukthiraj,S. 2011. Effect of Methanolic Extract of Andrographis paniculata (Nees) on Growth and Haematology of Oreochromis mosambicus (Peters). World Journal of Fish and Marine Science 3(6): 473-479
    [7]. Dey, Y. D., Kumari, S., Ota, S., Srikanth, N. 2013. Phytopharmacological review of Andrographis paniculata (Burm.f) Wall. ex Nees. International Journal of Nutrition, Pharmacology, Neurological Diseases | January-March 2013 | Vol 3 | Issue 1
    [8] Integrated Taxonomic Information System (ITIS)
    [9] Roopavathy, J., P. Krishnamoorthy,  M.Sukumaran  and K. Rajeswari.2011. Effect of Andrographis paniculata Leaves extract on ovary of adult Ornamental fish – Black molly (Mollienisia latipinna). Advances in Applied Science Research, 2011, 2 (4): 314-319 
    [10]Darma, R.H., Sarjito,Haditomo, A.H.C. 2014. Efikasi Perendaman Ekstrak Sambiloto (Andrographis Paniculata Ness) Dengan Salinitas Berbeda Dan Pengaruhnya Pada Kelulushidupan Serta Indeks Fagositosis Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Yang Diinfeksi Aeromonas Hydrophila. Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014, Halaman 222-229
    [11] Wahjuningrum, D., Tarono, Angka,S.L. 2007. Efektifitas Rebusan Campuran Sambiloto (Andrographis Paniculata (Burm.F.) Ness), Daun Jambu Biji (Psidium Guajava L.) Dan Daun Sirih (Piper Betle L.) Untuk Pencegahan Penyakit Mas (Motil Aeromonad Septicaemia) Pada Ikan Lele Dumbo (Clarias Sp.). Jurnal Akuakultur Indonesia, 6(2): 127–133 (2007)
    [12] Taukhid, Suharni, I., SUpriyadi, H. 2007. Efektivitas Ekstrak Daun Sambiloto (Andrographis Paniculata) Bagi Pengendalian Penyakit Koi Herpes Virus (Khv) Pada Ikan Mas (Cyprinus Carpio). J. Ris. Akuakultur Vol. 2 No.3 Tahun 2007: 407—414
    [13]. Lukistjowati, I. 2012. Studi Efektifitas Sambiloto (Andrographis Paniculata Nees) Untuk Mencegah Penyakit Edwardsiellosis Pada Ikan Patin (Pangasius Hypopthalmus). BerkalaPerikanan Terubuk, Juli 2012, hlm56 – 74














    No comments:

    Post a Comment