Referensi

Rabu, 31 Januari 2018

Pemeriksaan klinis pada ikan


Pemeriksaan klinis merupakan suatu pemeriksaan yang harus dan wajib dilakukan dalam pemeriksaan penyakit ikan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya keabnormalitasan fisik dan perilaku. Data dari pemeriksaan klinis ini menjadi sangat penting sebab dapat menjadi suatu informasi untuk menduga arah penyakit sehingga muncullah diagnosa banding yang nantinya dapat mengerucut ke diagnosa definitif. Pemeriksaan klinis meliputi pemeriksaan baik ketika ikan masih berada di dalam air  (in situ) ataupun setelah diletakkan di wadah pengamatan. Pengamatan secara in situ tidak membutuhkan alat bantu khusus namun pengamatan ini membutuhkan pengalaman dan keahlian untuk dapat mengenali tampilan ikan yang abnormal.




Alat dan Bahan

Berikut ini adalah alat dan bahan yang mungkin dibutuhkan ketika melakukan pemeriksaan klinis.

  • aerasi
  • anestesi (MS22, minyak cengkeh, dll)
  • akuarium/ wadah
  • kamera
  • tabung koleksi
  • plastik bening
  • alat bedah
  • lup
  • gloves
  • masker
  • sponge
  • baki
  • mikroskop
  • objek glass
  • cover glass
  • spuit
  • jaring/ serok
  • pipet
  • handuk/ kain
  • timbangan

 1. Pengamatan gejala klinis

                Meliputi pengamatan cara bernafas, pola berenang, dan gerakan tubuh


Gejala klinis
abnormalitas
Kemungkinan penyebab
Cara bernafas
Takipnea/ megap-megap
Infeksi, toksin
berenang
Berenang di permukaan
Tenggelam di dasar
Kehilangan keseimbangan
Berputar-putar seperti sekrup, terbalik
Berenang dengan sisi menghadap ke atas

Gerakan tubuh
Letargi/ lemah

melompat
Terkejut, kualitas air buruk
Menggosokkan tubuh
Parasite

Membabi buta atau tidak terkontrol ke segala arah

Posisi ikan
Di dasar
Di permukaan
menyendiri

Kematian
Tingkat kematian, seragam/acak

Pakan
Feed intake menurun




2. Pengamatan klinis
Organ
Kondisi normal dan yang diamati
Abnormalitas
Kemungkinan penyebab
Tubuh secara umum

Bentuk tubuh segitiga
Hilangnya massa otot epaxial
Bengkok (lordosis scoliosis
Nutrisi/ lingkungan
Dropsy

Penyakit, parasite, unkonown
Pigmentasi
Massa abnormal
tumor
Hilangnya otot dorsal
kurus/ emasiasi
Lubang hidung
Bersih, tidak ada erosi. Amati adanya hemoragi, ulcerasi, dan abnormalitas lain.


mata
Cerah, Kornea bening, simetris. Amati bentuk dan ukuran bola mata, hypaema, endopthalmia, exopthalmia, bilateral atau unilateral, kekeruhan, lesi
Exopthalmia, ulcerasi atau kekeruhan kornea, katarak, tumor
Lesi
hemoragi
Infeksi virus, bakteri, nutrisi

Trauma
mulut
Bersih dari lendir. Maksila dan mandibular bebas digerakkan. Air dapat bergerak bebas melalui mulut. Amati adanya lesi atau benda asing.


Operkulum dan insang
Operkulum harus bergerak bebas selama bernafas. Bila operculum diangkat, insang terlihat merah cerah. Tidak ada hemoragi dan abnormalitas. Amati pergerakan operculum dan catat kecepatan respirasi (normalnya <80 / menit). Amati lesi dan abnormalitas permukaan dan bagian dalam operculum. Amati lamella insang, integritas, warna, pigmentasi, hemoragi, dan nekrosis. Amati insang bagian kiri dan kanan.
Insang pucat
Anemia
Bercak-bercak atau nekrosis
Indikasi KHV
Kondisi tubuh
Pengamatan otot di bagian kepala, leher, dan tulang punggung. Abnormalitas bentuk kepala atau tulang punggung mengindikasikan kondisi tubuh yang buruk. Dapat dilakukan uji kemontokan tubuh ikan dengan membandingkan Panjang dan berat ikan
Kepala lebih besar
kurus
Rangka
Amati fleksibilitas rangka.
Abnormalitas rigidity
Penyakit tulang, herediter, genetic, suhu air yang tidak sesuai, fluktuasi salinitas, hipoksia, radiasi, defisiensi asam ascorbate, infeksi parasite, toksin, aliran listrik
Kulit dan sisik
Kulit lembut dan tertutup oleh mucus. Sisik melekat erat pada tubuh dan posisi datar. Amati adanya sisik yang lepas, hemoragi, abses/granuloma, abrasi, ulcerasi, mucus berlebih, srta ektoparasit.
Sisik terangkat

pertanda adanya dropsy
Perubahan warna tubuh pucat/kusam
Tertutup mucus berlebih, anemia, kelainan fisiologis, stress, keracunan
produksi mucus berlebih
Kualitas lingkungan buruk, serangan penyakit
ulcerasi

ektoparasit, jamur, tumor
Warna tubuh menghitam
Iritasi local, luka gigitasn parasite, luka yang sembuh

Perubahan warna fokal
Kemerahan
Hemoragi, infeksi bakteri dan virus
foki
Kulit menebal berwarna putih kebiruan

sirip
Sirip tipis, transparan dan bergerak bebas. Disokong oleh barisan tulang dan lapisan tipis jaringan epitel. Amati adanya mucus berlebih, hemoragi, erosi, ektoparasit
Hilang/ erosi sirip, bentuk sirip ireguler ,hemoragi pada pangkal sirip, jamur, tumor
Kualitas air buruk




Melipat
geripis
Busuk insang, terbelah, hiperemi, parasit

Abdomen
Lakukan palpasi dan perkusi untuk mendeteksi adanya massa, cairan, atau udara dalam abdomen. Pada indukan, perut membesar saat siap untuk dipijahkan.
Membesar (dropsy)
Ascites, massa intra abdomen, lemak abdomen, infectious peritonitis (viral, bacterial, parasite), gangguan metabolisme (gagal ginjal), tumor, obesitas, retensi telur
Jantung
Pada beberapa ikan jantung dapat diamati detakannya dari kulit di ruang antara pangkal posterior operculum. Hal ini berguna menentukan denyut jantung, normalnya antara 30-70 denyut/ menit


anus
Amati adanya lendir dan prolapse (jaringan yang keluar melalui lubang anus), ulcerasi, endoparasite.



3. Pemeriksaan lanjutan
Pemeriksaan ini merupakan langkah yang harus dilakukan setelah melakukan pemeriksaan klinis yakni pemeriksaan mikroskopis sederhana, nekropsi, pengamatan patologi anatomi, hingga pengambilan sampel

Referensi

AFCD. 2009. Prevention and Treatment of Fish Disease. Aquaculture Fisheries Division
Lukistyowati, I. 2005. Tehnik pemeriksaan Penyakit Ikan. Unri Press: Pekanbaru
Maftuch dan Dalimunthe, S. 2012. Penyakit Hewan Akuakultur. UB Press: Malang
Roberts, H.E. (Ed). 2010. Fundamentals of Ornamental Fish Health. Blackwell Publishing
Tully, T.L. dan Mitchell, M.A. A Veterinary Technician’s Guide to Exotic Animals Care 2nd Edition. AAHA Press

Wildgoose, W.H (Ed). 2001. BSAVA Manual of Ornamental Fish. British Small Animal Veterinary Association




Tidak ada komentar:

Posting Komentar