Referensi

Kamis, 08 Agustus 2019

Macrobrachium rosenbergii Taihu Virus (MrTV)



Nama lain:  MrTV

Etiologi/ penyebab
Genus aparavirus, famili Dicistroviridae, termasuk virus RNA. Virus yang satu kelompok dengan virus ini adalah Taura Syndrom Virus pada udang vaname dan Mud car discistrovirus-1 (MCDV-1) pada kepiting [1].

Hospes 
Udang galah Macrobrachium rosenbergii [1].

Stadium rentan 
Zoea stage V [1]

Epizootiologi:
Virus Macrobrachium rosenbergii Taihu Virus (MrTV) merupakan agen penyebab sindrom kematian larva pada udang galah. Outbreak MrTV pertama kali tercatat di hatcheri udang galah di Huzhou, Provinsi Zhejiang, China. Virus pertama kali diisolasi dari larva yang sakit di selatan danau Taihu. Outbreak serupa juga ditemukan di wilayah lainnya di China. Tingkat kematian penyakit bervariasi antara 80-90%. Puncak outbreak terjadi pada larva berumur 7 hari. Tingkat kematian pada larva udang galah antara 53-82% dalam 20 hari. Namun demikian pada studi udang dewasa, tidak ditemukan kematian pasca injeksi, meskipun virus ditemukan pada jaringan insang. Hal ini mengindikasikan bahwa udang dewasa dapat menjadi pembawa virus ini. Penularan secara vertikal mungkin saja terjadi meskipun belum dikonfirmasi.

Faktor pendukung
Belum diketahui

Gejala Klinis
Udang yang terinfeksi MrTV mengalami kesulitan moulting, cangkang berwarna merah, penurunan respon terhadap rangsangan, tenggelam di dasar, sulit makan [1].

Perubahan patologi
Badan inklusi intrasitoplasmik basofilik pucat-gelap teramati pada kutikula epitel, jaringan ikat, ganglion dan hepatopankreas [1].


Metode Diagnosa
Penyakit ini masih tergolong sangat baru. Isolasi, purifikasi, dan pemeriksaan virus dilakukan menggunakan mikroskop elektron. Pengujian secara PCR juga dapat dilakukan [1].

Pencegahan dan Pengendalian

Referensi

1. Pan, X., Z. Cao, J. Yuan, Z. Shi, X. Yuan, L. Lin, Y. Xu, J. Yao, G. Hao, J. Shen. 2016. Isolation and Characterization of a Novel Dicistrovirus Associated with Moralities of the Great Freshwater Prawn, Macrobrachium rosenbergii. Int. J. Mol. Sci, 17, 204; doi:10.3390/ijms17020204



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar